When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Sunmoon



Judul novel: Sunmoon


Karya author: Pimoy_fanny/Squad Penyihir


...Jangan lupa mampir ke karya novel pimoy yang satu ini. Sudah ending dan ada Audiobooknya juga. Bila teman-teman ada yang tidak sempat membaca karena sibuk. Bisa langsung cuss kepoin audiobooknya saja ya. Dengan pimoy sendiri sebagai pengisi suara. Ditunggu kehadiran teman-teman dengan like dan komentar tentunya😸...


...****************...


"Wah luas juga ya sekolahnya, tapi aku paling suka dengan taman di sini. Indah bener, enak buat duduk," ujar moona sambil menikmati suasana di taman yang menurutnya begitu menyenangkan.


"Ada yang lebih enak lagi," kata Hana.


"Dimana?" tanya Moona penasaran dimana lagi tempat di sekolah ini yang lebih menyenangkan.


"Rooftop," sahut Hana.


"Benarkah? wah jadi pengen kesana, yuk..." ajak Moona namun tangannya ditahan oleh Hana.


"Pulang sekolah saja ya," ujarnya menjanjikan.


"Siap kalau begitu," kata Moona setuju dengan usulan Hana lagipula dia masih ingin menikmati suasana di taman dulu yang asri dan sejuk dengan AC alami yang sepoi-sepoi.


"Eh, moona, dari tadi cowok-cowok basket pada lihatin kamu deh," celetuk Kira yang duduk di samping moona.


"Hah?" moona hanya terperangah dan menatap ke arah kira.


"Tuh, liat lurus ke depan. Nah kan bener tuh, astaga si kai dan haruki pada dadain kamu tuh, astaga dasar kadrun," ujar Kira sambil menahan gelak tawanya.


Sedangkan moona mengernyitkan alisnya saat mendengar istilah yang tidak dia pahami artinya.


"Kadrun? itu apa?" tanya moona.


"Hah? kamu nggak tau kadrun itu apa?" tanya kira.


Moona menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak tau.


"Kadrun, singkatan dari kadal gurun, ya sebelas dua belas dengan buaya lah, wkwkwkw," tawa Kita tak bisa tertahan lagi.


Hal itu mengundang tawa juga dari Hana dan juga moona.


"Astaga kira, kamu bisa aja ya bikin singkatan kek gitu sama temen sendiri," kata moona.


"Itu udah terkenal di jagat Maya besty, kamu harus tau istilah-istilah nyeleneh kayak gitu," sahut kira.


"Biar apa coba musti tau hal-hal begituan?" tanya balik moona.


"Ya biar gaul lah besty, hahaha," kata kira disertai gelak tawanya.


"Iya, iya, tau besty yang ratu dunia Maya," celetuk Hana.


"Hmmm... ya dong, biar nggak kepo alias ketinggalan inpo, wkwkkwk," lagi-lagi ucapan kira jadi bahan tertawaan di kelompok tersebut.


"Isshhh.. mungkin dia lambaikan tangan ke orang lain kali. Nggak cuma aku di sini kan ada kamu dan juga Hana. Tuh, di sana juga banyak yang liat ke arah mereka," ? ujar moona yang tak mau terlanjur kepedean.


"Aku yakin mereka itu pada lambaikan tangan ke arah kita. Secara kamu cantik, pasti mereka pada suka melirik," tebak Kira.


"Astaga, aku nggak berpikir sampai ke sana, kira... Sudahlah, nggak usah ditanggepin, ngapain juga kamu balesin mereka," kata Moona lalu mengalihkan pandangan ke arah lain.


Namun justru tatapan moona kini beradu dengan si kulkas lima belas pintu yang tak sengaja menatap ke arahnya juga. Sepersekian detik mereka beradu pandang. Kemudian moona mutuskan pandangan itu ke arah lain.


"Kira itu ngefans juga sama mereka berdua," ujar Hana tiba-tiba membuat moona tersadar.


"Heh? mana ada aku ngefans sama ajudannya sunny, cukup sunny aja yang ada di hatiku, nggak ada yang lain," ucap Kira tidak terima dengan tuduhan Hana.


"Emang kamu berani hadapi Sora kalau kamu ngeyel mau kejar tuh si sunny," tantang Hana kepada kira yang seketika nyalinya menciut.


