
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Assalamualaikum," Alesha seperti biasa selalu memberikan salam saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam," sahutan dari arah ruang tamu terdengar banyak. Rupanya kedatangannya menjadi atensi juga bagi tamu sang ayah.
"Nah ini anaknya yang ditunggu-tunggu sudah datang. Sini nak," suara itu membuat Alesha seketika membelalakkan mata. Itu adalah suara om Harun, teman baik ayahnya.
Ada apa ini sebenarnya? batin Alesha cemas.
"Sini nak, masuklah, ikutan gabung sama kita, ada om Harun dan keluarganya di sini," ajak sang ayah kepada Alesha.
Seketika Alesha memejamkan mata sejenak. Dugaan dia benar ternyata. Kalau yang bertamu saat ini ke rumahnya adalah om Harun. Lalu apakah dia datang bersama anaknya. Astagaaa..... dia saja baru pulang dari kerja. Sudah seharian capek dikerjaan. Pulang kerja lelah malah ketemu dan debat sama mantan. Sekarang sampai rumah pengen langsung rebahan malah kedatangan tamu pengen meminang.
Eh... kenapa jadi pengen dipinang sih? Alesha malah merutuki pemikirannya sendiri saat ini.
"Alesha....," panggilan sang ibu membuat Alesha tersadar dari lamunannya.
Gadis itu sampai terperanjat karena sang ibu sudah ada di sebelahnya berdiri. Lah sejak kapan ibunya sudah berdiri aja di sebelahnya. Padahal tadi masih duduk di dekat sang ayah.
"Kamu ini malah diem saja di sini. Ayo itu lho, om Harun datang bersama istri dan anaknya. Kamu musti kasih salam dulu sama mereka," ajak sang ibu sambil menarik lengan putrinya.
"Selamat malam om Harun dan Tante," salam Alesha yang masih dipegangi oleh sang ibu.
"Oh, jadi ini yang namanya Alesha. Cantik sekali dia. Kenalkan nama mama adalah Fatimah. Jangan panggil Tante ya sayang, panggil saja mama. Sama seperti Hyun manggil mama," ujar wanita cantik berhijab berwarna cream tersebut.
Meskipun usianya sudah tidak muda lagi tetapi wanita bernama Fatimah itu tampak masih cantik. Dan matanya sipit seperti Chinese. Apakah tange Fatimah ini keturunan Chinese ya? batin Alesha.
" Ayo duduk sini bersama-sama. Kami datang kemari karena ingin bertemu dan berkenalan dengan kamu lho sayang," ujar Tante Fatimah sambil menarik tangan Alesha dengan sayang dan di ajak duduk bersebelahan dengannya.
"Tuh kan, apa kata papa, kalau kalian bertemu pastinya cocok. Alesha ini selera mama banget deh. Bener nggak dek Arsyad? Jangan kaget ya kalian berdua kalau istriku ini sudah cocok. Bisa diculik ini nanti Alesha dibawa ke rumah," gelak tawa terdengar karena bahan candaan dari om Harun.
Alesha hanya bisa ikutan nyengir tanpa tahu apa yang membuat mereka merasa lucu. Justru Alesha sendiri sekarang malah bingung. Dia harus bagaimana dan bersikap seperti apa. Dia hanya duduk diem dan menunggu apa yang akan selanjutnya terjadi padanya. Pasrah saja sudah si alesha ini ceritanya.
"Eh, mana si Hyun ini dari tadi nggak balik-balik juga. Ke kamar mandi kok lama sekali," ujar Tante Fatimah sambil melongok sesekali ke dalam seperti mencari seseorang.
"Aku sudah kembali ma, maaf ada telepon tadi," ucapan seseorang yang baru saja muncul dari dalam membuat perhatian Alesha teralihkan.
Ommo?????
Deg
Deg
Deg
Oppa dari mana ini????
...----------------...
Bersambung πΌ