
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Sha, kamu beneran nggak mau dirawat di rumah sakit saja?" tanya Hyun kembali karena Alesha memaksa untuk pulang dan beristirahat di rumah.
"Iya bang," jawab lirih Alesha.
"Baiklah kalau itu maumu. Tapi jangan minta Abang buat jauh darimu ya. Mau nggak mau, Abang akan merawatmu selama kamu sakit," ujar Hyun dan Alesha dilarang membantah keputusannya ini.
Kalaupun alesha menolak dirawat olehnya. Hyun akan tetap memaksa gadis tersebut. Kondisi Alesha sedang tidak baik-baik saja. Hyun merasa cemas dan ada sesuatu yang membuat Hyun khawatir.
Hyun mengendarai mobilnya dan telah sampai di depan rumah Alesha. Satpam membuka gerbang saat dilihatnya sebuah mobil yang tidak asing di depan pintu.
"Selamat pagi tuan muda Hyun," sapa pak satpam.
"Iya, pagi pak," balas Hyun kemudian langsung melajukan mobilnya menuju ke depan teras rumah.
Setelah Hyun memarkir mobilnya. Dia menoleh ke arah Alesha yang tampak masih memejamkan matanya. Hyun menghela napas panjang. Dia tahu Alesha sedang menahan rasa sakitnya. Dan Hyun mencoba membangunkan Alesha.
"Sha, sudah sampai di rumah," ucap Hyun pelan sambil menyentuh punggung tangan Alesha.
"Euugghh....."
Alesha mencoba membuka matanya dan melihat sekeliling. Ya, dia sudah sampai di rumahnya. Dia mencoba duduk tegak dan ingin keluar dari mobil.
"Eh, tunggu sebentar," Hyun lebih dulu keluar dari mobilnya dan membantu Alesha membuka pintu.
Selanjutnya Hyun ingin menggendong Alesha tetapi gadis itu menolaknya.
"Jangan Abang, aku bisa sendiri," ujar Alesha karena dia tahu batasan dirinya.
Hyun yang mendengar itu seketika sedikit mundur dan membiarkan Alesha berjalan sendiri. Tetapi Hyun mengawasi langkah Alesha yang sedikit sempoyongan tersebut.
Hyun membantu Alesha sampai masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua. Setelah dia melihat Alesha yang sudah naik ke atas tempat tidur. Hyun menarik selimut yang ada di kaki Alesha. Dan menyelimutkannya di kaki Alesha.
"Terimakasih Abang," ujar Alesha.
"Aku akan ke bawah sebentar. Kamu istirahat saja dulu ya," ujar Hyun dan Alesha hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya perlahan.
Hyun bergegas menuju ke lantai dasar dan menemui bibi di dapur.
"Bagaimana kondisi nona Alesha, tuan muda," tanya bibik yang tampak cemas karena melihat anak majikannya itu pulang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.
"Alesha masih lemas bik. Bisa tolong buatkan makanan buat dia. Bubur ayam?" tanya Hyun.
"Terimakasih banyak ya bik," kemudian Hyun mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi kedua orang tua Alesha.
Tut
Tut
Tut
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya sambungan terhubung.
"Halo."
"Assalamualaikum Bu, ini saya Hyun," sapa Hyun kepada ibu dari Alesha yang mengangkat panggilannya barusan.
"Waalaikumsalam, iya Hyun, ada apa menelpon? tumben? apa kamu sudah bertemu dengan Alesha?" tanya Bu Aisyah yang terkejut di jam segini dihubungi oleh kandidat calon menantunya tersebut.
"Bu, saya ingin mengabarkan kalau Alesha sedang sakit. Saat ini saya ada di rumah. Saya meminta ijin kepada ayah dan ibu untuk merawat Alesha selama dia ada di rumah. Apakah ayah dan ibu mengijinkan?" tanya Hyun.
"Apa?? Alesha sakit?" teriak sang ibu dari seberang sana.
"Iya Bu."
"Lalu bagaimana kondisinya?" tanya Bu Aisyah dengan panik.
Pasalnya dia juga masih belum bisa pulang ke Jawa. Suaminya masih masa karantina. Begitu juga dengan dirinya. Dana sekarang putrinya juga ikutan sakit. Siapa yang akan merawat sang anak di sana?
"Alesha masih beristirahat di dalam kamar Bu. Saya tidak bisa mengatakan kalau dia baik-baik saja," kata Hyun mengatakan apa adanya kepada ibu Aisyah.
"Baiklah, tolong ya Hyun, jaga anak ibu. Kalau ada apa-apa kamu tolong hubungi kami di sini ya. Maaf sudah membuat kamu kerepotan ya Hyun," ujar Bu Aisyah.
"Iya Bu."
"Kenapa tidak dirawat di rumah sakit saja itu aleshanya?" tanya sang ibu penasaran.
"Alesha yang menolaknya Bu," jawab Hyun.
Ibu Alesha hanya menghela napasnya panjang. Dia tahu seberapa keras kepalanya Alesha. Ibu Aisyah tidak mungkin meninggalkan sang suami yang masih menjalani isoman. Akhirnya dia pun memberikan ijinnya kepada Hyun. Dan setelah ini dia akan membicarakan kelanjutan hubungan antara putrinya dengan pemuda berusia dua puluh sembilan tahun tersebut. Antar sesama orang tua tentunya.
"Baiklah Hyun, kabari ayah dan ibu terus ya dengan kondisi Alesha?"pinta ibu Aisyah kepada Hyun.
"Iya Bu, saya akan menjaga Alesha disini."
"Terimakasih banyak nak hyun."
"Sama-sama Bu."
...----------------...
Bersambung πΌ