When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Di Akhir Cerita



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Prangggg!


"Eh, maaf mbak, aku tidak sengaja. Mbak tidak apa-apa?" tanya Alesha karena tidak sengaja menyenggol gelas yang baru saja pramusaji berikan kepadanya.


"Tidak mbak, justru saya yang meminta maaf. Saya akan menggantinya dengan yang baru mbak," ujar pramusaji tersebut kemudian bergegas mengambil alat pembersih dan juga minuman yang baru untuk Alesha.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Hyun yang melihat kejadiannya sekilas. Dia baru saja kembali dari toilet.


"Tidak apa-apa bang, aku tidak sengaja menyenggol gelas yang mbak nya bawa barusan," ujar Alesha sambil memberikan senyuman manisnya kepada Hyun.


"Tapi kamu baik-baik saja bukan?" tanya Hyun sambil memeriksa Alesha dengan seksama. Hal ini membuat Alesha menjadi tersenyum kecil akan perhatian yang calon suaminya itu berikan kepadanya.


"Aku tidak apa-apa bang, ayo duduk. Makanan sudah siap dieksekusi ini. Aku sudah lapar bang," ujar Alesha sambil mengedipkan sebelah matanya.


Hyun tertawa kecil melihat sikap sang calon istri.


"Ayo kita makan. Rupanya sudah ada yang kelaparan ini ya," ucap Hyun merangkul bahu Alesha dan mengajaknya duduk lesehan.


Ya, mereka ada di warung makan lesehan dengan menu makanan mereka kali ini adalah ikan bakar. Alesha suka sekali makan ditempat sederhana ini. Suasananya memang membuat orang menjadi betah berada di sana. Gadisnya itu memang suka sekali menyantap makanan yang sederhana saja. Tidak harus sebuah restoran mahal dengan harga makanan yang berjuta-juta. Itu bukanlah sosok Alesha.


Hyun menatap Alesha yang makan dengan begitu lahapnya. Gadis itu tidak malu makan dengan gayanya di depan sang calon suami. Alesha tetaplah Alesha yang apa adanya. Dan Hyun bukannya makan ikan bakat yang ada dihadapannya. Dia justru memberikan ikannya kepada Alesha yang tampaknya masih ingin nambah.


"Lho Abang nggak makan?" tanya Alesha saat tahu Hyun menyodorkan ikan bakar miliknya.


"Abang akan pesan lagi," ujar Hyun karena tidak ingin Alesha menolak ikan miliknya tersebut.


"Ayo Abang juga harus makan. Jangan malah cuma lihatin aku saja. Ayo aaaa...." Alesha menyuapi Hyun langsung dengan tangannya.


Tentu saja hal itu tidak disia-siakan oleh Hyun. Laki-laki itu langsung melahap suapan dari Alesha. Rasanya memang beda antara suapan sendiri dengan suapan dari orang yang dia cintai. Ada banyak rasa cinta di dalamnya. Jadi membuat makanannya itu terasa nikmat berkali-kali lipat.


Ternyata aku sudah jatuh hati padanya. Dan aku baru menyadari sekarang. Semoga kami bisa selalu bahagia seperti ini. Aamiin.


🌼🌼🌼


Dokter berusaha keras untuk menyelamatkan pasien . Korban kecelakaan dengan luka yang cukup parah tersebut. Keluarga korban sudah menunggu di depan ruangan ICU. Sedangkan korban kecelakaan membutuhkan banyak darah saat ini.


"Lakukan apapun untuk menyelamatkan putra saya dokter. Masalah biaya saya tidak mempermasalahkannya. Segera tangani dia dokter," pinta seorang pria yang tampak panik mendengar berita kecelakaan yang menimpa anaknya.


Operasi pun harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.


Dari lorong rumah sakit tampak seorang wanita yang berlari sambil berderai air mata. Berita kecelakaan yang menimpa Brian membuat dia syok dan langsung bergegas menuju ke rumah sakit dimana Brian do rawat.


Ting!


Bunyi pintu lift terbuka, Monica hendak masuk ke dalam lift namun dia mengurungkan niatnya tersebut.


"Kakak....." Monica tampak pucat pasi melihat siapa yang ada di dalam lift. Seorang lelaki yang sangat dia kenal selama ini.


Lelaki itu tersenyum menyeringai di hadapan Monica.


"Sudah cukup bermainnya sayang, kita akan pulang," setelah mengucapkan hal tersebut lelaki itu memberikan kode kepada kedua anak buahnya untuk membawa Monica bersama dengan mereka.


"Tidak! Kakak....emmmpphh .." sebuah biusan langsung membuat Monica terkulai lemah tak berdaya dalam pelukan sang kakak.


"Berikan dia suntikan pencegah kehamilan," perintah lelaki itu kepada salah satu anak buahnya.


"Aku tidak akan membiarkan bibit lelaki itu tumbuh dalam rahimnya. Hanya anak-anak dariku yang akan tumbuh dari rahimnya kelak," ujarnya kembali sambil menyeringai kejam.


"Siapkan penerbangan. Kita kembali hari ini juga. Siapkan juga pesta pernikahannya," perintahnya lagi.


"Baik bos," jawab salah satu orang kepercayaannya.


"Monica, kita akan hidup bersama selamanya. Kamu hanya milikku. Sejak awal kamu milikku. Dan tidak akan kubiarkan pria lain menyentuhmu lagi," lelaki itu menyentuh wajah cantik Monica yang terkulai di pelukannya.


...----------------...


Bersambung 🌼