When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Benarkah?



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Brian masih tertegun dengan ucapan Alesha sampai dia tidak menyadari jika Alesha sudah dibawa pergi oleh Hyun. Sedangkan Monica yang mendengar sendiri jika Alesha sudah akan menikah. Maka itu adalah berita baik buatnya. Akan ada kesempatan baginya untuk mendekati Brian lebih intens. Lelaki itu pasti terluka dan akan mudah baginya untuk masuk kembali ke dalam kehidupan Brian.


"Brian, sayang.... kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Monica dengan perhatiannya.


"Brian ayo pergi dari sini. Ini di tempat umum, jangan buat dirimu menjadi bahan tontonan orang di sini. Ayo kita pergi dari sini. Alesha juga sudah pergi dibawa calon suaminya," ucapan Monica menyadarkan Brian bahwa Alesha memang sudah tidak ada lagi ditempatnya


Arrrrkkkhhhh!


Brian berteriak kesal karena lagi-lagi rencananya untuk membuat Alesha bisa kembali kepadanya hilang sudah. Dan ini semua digagalkan oleh wanita tidak tahu diri. Wanita yang sudah menghancurkan masa depan yang pernah dia impikan bersama Alesha.


"Lepaskan aku!" sentak Brian dengan kasar. Lagi-lagi Monica mendapatkan penolakan dari seorang brian.


"Brian kamu ini...."


"Diam kamu ja*ang! Jangan sentuh aku lagi. Aku sungguh jijik sama kamu," ucap Brian kemudian pergi meninggalkan Monica yang tampak mengepalkan kedua tangannya erat.


Dia tidak menyangka jika Brian masih menaruh dendam membara kepadanya. Padahal kejadian waktu itu bukan hanya salah dia semata. Brian juga menginginkan tubuhnya. Monica tahu itu dari setiap ******* yang menyebutkan namanya. Saat permainan panas keduanya di apartemen brian setiap malamnya. Kini lelaki itu seolah melupakan malam-malam indah mereka. Setelah Alesha memergoki keduanya di apartemen pagi itu. Brian menjadi sosok dingin yang tak tersentuh lagi olehnya.


"Sayang, sudah ayo kita pergi dari sini say. Kita jadi bahan pembicaraan orang disini. Ayo say, jangan bikin kamu masuk berita nantinya," ujar si lelaki gemulai yang sedari tadi mengikuti kemanapun Monica pergi.


Monica mencoba menahan air matanya yang hendak turun. Tanpa banyak berkata-kata dia langsung meninggalkan pelataran perusahaan Carrabrio tersebut.


Sedangkan dari kejauhan tampak seseorang yang mengabadikan momen-momen saat Monica mendapatkan penolakan dari Brian. Dan saat Brian memanggil Monica dengan sebutan ja*ang.


"Ini adalah berita yang bagus. Kalau ini tersebar bagaimana nasib karir Monica nantinya. Sudah saatnya kamu patuh dan menurut kepadaku rubah kecil. Kamu selalu berkelit-kelit selama ini kepadaku. Aku ingin lihat, apakah kamu masih akan menolakku kali ini?" ujarnya tersenyum menyeringai.


"Abang kenapa kita berhenti?" tanya Alesha yang bingung karena hyun justru menepikan mobilnya.


Lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Alesha. Tetapi langsung melihat pergelangan tangan Alesha yang tampak memerah. Bekas cengkeraman lelaki kasar tadi membuat Hyun tampak menggeram.


"Siapa dia? Mantanmu?" tanya Hyun.


Alesha menjawab dengan anggukan kepalanya. Hyun tidak bertanya lagi. Kemudian dia kembali melajukan kendaraannya.


Dan tidak lama mobil kembali berhenti di sebuah apotik. Hyun turun dari mobil bergegas masuk ke apotik untuk membelikan obat untuk Alesha. Sedangkan gadis itu hanya diam saja melihat apa yang Hyun lakukan.


Begitu Hyun kembali duduk dibelakang kursi kemudi. Hyun meraih pergelangan tangan Alesha yang terluka. Kemudian mengoleskan salep yang di beli barusan. Alesha sedikit meringis saat Hyun mengoleskan salep tersebut. Awalnya memang sakit tetapi efek salep tersebut memberikan kesan dingin di kulit. Sehingga membuat rasa perih di pergelangan tangan Alesha menjadi berkurang.


Setelah mengobati tangan Alesha, hyun juga membelikan Alesha air mineral. Alesha meminum air tersebut. Dan setelah minum dia merasa dirinya lebih baik dari sebelumnya yang cukup tegang.


"Lebih baik?" tanya Hyun saat melihat ekspresi Alesha yang tampak lebih tenang.


"Hmmm," jawab Alesha dengan lirih.


"Terimakasih Abang," ujar Alesha tulus.


Hyun hanya tersenyum tipis mendengarnya.


"Sudah menjadi tugasku," jawab Hyun. Namun Alesha gagal paham dengan maksud Hyun. Tugas apa?


"Maksud Abang?" tanya Alesha penasaran.


"Tugasku sebagai calon suamimu," jawaban Hyun membuat Alesha terbelalak seketika.


Hah????? beneran dianggap calon suami kah?


...----------------...


Bersambung 🌼