When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Ulat Bulu



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Acara launching brand terbaru dari perusahaan Carrabrio akhirnya telah resmi dibuka oleh presiden direktur dari Carrabrio. Alesha duduk di sebelah sang paman mendampingi presiden direktur. Sebagai sekretaris dia selalu akan mendampingi pimpinannya.


Sementara itu Monica yang menjadi BA dalam produk terbaru dari Carrabrio itu kini ada di panggung sebagai BA tentu banyak yang akan dilakukan olehnya karena dia sebagai model populer saat ini. Banyak wartawan yang meliput acara launching tersebut.


Setelah serangkaian acara mulai dari pembukaan, acara amal dan juga promo-promo dengan BA dan juga diskon besar-besaran untuk 1000 pembeli pertama. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Serangkaian acara sukses dilakukan. Sang paman juga sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Sedangkan Alesha sedari tadi tidak melihat sosok Mila. Adik sepupunya itu entah kemana saja sedari tadi bawaannya ngilang terus.


Alesha berjalan menuju ke lobi perusahaan. Cukup melelahkan memang acara yang berlangsung hari ini. Semoga saja akan sukses laris manis di pasaran semua kosmetik terbaru dari Carrabrio. Alesha hanya bisa berdoa yang terbaik saja.


Sementara sambil menunggu jemputan dari Hyun. Alesha mencoba mengchat Mila. Kemana saja anak itu bisa menghilang bak ditelan bumi saja. Dia sudah mengirimkan pesan banyak sekali tetapi hanya centang dua saja tanpa ada niatan membalas dari Mila.


"Ini anak tumben-tumbenan nggak aktif balas chat begini. Lagi dimana sih?" gumam Alesha kepada dirinya sendiri.


Ketika sedang asyik mengetik pesan membalas chat Hyun yang mengatakan jika dia akan sampai perusahaan Alesha sebentar lagi. Tiba-tiba ada yang menyapa Alesha membuat gadis itu mendongak dan merasa kesal melihat siapa yang datang menghampirinya.


"Alesha....."


Brian, lelaki itu masih saja tidak ada kapoknya menemui dirinya. Padahal Alesha sendiri sudah berkali-kali bilang bahwa dia tidak akan mau kembali kepadanya. Hubungan mereka sudah benar-benar putus.


"Al, dengerin aku dulu, ada yang perlu kita bicarakan," ajak Brian namun Alesha sudah tampak jenuh menghadapi mantan kekasihnya ini.


Melihat kedatangan Monica dan asistennya yang tampak tergopoh-gopoh berjalan di belakang Monica membuat Alesha semakin jengah saja. Dia mengambil tas nya yang tergeletak di sofa yang ada di lobi. Kemudian Alesha beranjak akan pergi. Akan tetapi segera ditahan oleh Brian.


"Tunggu, jangan pergi Alesha. Masih ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Al. Aku mohon berikan aku waktu untuk membicarakan masalah kita Al," pinta Brian dengan nada memohon.


"Sudahlah Bri, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Semuanya sudah selesai. Dan kamu yang menginginkan semua ini terjadi. Lagipula ulat bulu kesayangamu sudah datang. Aku permisi, aku nggak mau ganggu," ucap Alesha sinis dan melepaskan pegangan Brian di lengannya.


"Brian, sayang," Monica datang langsung memeluk lengan Brian dengan posesif.


Seketika pegangan di lengan Alesha pun terlepas dan kesempatan itu digunakan oleh Alesha untuk menghindari kedua orang yang tidak pengen dia temui.


"Alesha tunggu! lepasin Mon! Aku nggak butuh kamu saat ini, Alesha!" Brian menghempaskan tangan Monica dengan kasar dan bergegas mengejar langkah Alesha sebelum gadis berhijab itu pergi semakin jauh.


"Brian.... ! Briannn!" Monica pun tidak menyerah begitu saja meskipun Brian sudah menolak di mentah-mentah seperti itu.


Monica yang sudah lama tidak lagi berhubungan dengan Brian. Tentu saja dia sudah merindukan kehangatan di ranjang dengan pria yang dia cintai tersebut. Sejak perpisahan dengan Alesha terjadi, Brian sepertinya selalu menghindari Monica. Oleh karena itulah Monica berusaha mencari cara agar Brian mau kembali lagi bersamanya. Meskipun hanya sebagai penghangat ranjangnya saja. Monica tidak masalah asalkan itu adalah Brian.


"Alesha tunggu!" Brian kembali memegang lengan Alesha yang sekarang sudah berada di pelataran perusahaan.


"Lepasin Bri! jangan buat malu di depan umum seperti ini. Aku mau pulang," ujar Alesha mencoba melepaskan tangan Brian. Tetapi lelaki itu justru memegang lengan Alesha kuat-kuat. Brian justru melukai pergelangan tangan Alesha saking kuatnya dia memegangnya.


Alesha sampai meringis kesakitan karena ulah Brian.


"Lepasin aku Brian, sakit!" ujar Alesha menahan sakit.


"Lepasin dia!" bentak seseorang dan memaksa Brian melepaskan cengkeramannya di pergelangan tangan Alesha.


...----------------...


Bersambung 🌼