When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Dijemput



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Tap


Tap


Tap


Alesha buru-buru turun dari tangga lantai dua kamarnya. Dia harus segera tiba di perusahaan. Karena hari ini adalah peluncuran produk kosmetik terbaru di perusahaan. Akan banyak rangkaian acara yang akan diadakan. Dan sebagai sekretaris Presdir maka Alesha harus prepare sebel acara di mulai.


"Ibu, sepatuku ada di...." ucapan Alesha terhenti saat melihat sosok yang pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.


"Abang..."


"Assalamualaikum Alesha. Mau berangkat kerja?" tanya Hyun dengan sopan dan Alesha menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban.


Dia melihat Hyun menatapnya dari atas sampai bawah. Tampak tatapan yang berbeda dari seorang Hyun membuat Alesha baru tersadar kalau dia turun belum memakai.......


"Astaghfirullahaladzim.... maaf Abang, aku balik dulu," ucap Alesha segera berbalik ke kamarnya.


Karena terlalu sibuk mencari sepatunya yang baru dia beli tetapi entah raib kemana. Alesha sampai lupa jika dia belum memakai hijabnya dengan sempurna. Bukannya belum pakai. Tetapi dia masih memakai Ciput saja. Hijabnya belum. Karena dia sibuk mencari keberadaan si sepatu.


Alesha segera berbalik ke kamarnya dan memperbaiki penampilannya. Dia malu kelihatan seperti itu di depan Hyun. Lelaki yang menjadi pilihan kedua orang tuanya. Ya memang menjadi pilihan kedua orangnya dulu. Karena Alesha masih belum yakin sepenuhnya dengan Hyun. Alesha masih trauma dengan laki-laki. Jadi dia ingin melihat dulu seberapa dalam hyun memperjuangkan dirinya.


"Iiissshhh.... kenapa dia sepagi ini sudah main ke rumah sih? Apa dia nggak bekerja? Ini kan hari efektif kerja," sungut Alesha sambil menata kembali riasan wajahnya.


Dia memoles beberapa bagian yang tadi masih berantakan agar tampak terlihat sempurna. Alesha cukup malu sewaktu turun dan bertemu dengan Hyun tadi penampilannya masih berantakan. Tetapi dipikir-pikir lagi biarlah tuh orang tau gimana aslinya dia. Kalau si Hyun itu memang suka beneran sama dia toh dia nggak akan mikirin itu semua. Kalau si Hyun beneran benci sama penampilan dia yang biasa saja berarti itu cowok hanya naksir dari fisik dia aja. Bukan melihat dari hatinya. Bener nggak sih!


"Bodo amatan lah dia mikir aku kek gimana. Aku sekarang nggak mau terlalu overthinking dengan memikirkan apa mau orang lain. Yang penting diri aku bahagia. Terlalu banyak mikirin orang lain. Malah diriku sendiri yang dibuat menderita. Dulu terlalu mikirin nasib Monica. Membantu dia segal macam. Malah dia merebut cowok yang aku punya. Bahkan dengan tega mengatakan kalau mereka saling suka. Dimana otak dia waktu ngomong kayak begitu. Astaghfirullah.... pagi-pagi aku sudah mengumpati dan mengghibahi orang," ujar Alesha sadar jika jiwa bar-bar nya memang belum sepenuhnya sembuh.


Alesha dulunya sebelum berhijab memang cukup bar-bar. Dia cewek tangguh dan pemberani. Di kampus dulu dia suka ikutan HIMPA. Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam. Alesha dulu suka ikut acara pendakian digunung segala. Dan itulah yang menjadi daya tarik dia di mata seniornya saat itu, yaitu Brian. Seorang idola kampus mengejar-ngejar Alesha sampai dibela-belain ikutin semua kegiatan kampus yang diikuti oleh Alesha. Senekat itu dulu Brian demi mendapatkan perhatian dan cinta dari Alesha. Eh... begitu dapat malah di sia-siakan. Itulah nasib Alesha. Miris. Setelah diperjuangan dan dibuat tersanjung sampai langit tertinggi. Setelah itu dihempaskan dengan kelakuan Brian. Dengan teganya berselingkuh dengan sahabat baik Alesha.


Tok


Tok


Tok


Ceklek.


"Alesha, sudah selesai belum nak? Ada Hyun dibawah nungguin kamu," ujar sang ibu Aisyah memanggilnya berkali-kali.


"Lho kok nungguin aku? Ngapain Bu?" tanya Alesha bingung.


"Jangan banyak tanya, cepetan kamu siap-siap. Kamu mau terlambat berangkat kerjanya?" ujar sang ibu kemudian menyerahkan sepatu baru milik Alesha yang tadi dicarinya.


"Cepetan nggak pake lama ya," ultimatum sang ibu kembali lalu meninggalkan sang putri di kamarnya.


"Eh .... iya Bu, sudah selesai ini, aku akan turun dalam lima menit lagi," ujar Alesha langsung buru-buru membereskan peralatan make up nya.


Alesha membenarkan hijabnya sekali lagi kemudian turun ke bawah setelah memastikan dia sudah tampil paripurna. Eh .... tapi bukan paripurna karena menyambut Hyun. Tetapi karena di kantornya juga lagi apa acara. Dia sebagai sekretaris harus tampil sempurna. Apalagi nanti dia akan ketemu ulat bulu di sana.


Tap


Tap


Tap


"Lama bener. Ini Hyun udah nungguin," ujar sang ibu.


"Lho Abang buat apa nungguin aku segala. Abang nggak kerja?" tanya balik Alesha kepada Hyun karena merasa dia tidak sedang janjian dengan Hyun kok.


Plak


"Aduh ibu ini kok mukul aku sih?" gerutu Alesha yang tidak terima dengan pukulan yang diberikan oleh sang ibu.


"Kamu ini pikun atau bagaimana? Semalam ayahmu sudah bilang kalau nggak bisa ngantar kamu ke kantor. Ayahmu ada kepentingan dengan klien. Jadi biar digantikan sama Hyun saja. Kamu sudah bilang iya kok," ujar Ibu Aisyah meyakinkan sang putri.


Hyun yang mendengarkan perdebatan ibu dan anak itu hanya tersenyum saja.


Sedangkan Alesha tampak garuk-garuk hijabnya pelan. Dia merasa nggak ada pembicaraan seperti itu sebelumnya. Kenapa jadi mendadak ayahnya minta si Hyun untuk jemput dia segala.


"Udah sana buruan berangkat kerja. Hyun juga akan berangkat kerja itu," ucap sang ibu menyadarkan Alesha.


"Eh ibu ini kenapa malah dorong-dorong aku sih," gumam Alesha dengan sedikit kesal.


"Aku berangkat dulu Bu, assalamualaikum," pamit Alesha.


"Ayo Abang," ajak Alesha kemudian melewati Hyun begitu saja.


"Saya pamit dulu Bu, assalamualaikum," pamit Hyun mencium punggung tangan ibu Alesha.


"Iya, hati-hati di jalan ya Hyun, baik-baik kerjanya kamu nak, semoga lancar hari ini," ujar ibu Aisyah sambil melambaikan tangannya kepada mereka.


Seperginya mobil Hyun dari pelataran rumahnya. Ibu Aisyah tampak menulis sebuah pesan chat kepada suaminya. Setelah pesan terkirim tampak dirinya merasa lega.


"Kalau nggak begini kapan dekatnya itu keduanya. Punya anak satu kok keras kepalanya kebangetan banget. Untung Hyun orangnya sabaran. Hmmm," ujar Bu Aisyah kemudian kembali masuk ke dalam rumah.


...----------------...


Bersambung 🌼