"Hehehe, kalau itu sih aku pikir-pikir dulu, tapi sekedar ngefans aja sama sunny, nggak masalah dong," kata kira dengan wajah imutnya.


"Baru segitu aja kamu takut," ledek Hana kembali dan Kira hanya tersenyum nyengir.


"Sora? Siapa itu Sora?" tanya moona yang ingin tau.


...----------------...


"Kamu sudah pesen minum belum?" tanya Kai setelah dia dan haruki bisa menyusul sunny yang ternyata tadi pergi ke kantin sekolah.


"Belum," jawab sunny datar.


Hal itu sudah biasa bagi mereka yang sudah tau seperti apa sunny.


"Sini aku aja yang pesen, kalian mau apa?" tanya haruki yang siap untuk menjadi pelayan Kantin sekarang.


"Jus jeruk," jawab sunny.


"Kalau kamu kai?" tanya haruki kepada kai yang masih sibuk dengan handphonenya sedari tadi.


Pasti dia sedang sibuk membalas gombalan receh untuk para fans bang Kai nya itu 🙈


"Aku pesenin bakso isinya goreng dua, siomay dua, tahu goreng dua, lontongnya satu, pentolnya yang gedhe dan kasar ya, minumnya es teh manis, semanis senyuman ku ini, ahhh... mantap," ujar kai diakhiri dengan gombalan receh yang nggak laku itu menurut haruki.


"Dih, komplit kale kau pesennya, pesen Sono sendiri dah," ujar haruki yang malas meladeni pesanan kai yang terlalu banyak menurutnya.


"Lah ,tadi bukannya kamu nawarin, gimana sih ini anak, otaknya cepet banget berubahnya," sahut kai tak terima pesannya di cancel gitu aja oleh haruki.


"Ribet pesenanmu, males otakku ngingetnya," sahut Haruki santai.


"Udah Sono bilangin aja ke mbak tukang baksonya, pesenan Abang ganteng kek biasanya, udah pasti paham itu si mbak, percaya deh," ujar kai dengan nada sombongnya.


"Idih, ganteng, cuiiiihhhh, sok sok an ganteng," dengus haruki nggak terima dengan ucapan kai yang suka banget memuji dirinya sendiri.


"Lah emang ganteng kok, Napa? nggak terima? mau protes?" kata kai dengan nada menantang haruki.


"Kapan makannya ini?" tanya sunny yang kesal dengan tingkah kedua temannya yang selalu saja ribut dimanapun berada.


"Heh! tuh mulut ya! enak aja panggil nama orang sembarangan? kampreeeettt!" teriak kai yang nggak terima dikatain haruki seperti itu.


"Weeeeekk... Bang Kai! wkwkwkwkw," ujar Haruki yang masih saja mengejek si kai yang kini mencak-mencak di tempatnya.


"Awasssss lu Haruki??!!!!!!"


Braakkkk


Kai dan sunny yang menatap ke arah orang yang menggebrak meja dimana mereka berada saat ini.


"Kakaaaaakkk..." teriak seorang gadis cantik yang tiba-tiba langsung merengek ke arah sunny.


"Astaga, Mak Lampir datang... hadeuh... drama apalagi ini si soang dah," gumam lirih kai sambil melirik tak suka ke arah Sora dan geng nya yang kini ikutan duduk di tempat dia berada.


"Minggiiiiir lu!" sentak Sora kepada kai.


"Biasa aja ngomongnya, nggak usah pake urat!" terbaik balik Kai.


"Lagian Napa sih elu nempel-nempel mulu sama Kak sunny? nempel Sono lu sama nara," ucap Sora sambil menunjuk salah satu temen deketnya yang bernama Nara.


"Hai kai, sarang Hae," ucap Nara sambil memberikan tanda hatinya kepada kai. Seketika hal itu membuat Kai justru bergidik ngeri.


"Aiiihh... anak buat Mak lampir mah ogah aku meskipun diberi sarang walet sekalipun," ucap Kai tak suka dengan tingkah Nara.


Sora menggeser Kai yang duduk bersebelahan dengan sunny. Lalu dia duduk sambil memeluk erat lengan sunny. Dia beserta kedua temannya pun ikut bergabung dengan sunny cs.


"Kakak, nanti pulang sekolah aku nebeng ya?" ujar Sora dengan nada suara nan manja jelita.


"Iyuuuuhhhh," ujar kai memandang tak suka.


...----------------...


