When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Hati Aman



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


"Aku sudah kembali ma, maaf ada telepon tadi," ucapan seseorang yang baru saja muncul dari dalam membuat perhatian Alesha teralihkan.


Ommo?????


Deg


Deg


Deg


Oppa dari mana ini????


"Hmmmm...kalau nggak balik-balik juga bakalan mama susulin kamu ke kamar mandi, Hyun," ujar Tante Fatimah memicingkan mata menatap sang putra.


"Mama apa sih," gumam lelaki yang dipanggil Hyun tersebut.


Seorang pemuda dengan kemeja warna biru dan celana jeans warna hitam. Tubuh tinggi sekitar 180 cm dengan hidung mancung, kulit putih dan potongan rambut seperti oppa-oppa Korea. Jangan lupakan matanya yang sipit itu. Mirip sekali dengan tante Fatimah. Lelaki ini mirip sekali dengan aktor Korea Jang Kiyong. Ganteng banget pokoknya.


"Ini alesha sudah pulang lho sedari tadi. Bukankah kamu sudah pengen banget ketemu dia. Kamunya malah kelamaan di kamar mandi," gerutu Tante Fatimah masih menyalahkan sang anak.


"Mama...." Hyun menatap sang mama mencoba agar tidak lagi memojokkan dirinya di depan semua orang.


Padahal Alesha sendiri mendengarkan ucapan Tante Fatimah hanya bisa bingung sendiri. Dia mencoba mencerna sebenarnya apa yang sedang terjadi di sekitarnya ini miskaaaahhh.


"Sayang, perkenalkan ini adalah anak kedua mama. Anak mama ada tiga. Dan ketiganya cowok semuanya. Hyun ini anak kedua mama. Ayo Hyun kenalan sama Alesha. Gimana dia cantik banget kan? Pasti nanti malam kamu akan...."


"Mama....." Hyun kembali menatap memperingatkan sang mama yang sudah makin nyerocos aja sedari tadi.


Kalau suaminya ini sudah angkat bicara berarti dia sudah keterlaluan. Akhirnya Tante Fatimah memilih diam karena tidak mau disalahkan oleh anak dan suaminya.


"Hyun," lelaki itu mengulurkan tangannya ke arah Alesha mengajaknya berkenalan. Dan Alesha menyambut tangannya.


"Alesha," jawabnya singkat.


"Alesha, dia ini anak kedua om. Kakak Hyun sudah menikah dan sekarang menetap di Jepang. Karena istrinya asli orang Jepang. Sedangkan adik Hyun masih duduk dibangku SMA. Hyun sendiri selama ini belajar bisnis dari ayahmu, Arsyad. Dialah yang selama ini banyak mengajari Hyun sampai bisa seperti ini. Ayahmu ini begitu hebat memang. Hyun bisa menjadi lebih baik dari papanya sendiri," ujar Harun membuat Arsyad tersenyum.


"Mas terlalu banyak memuji. Memang dasar Hyun saja yang pandai. Dia cepat menyerap ilmu yang aku berikan. Nggak heran kalau dia sekarang sudah bisa membangun usahanya sendiri," ujar Arsyad merendah. Dia tidak mau dianggap terlalu banyak berjasa. Karena menurut Arsyad memang Hyun sendiri yang memiliki tekat yang besar sehingga bisa menjadi sesukses sekarang.


Alesha sedari tadi hanya diam tidak ikut berkomentar apa-apa. Padahal pertemuan kedua keluarga itu begitu menyenangkan. Orang tua Hyun dan orang tuanya begitu akrab berbicara dan membahas masa lalu mereka. Hyun yang melihat kediaman Alesha. Dia pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kenapa gadis manis berhijab yang duduk di sebelahnya ini hanya diam saja.


"Kamu... tidak apa-apa Sha?" kalimat tanya dari Hyun ini membuat Alesha spontan menoleh ke arahnya.


Astaga... dia kapan duduk di sebelahku ya? Alesha begitu terkejut karena hyun sedari tadi ternyata duduk di sebelahnya. Alesha tidak menyadari hal itu.


"Eh... nggak... aku cuma mau pamit."


"Pamit mau kemana nak?" pertanyaan itu terlontaj dari Tante Fatimah yang mendengar ucapan Alesha.


"Kamu mau kemana Al?" tanya sang ibu membuat semua menatap ke arah Alesha.


Membuat Alesha merasa gugup karena ditatap semua orang. Dia jadi bingung mau menjawab apa.


"Sepertinya Lesha ingin bersih-bersih. Apakah begitu?" tanya balik Hyun membuat Alesha seketika menganggukkan kepala.


"Ah, iya, aku permisi mau bersih-bersih dulu sebentar," pamit Alesha kepada semua orang.


"Ya sudah, segera balik ya, nanti kita makan malam bersama," ijin sang ayah Arsyad.


Alesha berpamitan kepada semua orang kemudian bergegas menuju ke lantai dua kamarnya. Sepertinya hatinya merasa tidak aman sekarang.


...----------------...


Bersambung 🌼