When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Lesehan



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Brak


Alesha menutup pintu mobil milik Hyun. Setelah keduanya mampir untuk melaksanakan kewajibannya di sebuah masjid yang mereka temui di perjalanan.


"Sudah lebih baik?" tanya Hyun yang melihat Alesha tampak lebih segar raut wajahnya daripada sebelumnya.


"Iya," Alesha menganggukkan kepalanya yakin.


Dia tersenyum ke arah Hyun yang telah mengajaknya untuk sholat agar hatinya kembali tenang. Setelah apa yang tadi dia alami di pelataran perusahaan. Sungguh kejadian tadi membuat hati Alesha kembali sesak. Menghadapi sikap mantan yang nggak bisa move on. Padahal si mantan sendiri yang dulunya menyakiti dan menghancurkan hubungan mereka.


"Kita makan dulu ya?" tanya Hyun dan Alesha menjawab dengan anggukan kepala.


Hyun tersenyum lagi menyalakan mobil yang dikendarainya. Dia mulai menjalan mobil sambil bertanya kembali.


"Kamu mau makan apa sha?" tanya Hyun meminta pendapat Alesha.


"Hmmmm.... boleh aku yang pilih tempatnya kah bang?" tanya Alesha.


"Boleh, kamu mau makan dimana?" tanya Hyun sambil sekilas menatap ke arah Alesha. Karena dia juga samb fokus menyetir.


"Aku mau makan lalapan tempe penyet yang ada di langganan ku depan sekolah dulu," ujar Alesha dan membuat Hyun mengerutkan keningnya.


"Abang nanti ikuti petunjukku saja ya buat tempatnya," kata Alesha yang merasa kalau Hyun pasti bingung memikirkan dimana tempatnya.


Hanya menempuh waktu lima belas menit mereka sampai di warung makan lalapan tempe penyet yang dimaksud oleh Alesha. Keduanya duduk secara lesehan. Setelah pesan makanan akhirnya keduanya menikmati makan malam berdua di warung lalapan tersebut.


"Aku pikir Abang tidak pernah makan lalapan begini," ujar Alesha.


"Kamu pikir abang seperti apa?" tanya balik Hyun saat mendengar apa yang dikatakan Alesha kepadanya.


"Ya, aku pikir abang orangnya suka makan di restoran mewah gitu. Nggak bakalan mau kalau diajakin makan di warung lesehan begini," kata Alesha sambil mencomot tempe penyet miliknya.


"Aku belajar dari ayah kamu, sha," jawab Hyun.


"Ayah?" Alesha mengerutkan keningnya mendengar jawaban Hyun.


"Ya, om Arsyad banyak mengajarkan kesederhanaan kepadaku," kata Hyun.


"Ayah memang suka makan di warung daripada di restoran. Kata ayah lebih nyaman. Dan ayah juga nggak pernah hidup berlebihan. Selalu bersikap sederhana. Itulah yang membuat ayah dikiranya pekerja di perusahaannya sendiri. Bukan yang punya perusahaan," kata Alesha sambil tertawa kecil.


Hyun yang melihat tawa Alesha menjadi tersenyum simpul. Tatapan Hyun membuat Alesha jadi salah tingkah. Hyun yang memberikan tatapan kepadanya membuat Alesha menunduk malu. Sedangkan bagi Hyun sendiri senyuman Alesha begitu manis. Sejak bertemu langsung dengan gadis itu, baru kali ini Hyun melihat senyumannya. Oleh karena itulah membuat Hyun tidak ingin melewatkan momen indah tersebut. Dia ingin merekam di otaknya sebanyak mungkin senyuman Alesha.


"Jangan menatapku seperti itu Abang," pinta Alesha.


"Kenapa?" tanya Hyun.


"Abang membuatku merasa ada yang aneh dalam diriku," kata Alesha jujur.


"Oh, maaf," Hyun justru tersenyum mendengar ucapan Alesha. Rupanya gadis dihadapannya ini sedang salah paham dengan arti tatapannya.


"Aku melihatmu karena kamu sangat cantik kalau sedang tersenyum begitu sha," ujar Hyun dengan menatap kedua bola mata Alesha yang membesar karena terkejut mendengarnya.


...----------------...


Bersambung 🌼