
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Hyun menjemput Alesha tepat jam enam sore. Alesha pun juga sudah menunggunya di lobi kantor bersama dengan Mila. Gadis itu ngotot pengen dikenalkan dengan Hyun, calon kakak sepupunya katanya. Dasar emang si Mila ini jahilnya minta ampun. Ledekannya itu seringkali membuat Alesha malu. Alesha pun buru-buru mengajak Hyun untuk segera pergi dari hadapan Mila. Bisa-bisa boroknya Alesha dibuka di depan Hyun oleh si adik sepupu lucknatnya itu.
Brak
Alesha menutup pintu mobil Hyun. Setelah dia berpamitan pergi duluan kepada Mila. Hyun hanya tersenyum melihat wajah Alesha yang masih tampak panik. Hyun tahu kok kalau gadis itu sengaja menghindari pembicaraan dengan Mila. Wajah Alesha yang merah padam karena Mila bilang kalau Hyun itu tipe cowok idamannya. Membuat Alesha seketika buru-buru mengajak Hyun pergi. Dengan alasan kalau Alesha sudah lapar.
"Jangan dengerin omongan si Mila. Dia suka ngelantur emang kalau tanggal tua begini," ujar Alesha sambil mengusap wajahnya dengan tisu yang ada di dashboard mobil Hyun.
"Kenapa sha? panas ya?" tanya Hyun namun bagi Alesha itu pertanyaan seperti sebuah ledekan untuknya.
"Apa sih Abang ini? Mau ngeledekin aku ya? Abang sudah terpengaruh dengan omongan si Mila ini deh," ujar Alesha merasa kesal.
"Oh, gerah aja bang," sahut Alesha yang malu sendiri. Lagi-lagi karena dia keburu-buru mengartikan ucapan Hyun. Sehingga membuat kesalahpahaman itu terjadi.
"Berarti benar apa yang dikatakan Mila dong ya," ucap Hyun sambil menahan tawanya. Alesha jadi kesal beneran neh karena Hyun lagi-lagi membahas soal ucapan si Mila.
"Iiihh...Abang udah dong, malu neh aku jadinya," ucap Alesha sambil mencubit pelan lengan Hyun yang sedang memegang setir kemudi.
"Lho kenapa malu, justru aku sangat senang mendengarnya sha. Aku senang kalau aku termasuk kriteriamu. Berarti hati kita sama dong. Kamu juga tipe cewek idamanku, sha," ucapan Hyun spontan membuat Alesha terperangah.
Benarkah?
"Abang....." Alesha justru tidak bisa berkata apa-apa.
"Abang ngomong jujur sha. Sejak ayah Arsyad menyerahkan foto kamu dulu. Dan Abang pernah melihat kamu mengunjungi ayah di lokasi kerja waktu itu. Abang sudah jatuh hati kepadamu. Abang senang waktu itu mau dikenalkan denganmu. Meskipun sempat gagal waktu karena kita belum diijinkan bertemu oleh Allah. Dana sekarang kamu mau menjadi teman Abang pun. Abang juga seneng banget sha. Impian Abang terwujud," ucap Hyun sejujur-jujurnya. Dia ingin mengatakan apa yang selama ini dia pendam sendiri. Hyun ingin Alesha tahu bahwa dia sudah sejak lama jatuh hati kepada gadis berhijab tersebut.
Alesha tidak menyangka jika cowok yang dia kira irit bicara itu bisa menjadi secerewet ini di depannya. Bahkan mengatakan kalau dia menyukai Alesha sejak lama. Alesha sungguh tidak menyangka. Apakah kini dirinya sedang ditembak? Astaga? Kenapa langsung to the point begini? Batin Alesha menjerit. Dia merasa belum siap kalau memang Hyun sengaja mengajaknya makan malam untuk menembak dirinya. Nanti Alesha akan menjawab apa????
...----------------...
Bersambung πΌ