
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Aaaahhhh....astaga bikin iri aja deh, cincinnya bagus banget," ucap Mila saat melihat cincin lamaran yang diberikan oleh Hyun kepada Alesha.
Alesha sengaja memang menunjukkan cincin pertunangannya semalam kepada saudara sepupu lucknatnya tersebut. Karena Mila tidak bisa datang ke acara pertunangannya.
Ada masalah yang membuat gadis itu mendapatkan hukuman dari sang papa. Hubungannya dengan Ricki, mantannya itu terendus oleh sang papa. Apalagi setelah si duda labil membuat Mila kelabakan dengan berita yang disebar ke media sosial. Dan hebohlah sudah akan perilaku pimpinan utama Carrabrio yang diluar dugaan semua orang.
Arif Carrabrio murka saat mendengar kelakuan sang putri yang benar-benar memalukan. Dengan tubuhnya yang bergoyang mengikuti alunan musik di klub malam yang menghentak membuat Arif ingin rasanya menghukum putrinya itu ke kutub selatan sana.
"Kalau saja papa tidak sedang marah padaku. Pasti aku bisa mengikuti acara lamaran kamu kemarin, sha. Huhhh...papa masih tidak mau memaafkan aku. Salah mulu aku deh..." keluh Mila dan Alesha pun menanggapi ucapan sang sepupu dengan menghela napas panjang.
"Makannya sudah berhenti main-main nya. Usia kita ini samaan mil. Kamu sudah musti memikirkan masa depan. Jangan suka main ke klub malam. Nanti ada cowok nggak bener macem-macemin kamu. Malah susah sendiri kamu ntar. Om Arif sudah bener menghukum kamu begitu. Biar kamu nya jera," ujar Alesha malah membuat Mila semakin kesal mendengarnya.
"Hah.... kamu ini malah belain papa sih. Kan disini aku yang jadi korbannya. Kenapa malah cuma papa mulai yang pada dibela," sungut Mila.
"Lah emang papa kamu itu benar. Kamunya yang salah. Anak ini emang musti dirukiyah deh biar sadar. Aku doain kamu dapat cowok yang sebelas dua belas kayak papa kamu. Kalau perlu yang lebih tegas lagi. Biar kapok kamu nggak pemalas dan cukup disiplin," kata Alesha.
"Hadehhh.... dasar Siti !!!!!" teriak Mila kesal dengan ucapan Alesha.
πΌπΌπΌ
"Persiapan pernikahannya sudah hampir 80 persen tuan muda," lapor Reza kepada Hyun di ruangannya.
"Kamu saja yang menghandlenya. Aku takut Alesha nanti tidak betah berada di dalam pertemuan. Lagipula dia juga kurang suka dengan masakan Jepang," kata Hyun memutuskan.
Dia tahu selera makanan gadisnya itu hal-hal yang sederhana saja. Tidak pernah berlebihan dan terlalu mewah.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Reza kemudian dia undur diri dari ruangan Hyun.
Hyun segera mengambil handphonenya. Dia menghubungi nomor sang bidadari hatinya. Siti Alesha Zahra.
Beberapa detik dia menunggu sampai sang empunya mengangkat teleponnya.
"Assalamualaikum Abang."
Suara panggilan yang selalu membuat Hyun merindukan sang pemilik suara tersebut.
"Waalaikumsalam sayang, nanti Abang jemput ya. Saat jam makan siang. Sekalian kita mampir ke butik untuk fitting baju sebentar. Kamu banyak pekerjaan kah hari ini?" tanya Hyun panjang lebar.
"Tidak Abang, aku akan ijin kepada Mila terlebih dulu. Baiklah, nanti Abang chat ya kalau sudah sampai dibawah," balas Alesha dan senyum mengembang di bibir Hyun mendengar jawaban dari sang calon istri.
"Baiklah, sayang. Nanti Abang kabari kalau sudah sampai di sana, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Hyun memutuskan sambungan teleponnya. Dia tampak bahagia memandangi foto Alesha dan dirinya saat dia menyematkan cincin di jari manis Alesha.
"Sebentar lagi kita akan bersama, sha. Aku sudah tidak sabar menunggu hal tersebut. Semoga semuanya berjalan dengan baik dan lancar, aamiin."
...----------------...
Bersambung πΌ