
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Eh suara apa itu bang?" tanya Alesha menoleh diikuti oleh Hyun.
"Lagu buat kamu dari Abang," ucap Hyun menatap Alesha dengan senyum simpulnya.
"Eh, maksudnya bang...." Alesha mendadak buntu untuk berpikir dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Tiba-tiba Hyun memegang kedua tangan Alesha dengan lembut. Bahkan Hyun tampak menatap gadis berhijab itu dengan tatapan sendu. Alesha sendiri bingung dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Hyun. Cowok yang dikenalkan sebagai anak dari teman baik sang ayah.
Alesha seketika menggenggam erat jemari tangan Hyun yang memegangnya. Dan sebuah keterkejutan tidak bisa Alesha sembunyikan. Hyun, benar-benar memberikan dia syok terapi dengan pernyataan hatinya tersebut. Selama ini alesha belum pernah mendapatkan ucapan dan acara se spesial ini dari seorang cowok. Dan hyun lah yang telah membuat diri Alesha melayang bagaikan terbang ke langit yang paling indah.
"A-aku....ti-tidak..tahu harus jawab apa?" sebuah pertanyaan gugup justru Alesha lontarkan membuat Hyun tersenyum menatap wajah bingung, merona bercampur dengan tegang dari sosok Alesha.
Gadis yang biasanya diketahui Hyun sebagai sosok yang tegas, julid, judes dan juga bisa saja dia bar-bar. Tetapi kini bisa juga Alesha menunjukkan kegugupannya.
Hyun tahu Alesha panik dan tidak bisa memberikannya jawaban saat itu juga. Dia berusaha membuat Alesha merasa rileks dengan cara mengelus punggung tangan Alesha dengan sangat lembut. Tangannya yang dingin terus di usap dan didekap untuk diberikan kehangatan oleh Hyun.
"Aku tidak memintamu menjawab pernyataan cintaku ini sekarang juga Alesha. Aku tidak akan memaksamu memberikan jawaban malam ini juga. Aku akan menunggumu. Aku akan menunggu sampai kamu siap untuk memberikan jawaban terbaikmu," ujar Hyun dengan senyum hangatnya.
Alesha menatap bola mata Hyun dan mencari kebohongan di sana. Tetapi dia tidak menemukan hal tersebut. Dia melihat binar kejujuran yang terpancar dengan berbalut cinta di dalamnya. Sungguh indah sekali tatapan penuh memuja dan damba tersebut. Tetapi perasaan dan otak Alesha sedang berdebat. Dia tidak ingin nantinya dia menjadikan Hyun hanya sebagai tempat pelampiasan akan kegagalannya dengan sang mantan. Dia ingin benar-benar memiliki Hyun karena perasaan tulus yang dia miliki khusus untuk Hyun. Hanya Hyun dan tidak ada bayangan orang lain.
"Aku pernah sekali percaya dan terluka begitu hebatnya dengan orang yang kucinta dan juga sahabat yang kuanggap dekat. Keduanya mengkhianati aku dengan menusukku begitu dalam. Sehingga luka itu masih menganga sampai saat ini. Aku ingin nantinya kamu bukan menjadi pelampiasan diriku akan sikap mereka. Namun, aku ingin memilihmu karena memang kamu adalah jodoh terbaik yang dipilihkan Allah untukku. Mari kita sama-sama meminta kepadanya.Di sepertiga malam kita nanti. Agar memang Allah akan memberikan kita petunjuk. Jalan yang terbaik yang harus kita lalui agar nantinya kita bisa bersama selamanya," ucapan Alesha membuat Hyun semakin mantap bahwa memang Alesha lah gadis yang dia inginkan selama ini.
...****************...
Bersambung πΌ