
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Hyun pun memberitahu kepada bibik dan satpam di rumah Alesha akan apa yang terjadi dengan Alesha. Hyun melarang bibik untuk naik ke lantai dua. Karena di sana akan menjadi area bagi Alesha untuk melakukan isolasi mandiri.
Hyun meminta setiap harinya makanan sehat yang sudah direkomendasikan oleh dokter Bayu. Dan makanan itu setiap harinya diantar oleh Reza ke rumah Alesha. Bayi juga setiap hari sebelum berangkat bekerja mengecek kondisi dari Alesha terlebih dahulu.
Hyun tidak mengenal pantang menyerah. Dia merawat Alesha dengan sangat baik. Bahkan dia tidak jijik dengan Alesha di awal-awal yang terkadang masih mual. Bahkan dia rela begadang tengah malam ketika mendengar suara batuk-batuk dari Alesha.
Hyun selalu memakai masker saat berdekatan dengan Alesha. Dan diapun sebenarnya ikut menjalani isolasi mandiri. Karena dirinya bersinggungan langsung dengan pasien yang mengalami covid seperti Alesha.
Meskipun dirumah itu ada kamar tamu akan tetapi Hyun lebih memilih tidur di sofa di depan kamar Alesha. Dia ingin selalu sigap setiap kali mendengar Alesha batuk atau meminta bantuan kepadanya. Hyun tidak ingin sampai Alesha kesulitan seorang diri. Dan setelah melihat Alesha benar-benar terlelap. Maka dia barulah tertidur sampai besok pagi.
Setiap pagi, Hyun selalu membersihkan sendiri wilayah di lantai dua. Dimana dia dan Alesha berada melainkan ISOMAN alias Isolasi Mandiri. Setelah selesai bersih-bersih ruangan terus Hyun membersihkan diri di kamar mandi kamar tamu. Baru dia akan datang ke kamar Alesha membawakan makanan untuk gadisnya yang sudah cantik karena selesai mandi.
"Assalamualaikum, selamat pagi," sapa Hyun dengan membawa senampan sarapan pagi yang sehat untuk alesha.
"Ini sarapan sudah Abang siapkan. Yuk makan dulu, sebelum nanti dokter Bayu datang memeriksa kamu," kata Hyun dengan cekatan dia menata peralatan makan untuk Alesha.
Alesha membuka maskernya dan memberikan senyuman terbaiknya kepada Hyun. Pria yang selama ini digadang-gadang oleh kedua orang tuanya sebagai lelaki yang cocok untuk pendamping masa depannya.
"Terimakasih ya Abang, ini pasti enak," ujar Alesha dengan bersemangat.
Ya, setelah hampir seminggu dia dirawat. Tentunya kondisinya sudah lebih membaik dari sebelumnya. Istirahat yang cukup dia dapatkan membuat tubuhnya menjadi lebih cepat pulih. Alesha juga ingin segera sembuh karena dia merasa tidak enak merepoti Hyun seperti ini. Padahal Hyun sendiri merasa senang karena Alesha mau menerima dirinya untuk merawatnya.
"Setelah ini kita berjemur di balkon berdua ya. Sambil menunggu dokter Bayu. Katanya dia akan terlambat datang kesini karena di rumah sakit ada urusan penting," ujar Hyun dan Alesha menganggukkan kepalanya setuju.
"Wah, semakin banyak saja makannya sekarang? apa perlu aku minta Reza menambahkan porsinya buat nanti?" tanya Hyun dan mendapatkan cubitan kecil dari Alesha.
"Abang ihhh...jangan buat aku malu kenapa. Ntar aku dikatain doyan makan lho," kata Alesha membuat hyun tertawa kecil.
"Ya, nggak apa-apa. Doyan makan biar cepat sembuh. Dan biar Abang cepet lamar kamu ke ayah Arsyad," ujar Hyun seketika membuat Alesha tersipu malu.
"Iiihhhh... Abang bisa saja," sebuah cubitan kembali mendarat di lengan Hyun.
Tetapi itu bukan cubitan yang terasa sakit bagi Hyun. Karena dia merasa bahagia bisa sedekat ini dengan gadis yang selama ini dia cinta.
...----------------...
Bersambung πΌ