"Kenapa?" tanya sunny.


"Aku nggak bawa mobil, si Frozen lagi dibawa ke bengkel sama Daddy," ujar Sora dengan nada manja yang sengaja dibuat-buat di depan sunny.


"Sopir?"


"Lagi nggak bisa kak, pokoknya aku nebeng dengan kak sunny, ya, ya, ya, ya, please..." ujar Sora sambil menangkupkan kedua tangannya depan dada dengan wajah memohonnya.


Sunny hanya bisa menghela napas panjangnya jika Sora sudah berulah seperti ini.


"Maksa banget sih, Herman," sindir kai yang jengah dengan sikap Sora yang penuh drama tersebut.


"Diem lu kai, kalau iri bilang dong, nggak usah ngedumel nggak jelas," ujar Yuki yang tidak suka dengan sindiran kai tersebut yang jelas-jelas ditujukan kepada Sora.


"Aku? Iri? helloooo...hahahahaha, ngimpi!" sungut kai.


"Kamu!!!!"


"Udahlah, nggak usah ngeladenin Abang kai ini Yuki," ujar Nara yang tidak suka jika Yuki berdebat dengan kai yang merupakan idolanya tersebut.


"Udah, udah, kalian ini ribut mulu ya, lagian kita di sini kan mau makan bersama. Diem kalian semua, aku mau nemenin kak sunny makan ini. Pesen makanan sono," ujar Sora sambil melotot ke arah Nara dan Yuki.


Kedua dayang setianya itu seketika menurut dan pergi ke kedai makanan untuk pesan makanan untuk ketiganya.


"Awas aja kamu, kai," ujar Yuki yang masih tidak terima jika kalah berdebat dengan kai.


"Apa lu, weeeekkk," ejek kai balik yang sungguh bikin panas hati Nara yang tidak suka jika kai tampak dekat begitu meskipun itu dengan teman baiknya sendiri.


"Yuki, udah! kamu nggak jaga perasaan aku banget deh," ujar Nara yang tidak suka jika Yuki terus berdebat dengan kai.


"Apa sih kamu ini Nara? bukannya bantuin aku malah ngehalangin aku terus buat ngelawan si kai itu," sungut Yuki.


"Kamu harusnya mengerti kalau aku nggak bisa liat dia deket dengan cewek lain, ngerti kamu," ucap Nara dengan nada suara yang merasa tidak suka.


"Astaga, Nara!" Yuki menepuk jidatnya karena dia baru menyadari kalau teman baiknya itu begitu bucin ternyata.


"Makan tuh bucin," ucap Yuki kemudian berlalu meninggalkan Nara.


"Lho ini kenapa jadi ramai begini orangnya?" tanya Haruki yang baru balik dengan membawa makanan pesanan Sunny dan juga Kai.


"Kita pindah aja ke tempat lain, ayo haruki," ajak Kai sambil menarik lengan haruki untuk mencari meja lain yang kosong di kantin tersebut.


"Eh, tapi ini..." tanya Haruki saat melihat dirinya tak bisa lagi mengelak dari tarikan kai.


"Udah Sono, pergi aja kalian berdua. Yang jauh sekalian biar nggak ganggu aku dan kak sunny," ucap Sora dengan nada senang karena kedua ajudan sunny itu tidak mau satu meja dengannya.


"Dasar nenek lampir keganjenan, males banget aku semeja sama cewek muka sepuluh kek dia begitu," ucap Kai sambil menarik lengan haruki.


🌼🌼🌼


"Aduh, aku laper, kita dari tadi jalan mulu, lupa jajan neh, yuk makan, tunjukkan aku dimana kantinnya," kata moona mengajak Hana dan juga kira.


"Siap, kita bakalan antarkan kamu ke kantin," sahut Kira.


"Iya," timpal Hana.


"Yaudah, kalian berdua bakalan aku traktir makan siang sebagai tanda pertemanan kita" ucap Moona sambil merangkul bahu kedua teman barunya di sekolah itu.


"Boleh, aku suka banget, yuhuuuuuuu... meluncur kantin oey..." ujar Kira bersemangat.


"Makasih ya moona," ujar Hana.


"Iya sama-sama, yuk meluncur ke kantin," ajak Moona sambil menggandeng lengan kedua temannya yang ada di sisi kiri dan kanannya menuju ke kantin.


...----------------...


Bersambung 🌼