
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Abang, terimakasih ya sudah mau jemput aku dan ngantar aku ke kantor," ujar Alesha sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Iya sama-sama, nanti pulang jam berapa biar aku jemput," ucapan Hyun membuat Alesha menggelengkan kepalanya dengan cepat. Membuat Hyun mengerutkan keningnya bingung.
"Eh, nggak usah bang, aku nggak mau merepotkan Abang. Nanti aku naik taksi saja nggak apa-apa kok," tolak halus Alesha karena dia merasa tidak enak dengan tawaran Hyun kepadanya.
Mendengar jawaban dari Alesha justru Hyun hanya tersenyum.
"Jam enam aku jemput nanti ya," kata Hyun santai dengan senyuman manisnya.
"Lho tapi bang ..."
"Aku nggak mau ditolak," sahut Hyun cepat.
"Kenapa begitu bang?" tanya Alesha dengan raut wajah bingungnya.
Membuat Hyun seringkali gemas kalau sudah Alesha menampilkan wajah imutnya begini. Baru dua kali bertatap langsung dengan Alesha sudah membuat Hyun berdebar-debar tak karuan.
"Karena kamu sudah sering menolakku. Jadi aku nggak mau lagi ditolak sekarang," jawaban Hyun justru membuat Alesha memanyunkan bibirnya kesal.
"Hati-hati ya," ujar Hyun saat melihat Alesha membuka pintu mobilnya.
"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh," jawab Hyun.
Setelah memastikan Alesha masuk ke dalam kantornya. Hyun segera melajukan mobilnya ke kantor miliknya. Dia ada meeting pagi ini. Tetapi demi bisa jalan berdua dengan Alesha. Maka Hyun rela menunda meetingnya dan mengantarkan gadis tersebut dengan selamat ke kantornya.
Alesha melangkahkan kakinya menuju ke lift. Saat pintu lift terbuka diapun buru-buru masuk ke dalam. Akan tetapi ketika pintunya akan tertutup ada yang berusaha menghalangi dan ikutan masuk ke dalam.
"Maaf, silakan nona," ujar seorang lelaki yang mengiringi jalan seseorang dengan dandanannya yang super glamornya.
Alesha menatap sekilas dan dia langsung tahu siapa seseorang yang ikut masuk ke dalam lift bersamanya. Monica.
Alesha pura-pura tidak melihat meskipun Monica menatap dirinya dengan seksama. Monica yang tahu bahwa gadis berhijab itu adalah Alesha seketika dia mendekat. Sudah lama dia tidak bertemu dengan mantan sahabatnya itu. Akan tetapi rupanya Alesha sekarang sudah benar-benar tidak mau mengenalinya lagi.
"Alesha," sapaan dari Monica membuat Alesha melirik sekilas kepada mantan sahabatnya.
"Hmmm," sahutnya pelan.
"Kamu kerja disini?" tanya Monica kembali.
"Iya," jawab Alesha singkat.
Monica diam karena mendengar jawaban-jawaban singkat dari Alesha. Dia tahu kalau mantan sahabatnya itu masih menyimpan sakit hati kepadanya. Tetapi dia waktu itu bisa apa. Dia butuh uang dan juga kasih sayang dari seseorang yang dia kagumi selama ini. Monica memang menyukai Brian selama ini akan tetapi karena Brian menjadi pacar Alesha. Monica mencoba untuk menahan perasaannya. Akan tetapi ketika Brian menginginkan tubuhnya, maka Monica pun menyerahkan dirinya. Awalnya hanya sebuah simbiosis mutualisme saja. Akan tetapi lama-kelamaan Monica main perasaan dengan Brian. Dan mengesampingkan persahabatannya dengan Alesha.
"Kamu apa..."
TING
Bunyi pintu lift terbuka membuat Monica mengurungkan kalimatnya yang masih ingin berbicara dengan Alesha. Dan alesha pun langsung berjalan meninggalkan Monica dan juga asistennya. Melihat sikap Alesha yang dingin dan datar kepadanya membuat Monica tersenyum getir.
...----------------...
Bersambung πΌ