When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Tabrakan



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Braaaakkkkk


"Brian! Tunggu Brian!"


Monica berlari mengejar Brian yang tampak begitu emosi saat mendengar ucapan Monica bahwa Alesha akan segera menikah.


"Tidak! Aku tidak akan membiarkan dia dimiliki oleh orang lain. Aaaaaarrrkkhh!" Brian memukuli setir kemudinya karena kesal.


Dia segera menyalakan mesin mobilnya dan hendak menuju ke perusahaan dimana Alesha bekerja. Dia akan memaksa Alesha membatalkan pernikahannya. Kalau perlu, Brian akan menculik Alesha agar dia tidak jadi menikah. Brian akan membawa Alesha ke luar negeri dan menjadikan wanita itu istrinya di sana. Otak Brian sudah buntu dan tidak bisa ditenangkan kembali.


Setelah sang ayah memberikan dia hukuman karena sudah melalaikan pekerjaannya. Brian menjadi kurang fokus dengan Alesha. Dia sibuk dengan berbagai pekerjaan yang harus dia selesaikan. Agar sang ayah tidak lagi mengawasi dirinya dengan ketat. Saat dia bertemu dengan Monica. Wanita itu kembali merayu nya dengan segala tipu daya yang dia punya.


Brian yang sedang stres dan suntuk memang butuh pelampiasan. Brian akhirnya menggunakan jasa Monica yang dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk melayani kebutuhan Brian. Monica begitu bahagia saat Brian kembali mau menyentuhnya. Keduanya pun saling berbagi keringat dan kebahagiaan. Semua itu dilakukan demi mencapai kenikmatan duniawi semata.


Monica begitu lihai memainkan perannya. Sehingga Brian ingin lebih dan lebih. Brian ingin menuntaskannya segala kepenatan dirinya selama sang ayah membuatnya stres dengan pekerjaan. Monica merasa bahwa Brian sudah luluh kepadanya. Dia merasa di atas angin setelah berhasil membuat Brian meneriakkan namanya berkali-kali. Monica berharap bahwa Brian sudah melupakan Alesha. Karena sepengetahuannya, Alesha akan segera menikah dengan seorang pria yang merupakan pilihan orang tua Alesha. Darimana Monica tahu? tentu saja gosip itu sudah menyebar di seluruh pekerja di perusahaan Carrabrio.


"Sayang, aku senang akhirnya kita bisa bersama seperti ini lagi. Aku sangat mencintaimu sayang," ucap Monica sambil terengah-engah. Napasnya yang belum beraturan akibat olahraga yang baru saja dia lakukan bersama dengan Brian. Monica sangat menikmatinya dan Brian juga yang puas akan pelayanan darinya.


Tentu saja jawaban dari Brian membuat hati Monica hancur. Lagi-lagi pria yang sudah mereguk indahnya surga dunia itu menghancurkan harapannya dengan menolak perasaan tulus yang Monica berikan kepadanya. Monica meneteskan air matanya saat Brian dengan kejamnya mengatakan bahwa dia ingin menuntaskan hasratnya saja tidak lebih. Dan Monica adalah tempat pembuangan yang tepat buatnya.


"Jangan keterlaluan kamu Brian. Aku selama ini tulus kepadamu. Kenapa kamu masih saja memandang sebelah mata kepadaku! Lagipula Alesha akan segera menikah, buat apa lagi kamu menggangunya. Dia akan berbahagia dengan lelaki pilihan kedua orang tuanya. Kamu tidak akan bisa kembali bersamanya!" ucapan Monica membuat mata Brian terbelalak sempurna.


Alesha akan menikah!


Kalimat itulah yang terngiang-ngiang dikepalanya. Tanpa banyak bicara kembali, Brian langsung meninggalkan Monica di ranjang hotel. Brian bergegas menuju ke parkiran hotel mengambil mobilnya. Dia harus segera menemui alesha dan menanyakan kejelasan dari pernyataan Monica tersebut.


"Jangan Alesha....jangan tinggalkan aku Alesha....aku sangat mencintaimu Alesha.... arrrrrrrrrrrrrkkkkhhhhhhhh!!!!!" Brian mengusap wajahnya dengan kasar. Dia merasa menyesal karena sudah pernah menyia-nyiakan gadis sebaik Alesha.


Bayangan demi bayangan dirinya dulu bersama Alesha kembali berputar di kepalanya. Brian semakin menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dia bisa terkena bujuk rayuan seorang Monica. Bahkan dia sendiri merasa dirinya kotor dan busuk. Dia saja baru saja kembali menikmati pesona dan pelayanan Monica. Dan sekarang dia menangisi kepergian Alesha yang akan disunting pria lain.


Tiiiiiiiiiiiiiinnn!!!?!


Braaaaaaaaaakkk!!!!!!


Braaaaaaaaaakkk!!!!


Mobil yang dikendarai oleh Brian terbalik setelah menghantam pembatas di tepi jalan. Brian yang masih memiliki kesadaran tipis menatap kosong ke depan. Tubuhnya tidak dapat digerakkan sama sekali. Air mata jatuh membasahi pipinya. Kembali senyum Alesha terbayang diwajahnya. Brian memanggil nama Alesha berkali-kali sampai kesadarannya hilang.


Alesha...... jangan tinggalkan aku....


...----------------...


Bersambung 🌼