When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Bicara Dari Hati



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Alesha, bisa kita berbicara," sebuah suara membuat Alesha seketika menoleh.


Meskipun dia sebenarnya malas untuk menanggapinya. Tetapi karena kini di berada di lingkungan pekerjaan. Tidak mungkin buat Alesha berbuat hal yang bisa membuatnya menjadi perhatian umum. Apalagi saat ini mereka berada di kantin perusahaan.


"Kalau begitu aku akan pergi biar kalian bisa berbicara berdua," ujar Mila yang hendak pergi dari hadapan saudara sepupunya.


Namun cekalan tangan Alesha menghentikan langkahnya.


"Tetaplah di sini mil, lagipula tidak ada pembicaraan yang rahasia diantara kami," ujar Alesha meminta Mila tetap disisinya.


Dia tidak mau kalau sampai nantinya ada rencana tersembunyi dari Monica. Bukannya Alesha suudzon tetapi berhati-hati itu perlu. Setelah apa yang pernah Monica lakukan kepadanya. Alesha perlu berhati-hati dengan mantan sahabatnya.


"Silakan duduk," ujar Alesha mempersilakan Monica dan asistennya duduk. Keduanya memilih duduk berseberangan dengan Alesha dan juga Mila.


"Ada apa perlu?" tanya Alesha to the point.


Monica menatap wajah datar alesha. Wanita berhijab itu begitu berbeda daripada yang dulu. Kalau dulu Alesha tampak begitu bersahabat dengannya. Kini raut wajahnya begitu datar saja saat menatapnya. Cara berbicara Alesha juga begitu formal. Seperti mereka ini adalah dua orang asing. Padahal keduanya dulu pernah menjadi seseorang yang begitu dekat.


"Aku sudah memaafkanmu," sahut Alesha setelah menghela napasnya panjang.


Monica tampak bahagia mendengar apa yang diucapkan Alesha kepadanya.


"Benarkah? terimakasih Al, terimakasih karena kamu sudah bersedia memaafkanku. Apakah kita bisa mulai berteman kembali?"tanya Monica dengan wajah penuh harap. Akan tetapi harapan itu seketika musnah mendengar jawaban dari Alesha.


"Kamu jangan salah paham Monica. Aku memang memaafkan perbuatanmu. Tetapi bukan berarti aku bisa melupakannya. Itu dua hal yang berbeda Monica. Aku mungkin bisa memaafkan tetapi tidak melupakan. Tidak apa pelajaran untuk melupakan. Jadi aku tak mungkin bisa melupakan kelakuan kalian berdua," jawab Alesha panjang lebar.


Monica seketika lemas sambil menundukkan kepalanya. Dia tahu itu tidak ada namanya pembelajaran untuk melupakan. Semua manusia diajarkan untuk mengingat apapun yang telah terjadi. Bukan untuk melupakan atau bahkan menghapus ingatan tersebut.


"Dan soal Brian, aku...." Monica menjeda ucapannya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Alesha saat ini.


"Apakah aku boleh meminta tolong padamu, Al?" tanya Monica.


"Tentang apa?" tanya balik Alesha.


"Brian," jawab Monica.


Alesha sudah merasa tidak enak dengan kelanjutan perkataan dari Monica.


"Sejak kejadian itu aku sudah memutuskan hubungan dengan Brian. Terserah kalian berdua akan melakukan apa dan bagaimana. Aku tidak mau ikut campur dalam urusan kalian berdua. Lagipula juga aku akan segera menikah. Aku tidak mau lagi mengurusi masa lalu," ujar Alesha memotong pembicaraan mengenai Brian, mantan kekasihnya.


Monica semakin terdiam karena Alesha sudah mengambil sikapnya. Lalu bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan perhatian Brian juga?


...----------------...


Bersambung 🌼