When I'm Falling In Love

When I'm Falling In Love
Buaya Rawa



...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


.....................


Ehemmmm


Sebuah deheman dari arah belakang tubuh Alesha membuat kedua gadis yang sedang asyik bercengkrama di kantin itupun menoleh.


"Eh, mas Ricki, ikutan gabung sini mas," ajak Mila yang melihat sosok lelaki ganteng dan idola di perusahaan sang ayah.


Siapa yang tidak mengenal sosok Ricki. Sosok manajer pemasaran ini memang sangat terkenal. Selain prestasi yang dia selalu torehkan buat perusahaan. Dia juga seorang duda yang banyak menjadi incaran gadis maupun janda yang ada di kantor. Bahkan sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda kalau mas duda itu akan melepaskan masa sendirinya.


Padahal banyak karyawan cewek yang ngedeketin dia. Bahkan ada yang menawarkan diri untuk dijadikan istri olehnya. Si cewek berani nembak duluan tetapi si duda tak bergeming sama sekalj. Justru penolakan halus yang dia berikan. Berita ini bahkan menyebar ke seluruh perusahaa. Pesona sang duda telah banyak membuat keder banyak karyawati.


Namun, berbeda dengan salah satu karyawati yang bekerja sebagai sekretaris sang pimpinan. Gadis manis berhijab itu sama sekali tak merespon berlebihan dengan sikap sang manajer. Membuat hati si duda cukup penasaran dibuatnya. Kenapa gadis berhijab ini tampak seperti biasa saja kepadanya. Padahal si duda sudah memberikan sinyal-sinyal kepada si gadis. Namun Alesha tak bergeming sama sekali. Justru terkesan menjaga jarak dengannya.


"Mas boleh satu meja dengan kalian dek Alesha?" tanya Ricki menatap Alesha.


"Oh, silakan mas," jawab Alesha singkat dengan senyum tipis menghiasi bibirnya.


"Yah, kok cuma Alesha aja yang ditanya. Aku nggak ditanya juga neh mas Ricki pilih kasih deh," sungut Mila pura-pura merajuk akan sikap Ricki barusan.


Mendengar hal itu Ricki hanya terkekeh.


"Iya deh dek Mila, mas boleh ikutan gabung nggak neh?" tanya Ricki kembali dengan lembut kepada Mila.


"Aaahhh....mas Ricki bisa aja deh, boleh dong mas, sini duduk," balas Mila dengan senyum semringahnya.


"Duluan ya mas Ricki, ayo Mil," ajak Alesha kepada Mila.


"Kok buru-buru sih dek?" tanya Ricki karena sebenarnya dia masih ingin duduk agak Lamaan dengan Alesha.


"Iya mas, masih ada pekerjaan tadi belum selesai," dengan segera Alesha menarik tangan Mila yang tampaknya enggan berpisah dengan Ricki. Namun tatapan mata Alesha membuat Mila mengikuti langkah sepupunya itu.


Ricki menatap kepergian gadis berhijab itu dengan sedikit kecewa. Dia sebenarnya masih ingin dekat lama-lama dengan Alesha. Namun sepertinya gadis itu merasa tidak nyaman didekatnya.


"Kenapa sih Al, buru-buru banget, padalal aku masih..."


"Ya udah kalau kamu pengen diterkam buaya rawa. Sono balik aja ke sana. Tapi kalau ntar kamu nangis-nangis nggak jelas lagi jangan pernah ngadu lagi ke aku ya. Aku udah pernah peringatan kamu sebelumya," potong Alesha cepat.


"Tunggu!" Mila menahan sepupunya berhenti dahulu. Dia ingin mengklarifikasi berita tentang si Ricki.


"Mas Ricki buaya? yang bener? bukannya dia di kantor baik-baik aja ya? maksudku dia nggak pernah bersikap ganjen selama di kantor?" ujar Mila mengerutkan keningnya.


"Iya, itu kalau di kantor. Cek aja media sosialnya maka kamu akan tahu seperti apa dia. Ganjen banget pokoknya dia memang begitu sangat mengerti musti bagaimana bersikap kepada cewek. Dia itu pemain yang sesungguhnya tau nggak sih. Udahlah jangan tertipu dengan sikap dia di luar. Belum tentu dalamnya baik," kata Alesha membuat Mila seketika melongo dibuatnya.


"Jangan tertipu dengan cerita kesedihan yang selama ini dia sampaikan. Dia itu seorang pemain yang sedang mencari mangsa selanjutnya untuk dijadikan korban," lanjut Alesha.


Ternyata diam-diam sepupunya ini sudah menyelidiki soal Ricki. Apakah dia sempat ada rasa dengan si duda tersebut? Itu yang jadi pertanyaan Mila sekarang?


"Eh, kamu dulu pernah tertarik sama tuh duda? Kok sampai stalking media sosialnya segala?" pertanyaan usil Mila ini membuat sorot mata Alesha seketika tajam menatapnya.


Hehehehe


Mila seketika nyengir melihat respon dari Alesha.


"Ya aku kan cuma tanya, dimana salahnya coba?" gerutu lirih Mila.


...----------------...


Bersambung 🌼