When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Nopel Author



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Seorang gadis remaja duduk di depan meja kayu usang di depannya. Dia menatap makanan yang terhidang dengan cemas. Sudah hampir jam dua belas malam. Tetapi sang kakak tidak juga kunjung datang. Katanya, sang kakak sudah dalam perjalanan pulang ke rumah. Tetapi sampai hampir dua jam lamanya dia menunggu.Tidak ada tanda-tanda sang kakak akan sampai di rumah kontrakan sederhana itu.


Bolak-balik dia melihat chat di handphonenya. Takut ada pesan penting dari sang kakak. Namun masih saja kosong. Bahkan sekarang chat kakaknya itu tampak nggak aktif sejak terakhir kali mereka berkomunikasi.


Denting jam menunjukkan pukul dua belas malam. Gadis itu memejamkan matanya yang sudah berat namun dia mencoba menahan kantuknya. Entah mengapa dia merasa ada yang tidak beres dengan kakaknya. Kalau pulang terlambat itu sudah biasa. Tetapi kenapa dia merasa perasaannya tidak tenang.


"Selamat ulang tahun Olive. Usiamu sekarang sudah bertambah satu tahun. Kamu sudah semakin dewasa. Kamu harus ingat untuk tidak lagi banyak manja kepada kak William. Dia juga sudah banyak direpotkan olehmu sampai tidak mengerti berpacaran. Kamu kali ini harus bisa membuat kakakmu dekat dengan gadis yang dia sukai. Dia memang sedikit bodoh dalam urusan cinta. Tapi dia adalah kakak kesayanganku. Aku menyayangimu kak, cepatlah pulang. Aku ingin merayakan ulang tahunku ini bersamamu," ucap olive di depan kue ulang tahun yang sudah menyala dengan lilin bertuliskan angka tujuh belas.


Huuuuhhhh


Tiupan lilin dilakukan olive seorang diri setelah memanjatkan doa terbaik untuk dirinya di usianya yang tujuh belas tahun ini. Olive tersenyum bahagia dan mengambil beberapa gambar dirinya di depan kue ulang tahun yang dia beli tadi sepulang sekolah.


Drtttttt


Drtttttt


Drtttttt


Olive melihat sebuah nomor asing memangil. Semalam ini kenapa ada nomor asing yang iseng sih. Merasa kalau itu nomor iseng, olive sengaja tidak mengangkat telepon tersebut.


Namun karena si penelepon tak berhenti menghubungi. Akhirnya olive memutuskan mengangkat panggilan tersebut. Dia mulai berpikir yang macam-macam. Takut ada sesuatu dengan sang kakak yang sampai saat ini belum diketahui kabar dan juga keberadaannya.


"Halo?"


"Apa benar ini nomor adik dari seseorang bernama William Johnson?" tanya suara di balik sana.


Deg!


Perasaan olive mendadak tidak enak. Kenapa dia menyebutkan nama kakaknya. Pikiran olive sudah mulai tidak tenang saat mendapatkan telepon.


"Iya, saya Olivia Johnson. Benar itu adalah kakak saya? Ini siapa ya? dan apa yang terjadi dengan kakak saya?" tanya olive dengan jantung berdegup kencang.


Dia hanya bisa berdoa semoga apa yang dia pikirkan saat ini tidak benar.


"Saya perawat dari rumah sakit X, kami memberitahukan kalau telah terjadi kecelakaan beruntun di daerah Y, dan sodara William menjadi salah satu korban dari kecelakaan tersebut. Saat ini jenazah korban sudah dapat kami identifikasi. Saya harap nona bisa datang ke rumah sakit segera."


Ucapan perawat itu sudah tidak terdengar lagi ditelinga olive. Dia hanya mendengar kata "kecelakaan" dan "jenazah" itu sudah membuat tremor seketika.


"Kakak....hiks...hiks...hiks...kakak..." olive menangis sesenggukan sambil mencari dompet dan tasnya. Ia akan bergegas menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi sang kakak.


"Kakaaaaaak!!!!!!!"


...----------------...


Perusahaan Admaja Grub.


Pagi itu suasana perusahaan terbesar di kota itu telah dihebohkan karena kedatangan CEO baru di sana. Dia adalah cucu dari pemilik perusahaan. Selama ini dia tinggal di luar negeri karena menempuhnya pendidikan S2 nya. Setelah selesai menyelesaikan study nya. Sekarang dia akan memegang jabatan penting di perusahaan milik keluarganya tersebut.


