
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Alesha bangun dari tidurnya dan merasakan tubuhnya yang pegal-pegal. Dia merasa kurang nyaman dengan kondisinya hari ini. Apakah ini karena kemarin dia bekerja terlalu bersemangat sampai lupa makan. Bahkan dia sempat lembur beberapa hari karena ada kesalahan yang terdapat di laporan yang dibuat oleh Mila. Sehingga keduanya mencari dimana letak kesalahannya tersebut.
Gegara Mila yang kesal mikirin perjodohannya. Membuat gadis itu tidak fokus mengakibatkan kesalahan dalam input pekerjaannya. Membuat Alesha ikut menanggung apa yang dilakukan oleh Mila.
"Aduh .. pengen rasanya aku minta ijin saja. Tetapi nggak bisa, huaaaa ... mana musti ngecek ke butik dulu lagi karena ibu belum pulang," alesha menepuk-nepuk pipinya sendiri agar dia bisa semangat bekerja hari ini.
"Ya sudahlah, jalani hari ini dengan semangat!" ujar Alesha memberikan dirinya sendiri semangat.
Drrttt
Drrttt
Drrttt
Sebuah bunyi notifikasi handphone Alesha membuat gadis itu menengok ke handphonenya. Dan saat dia tahu siapa yang mengiriminya sebuah pesan. Seketika alesha meletakkan kembali tanpa membaca isi pesannya.
"Males banget bacanya. Salah sendiri kemarin-kemarin aku dicuekin," gerutu Alesha sambil berjalan ke kamar mandi.
Ya, pesan itu dari Abang Hyun nya. Yang sudah hampir seminggu melupakan dirinya. Biarkanlah si oppa-oppa itu merana karena tidak mendapatkan balasan chat dari dirinya, begitu batin Alesha.
Hanya sarapan sederhana, roti bakar dan susu. Itulah sarapan yang diminta Alesha setiap paginya selama sang ibu tidak ada di rumah. Dia tidak mau membuat susah bibik dengan menu masakan yang macam-macam. Lagipula dia bisa nanti makan di kantin perusahaan. Itu lebih baik daripada membuat orang lain susah kan.
"Non."
"Iya bik," sahut Alesha saat bibik dirumahnya ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Tadi ada telepon dari tuan muda Hyun, katanya nona diminta untuk mengecek chat dari tuan muda. Begitu pesannya non," kata bibik dan Alesha hanya menganggukkan kepalanya. Mengiyakan apa yang bibik katakan kepadanya.
"Ya sudah bik, aku akan berangkat dulu ya. Nanti kalau dia telepon lagi. Katakan aku sudah berangkat bekerja, assalamualaikum," pamit Alesha kemudian bergegas meninggalkan ruangan makan tersebut.
"Waalaikumsalam," sahut si bibik.
"Oalah anak muda, kalau lagi ribut saling diem-dieman begini kapan kelarnya masalah," gumam bibik menggelengkan kepalanya.
Diperjalanan ke kantor, Alesha menyetir sendiri dan merasakan pusing dan juga sedikit mual. Padahal dia tadi sudah sarapan di rumah. Kenapa mendadak mual. Apa asam lambungnya naik. Alesha memutuskan mampir terlebih dahulu ke apotik untuk membeli obat pereda mual. Dia pagi ini ada meeting penting jadinya tidak mungkin untuk tampil tidak prima bukan?
Setelah meminum obat yang dia beli. Kembali Alesha melanjutkan perjalanan ke perusahaannya. Dan ketika sampai di perusahaan Carrabrio mendadak keringat dingin mulai membuat Alesha merasa tidak nyaman. Tetapi dia kuatkan dirinya untuk berjalan dan ketika baru sampai di depan ruangannya. Tiba-tiba saja...
Bruuuuukkk!
Alesha!
Hanya gelap dan Alesha sudah tidak mampu lagi untuk melangkahkan kakinya.
...----------------...
Bersambung πΌ