
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Monica menggenggam erat sebuah pesan yang memutar video tentang kejadian di pelataran perusahaan Carrabrio. Dan ada sebuah pesan yang membuat dia meradang seketika.
"Kamu........!!!! aku muak dengan kelakuanmu ini, kakak!" geram Monica dengan sorot mata penuh dendam.
Monica sudah lama tidak mengetahui kabar kakak tirinya tersebut. Lelaki itu entah menghilang kemana saja selama ini. Setelah menghancurkan dirinya lelaki itu kemudian pergi. Sekarang dia muncul lagi dengan membawa sebuah ancaman. Monica sungguh merasa muak dengan sang kakak tiri tersebut. Lelaki yang sudah merenggut kesuciannya itu.
*****Flashback on*****
Braakkkk!
Suara pintu dibuka dengan keras terdengar. Dengan suara meracau lelaki berusia dua puluh lima itu masuk ke dalam sebuah rumah. Seorang gadis muda berusia tujuh belas tahun meringkuk di atas ranjangnya dengan tubuh bergetar. Dia sudah bersembunyi di dalam lemari saat mendengar suara sang kakak. Monica sangat takut karena sang kakak pernah menyiksa dia saat dalam kondisi mabuk. Monica tidak mau hal itu kembali lagi terjadi.
"Monica!!"
"Monica!"
"Monica!"
Monica hanya menutup mulutnya agar tetap diam meski air matanya telah mengalir deras. Dia tidak mau sampai sang kakak menemukan dirinya yang sedang bersembunyi saat ini.
Monica selama ini hanya tinggal dengan sang ibu. Dia tidak pernah mengetahui siapa ayah kandungnya. Lelaki yang selama sepuluh tahun dia panggil ayah adalah ayah tirinya. Lelaki itu mempunyai seorang anak cowok. Tetapi anaknya itu begitu dingin dan tidak pernah menyukai kehadiran Monica dan juga ibunya. Cowok itu bernama Dion.
Selama menikah dengan ayah Dion. Kehidupan Monica dan ibunya menjadi jauh lebih baik. Mereka hidup sangat berkecukupan. Monica juga bisa menikmati hidupnya yang serba mewah. Dia bergaul dengan anak-anak orang kaya. Dan dunia malam sudah menjadi kebiasaan hidup Monica.
Dan yang mencengangkan adalah ternyata ayah Dion meninggalkan banyak hutang di perusahaan. Dion yang belum bisa mengendalikan perusahaan ayahnya menjadi kalang kabut mengurusnya. Sehingga perusahaan pun harus gulung tikar alias bangkrut. Belum cukup itu saja, Dion semakin frustasi dan stres karena ditinggal oleh kekasihnya.
Wanita yang selama dua tahun itu menemani hari-hari Dion. Kini memilih untuk bertunangan dengan lelaki lain yang lebih baik hidupnya. Dia tidak mau bersama dengan Dion yang hanya akan membawa kesusahan dalam hidupnya.
Kini Dion menjadi peminum dan suka mabuk setiap kali pulang ke rumah. Dan sasaran Dion adalah Monica yang saat itu tidak mengerti apa yang harus dia lakukan. Karena selama ini Monica hanya memiliki ibunya saja.
Malam itu Dion mabuk berat. Dia masuk ke kamar Monica dan mencari keberadaan gadis itu. Dion mencoba mencari di setiap sudut kamar Monica. Tetapi tidak dia temukan keberadaan gadis tersebut. Hingga dia menatap sebuah lemari pakaian milik Monica. Firasatnya mengatakan bahwa gadis itu berada di dalam sana.
Brak!
Arrrrkkkhhhh!
Ampun, kak!
Ampun, kak!
Jangan...
Monica merintih kesakitan sambil menangis sesenggukan karena tarikan Dion yang begitu kencang di rambutnya. Dion yang malam itu terpengaruh oleh alkohol tidak dapat mengendalikan dirinya. Apalagi setelah dia mengetahui kalau sang kekasih hari itu menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya. Semakin membuat hati Dion sakit dan minum adalah obat pelampiasan dari semua yang dia rasakan.
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Monica. Monica terpelanting ke ranjang queen size miliknya dan terjatuh di sana. Entah setan apa yang merasuki Dion malam itu. Dia yang melihat pakaian Monica yang begitu seksi malam hari itu membuat sesuatu dalam tubuhnya terasa terbakar. Gadis dihadapannya itu begitu menggoda jiwanya yang haus akan belaian dan kasih sayang. Malam itu tanpa perasaan Dion telah merenggut kesucian Monica. Walaupun Monica sudah menangis, memohon dan merintih sekalipun. Lelaki itu tetap mengambil apa yang berharga dalam hidupnya. Hidup Monica hancur setelah apa yang Dion lakukan kepadanya.
Namun tragisnya, saat pagi hari Monica terbangun dengan tubuh yang remuk dan bagian sensitifnya yang terasa begitu sakit. Ternyata Dion malah sudah pergi meninggalkan rumahnya. Pembantu di rumah itu mengatakan bahwa pagi-pagi buta Dion sudah pergi meninggalkan rumah dengan membawa koper dan tas. Monica merasa sangat hancur mendengar kenyataan tersebut. Sejak itulah hidup monica mulai berantakan. Demi menyambung hidupnya Monica menjual rumah milik sang ayah tirinya. Dia bahkan rela menjual dirinya sendiri demi bisa melanjutkan hidup dan membiayai sekolahnya.
Dari satu pelukan ke pelukan lain para om-om maupun sugar Daddy yang haus akan belaian. Itulah yang dikerjakan Monica. Karena dia butuh bertahan hidup setelah semuanya meninggalkan dirinya seorang diri. Hanya pekerjaan itulah yang bisa membuatnya cepat mendapatkan uang.
Flashback off
...----------------...
Bersambung πΌ