Iring-iringan mobil mewah memasuki halaman perusahaan Admaja Grub. Dan mobil utama yang membawa pewaris dari perusahaan sudah tiba di lobby perusahaan. Semua jajaran petinggi perusahaan sudah menyambut kedatangan pimpinan baru mereka.


Mereka semua berjajar rapi di tepi karpet merah yang terbentang menyambut kehadiran CEO baru di perusahaan. Cucu dari pemilik perusahaan Admaja Grub.


ORLANDO AKSARION ADMAJA


οΏΌ


CEO Admaja Grub itu keluar dari mobil dengan pesona yang mampu menggetarkan jiwa para kaum hawa yang melihatnya. Dengan sorot mata yang tajam dan wajahnya yang begitu tampan dan juga cool. Haduh... siapa juga yang nggak klepek-klepek melihat pria ini. Jantung wanita mana yang nggak akan cenat-cenut kalau mendapatkan tatapan yang begitu menusuk tepat ke inti hati.


"Selamat datang di perusahaan Admaja Grub tuan muda," sambut asisten kepercayaan dari kakeknya, Oscar Admaja.


Hmmm


AKSARION hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya sekilas. Kemudian dia berjalan diikuti oleh asisten pribadinya dan juga seorang sekretaris yang sangat cantik, seksi dan glowing sekali wajahnya. Sampai-sampai lalat pun bisa terpeleset kalau mampir di kulit putih, mulus dan mengkilatnya tersebut.


Tidak hanya penampilan CEO baru Admaja saja yang membuat hati para karyawan cenat cenut tetapi juga melihat penampilan asisten CEO. Rupanya yang tak kalah dingin dari sang pimpinan membuat hati para wanita berdebar. Dia juga sangat tampak dan berkarisma. Pesonanya saat berjalan juga tak kalah dengan sang atasan.


Entah bagaimana semua yang mengikuti CEO Admaja itu memiliki rupa yang begitu tampan dan cantik-cantik. Apakah mereka semua adalah titisan dewa yang turun dari kahyangan ke bumi. Hahahaha... dan inilah khayalan tingkat dewa para karyawan. Mereka ada yang ingin mendekati asisten CEO. Bahkan ada pula yang ingin menggoda sekretaris cantik dari sang CEO.


Belum saja mereka semua tahu bagaimana sepak terjang kedua orang yang mengikuti Aksarion tersebut. Kalau sudah tahu mungkin saja mereka akan berpikir ulang untuk berani mendekati keduanya. Apalagi Aksarion, CEO yang bertampang dingin dan tajam itu memiliki masa lalu yang cukup kelam.


Kematian kedua orang tuanya di depan matanya membuat dia menjadi pribadi yang tak tersentuh. Dia tak mudah didekati oleh siapapun. Sikap Aksarion yang demikian membuat para jajaran dewan direksi menjadi cukup ketar-ketir. Karena cucu dari Oscar Admaja ini tak pernah mereka ketahui bagaimana sifat aslinya. Kehidupannya pribadinya tertutup rapat dan tidak pernah ada bocoran sedikitpun ke publik. Hanya berita tentang kematian kedua orang tuanya saja yang diberitakan. Itupun dikatakan kalau kematiannya akibat kecelakaan. Selebihnya secara detail semuanya ditutup oleh kakek Admaja.


"Silakan tuan muda," asisten David membukakan pintu ruang meeting untuk sang atasan.


Diikuti oleh Miyya yang dengan anggunnya mengikuti langkah sang CEO. Aksarion duduk di bangku pimpinan utama. Dia akan memimpin rapat perdananya kali ini.


"Saya Orlando Aksarion Admaja akan memimpin perusahaan ini lebih baik dan maju dari sebelumnya. Terimakasih," sambutan singkat dari Aksarion mendapatkan tepuk tangan meriah dari jajaran para pejabat penting di perusahaan.


Hanya segelintir orang saja yang menatap Aksarion dengan tatapan mencibir.


"Seharusnya itu adalah posisiku. Kakek sungguh pilih kasih soal cinta dan kedudukan. Siapa bilang dia adil. Sedangkan kepada Arion saja dia bisa bersikap sebaik ini. Tapi tidak denganku yang sama-sama juga cucunya," gumam lirih pemuda yang duduk di pojokan.


"Diem kamu Saka, jangan membuat masalah di saat-saat ini. Kamu ingin kakeknya mencoretmu dari daftar pewaris? Kita akan pikirkan rencana yang baru untuk menjatuhkan Arion. Percayalah kepada ayah nak," ujar lelaki paruh baya yang berdiri di sampingnya.


...****************...


Bersambung 🌼


Mampir juga ke novel terbaru pimoy yang berjudul "69 Days" ya😸