
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Saya terima nikah dan kawinnya Siti Alesha Zahra binti Arsyad Putra Carrabrio dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana saksi sah?"
SAH
SAH
SAH
"Alhamdulillah."
Semua orang merasa lega melihat ijab kabul pernikahan Hyun dan juga Alesha. Apalagi kedua orang tua dari Alesha. Keduanya saling berpegangan tangan karena kini putri tunggal mereka telah resmi dipersunting oleh seorang pemuda yang merupakan putra dari teman baiknya.
"Anak kita sudah menikah yah. Dia sudah resmi menjadi istri dari Hyun," ujar sang ibu, Aisyah, sambil mengusap air matanya yang tidak bisa dia bendung. Dia merasa begitu bahagia sekaligus sedih.
"Kita berikan doa yang terbaik untuk keberlangsungan rumah tangga keduanya, Bu. Semoga mereka langgeng, selalu rukun dan juga segera diberikan momongan. Ayah sudah tidak sabar ingin menimang cucu Bu," ujar ayah Arsyad sambil menghapus air matanya.
Dia kembali teringat saat sang putri masih bayi. Dia yang mengadzani dan menggendong bayi mungil yang cantik itu. Kini bayi tersebut sudah menjadi istri seorang lelaki pilihannya. Menantu yang dia pilih dan dia percaya mampu menjaga sang putri. Menyayangi putrinya seperti dia menyayangi Alesha selama ini.
Setelah pembacaan doa setelah ijab kabul. Kini kedua mempelai meminta doa restu. Melakukan acar sungkeman kepada kedua orang tua dari mempelai wanita. Karena orang tua mempelai pria ada di gedung pesta pernikahan. Nantinya mereka akan datang bersama-sama ke gedung pernikahan. Acara ijab kabul ini dilakukan di rumah ayah Arsyad. Rumah dari Alesha, mempelai wanita.
"Ayah, Alesha mohon maaf jika selama ini alesha mempunyai salah kepada ayah. Kini Alesha sudah menikah yah. Alesha memohon doa restu kepada ayah. Doakan rumah tangga Alesha ya ayah," ucap Alesha sambil berlinang air mata. Arsyad pun tidak bisa membendung air matanya sendiri. Melihat sang putri yang kini sudah dewasa.
"Ayah mendoakan yang terbaik buat kamu anakku. Ayah selalu mendoakan kelanggengan hubunganmu dengan Hyun. Doa ayah selalu menyertaimu, nak," ujar Arsyad memeluk erat sang putri.
Kini giliran Hyun yang meminta doa restu kepada ayah mertuanya. Sedangkan Alesha beralih kepada sang ibu.
"Hyun, ayah meminta jaga putri ayah dengan baik. Ayah tidak pernah membentaknya, apalagi bertindak kasar kepada putri ayah. Jangan sekali-kali bersikap seperti itu kepada putri ayah. Jika memang kamu tidak lagi suka kepadanya. Pulangkan dia ke rumah ayah tanpa ada sedikitpun luka ditubuhnya. Kamu harus berjanji kepada ayah," ucap Arsyad dengan tegas sambil memegang kedua bahu Hyun, menantunya.
"Aku berjanji ayah," balas Hyun dengan tatapan mata langsung kepada sang ayah mertua. Arsyad mengangguk dan menepuk perlahan bahu Hyun.
Giliran Alesha yang meminta doa restu kepada sang ibu tercinta, ibu Aisyah.
"Kamus sudah menjadi istri dan calon ibu buat anak-anak kamu kelak. Bersikap dewasalah, jangan kekanak-kanakan lagi. Hyun adalah suamimu, tempat kamu berkeluh kesah sekarang. Jangan mengumbar aib keluarga diluaran sana. Jaga sikap dan jaga bicara kamu mulai sekarang. Patuh kepada suamimu ya, nak. Ijin suami itu mutlak. Doa terbaik ini buat rumah tangga kalian berdua. Semoga pernikahan kalian langgeng selamanya."
Ibu Aisyah dan Alesha berpelukan sambil menumpahkan air mata masing-masing. Kedekatan ibu dan anak perempuannya ini memang tidak diragukan lagi.
...----------------...
Bersambung πΌ