When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Sakit Hati



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Flashback on


Alesha pagi itu ingin memberikan kejutan kepada Brian. Karena hari ini adalah hari ulang tahun jadiannya yang ke dua tahun. Dia sengaja tidak memberitahukan kepada Brian kalau Alesha akan menemui lelaki itu di apartemen miliknya.


Alesha berjalan dengan sangat bahagia. Sambil membawa sebuah roti yang sudah dia hias dengan lilin. Alesha membuka pintu apartemen brian. Pasti lelaki itu masih tidur di jam segini.


Alesha menekan nomor password apartemen brian. Bagi Alesha mudah baginya keluar masuk apartemen brian. Karena dia sudah mengetahui password kamar apartemen tersebut.


Ceklek.


Deg!


Alesha melihat suasana hening di dalam apartemen. Tetapi bukan hal itu yang membuat dirinya merasa terganggu atau takut. Melainkan beberapa baju yang berserakan di lantai. Alesha melotot melihat bahwa tidak hanya baju pria yang berserakan. Akan tetapi baju wanita yang juga tampak berceceran sejak dari pintu masuk sampai menuju ke....


Brug!


Kue yang dibawa Alesha jatuh sudah saat dia melihat kemana arah baju-baju itu menuju. Alesha semakin gemetaran sampai tidak kuat membawa kuenya lagi. Dia melihat pakaian dalam wanita yang berada di dekat kaki tangga. Padahal di apartemen itu hanya ada satu kamar di atas. Yaitu kamar kekasihnya. Mungkinkah??? Mungkinkah???


Alesha sudah berkali-kali beristighfar saat melihat apa yang ada dihadapannya. Dia berusaha menahan air matanya yang akan jatuh. Sebisa mungkin Alesha membuka pintu kamar sang kekasih. Sebenarnya dia tidak pernah selancang ini saat berpacaran dengan Brian. Tidak pernah dia masuk-masuk ke kamar Brian sembarangan. Dia selalu menjaga hubungan mereka dari godaan. Akan tetapi kali ini alesha harus memastikan sendiri apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut.


Alesha mematung saat melihat pemandangan di depannya saat ini. Matanya sudah memanas dan butuh satu kedipan saja maka air mata itu akan jatuh dipipinya.


"Alesha! Sayang!" suara tak kalah terkejutnya juga terdengar dari mulu seorang lelaki yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dia bahkan masih memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.


Melihat siapa yang telah membuka pintu kamarnya membuat Brian terpaku saat itu adalah sang kekasih, Alesha.


"Sayang, aku bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sini, aku..."


Plaaakkk!


Sebuah tamparan keras membuat Brian berhenti dan memejamkan matanya. Brian tahu kalau Alesha sedang marah kepadanya sekarang. Memang ini adalah kesalahannya yang paling fatal. Dia tidak menyangka kalau Alesha akan datang pagi ini secara tiba-tiba ke apartemennya. Alesha biasanya selalu memberitahunya akan tetapi ini diam-diam datang begitu saja tanpa kabar apapun.


"Kita putus!" Alesha mengucapkan kata itu kemudian berbalik pergi dari kamar Brian.


Mendengar ucapan Alesha membuat Brian langsung mengejar gadis yang selama dua tahun ini telah mengisi hari-harinya. Brian bersujud di depan Alesha dan meminta Alesha untuk memaafkannya. Tetapi Alesha tidak peduli lagi. Sudah cukup apa yang dia lihat di depan mata. Dia tidak akan pernah memaafkan sebuah perselingkuhan.


"Sudahlah Al, jangan lagi memohon seperti itu. Biarkan Alesha pergi," ujar sebuah suara yang datang dari arah tangga.


Alesha menatap nanar perempuannya yang datang dari arah tangga dengan menggunakan kemeja putih milik Brian. Alesha mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Kamu.... dasar wanita tidak tahu malu. Kupikir kamu adalah seorang teman ternyata kamu seorang iblis yang tega menusuk teman baiknya sendiri. Menyesal aku sudah pernah baik kepadamu. Ternyata kamu seperti ini kepada kekasih teman baikmu sendiri," ujar Alesha sangat kecewa dengan Monica. Perempuan yang selama ini sudah dia anggap sebagai teman baiknya itu justru telah tidur dengan kekasihnya.


"Kami saling mencintai. Dan dia butuh apa yang tidak pernah dia dapatkan darimu. Bukan salah Brian jika dia selingkuh dibelakangmu. Kamu nya saja yang terlalu naif sehingga Brian membutuhkan belaian wanita lain dibelakangmu," ucapan Monica justru membuat Alesha semakin membenci Brian.


"Hentikan omonganmu itu Monica!" teriak Brian yang membuat suasana semakin memanas saja.


...----------------...


Bersambung 🌼