
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
Aku, Siti Alesha Zahra. Aku sosok yang keras kepala. Apalagi soal percintaan. Aku tidak mau dan menolak keras adanya perjodohan. Apalagi kalau menikah dipaksa oleh keinginan orang tua. Aku sangat menolak hal tersebut.
Karena bagiku, dalam pernikahan itu adalah hubungan antara aku dan pasanganku. Jadi seharusnya kami saling memahami dan mengerti satu sama lain. Bukan sebuah hubungan yang dipaksakan karena orang tua yang suka.
Jadilah ketika ayah Arsyad memintaku untuk berkenalan dengan putra dari teman baiknya. Waktu itu aku kesal sekali karena merasa bahwa ayah terlalu memaksakan dirinya. Aku tidak mau dijodoh-jodohkan seperti itu. Ini sudah jaman milenial bukan lagi jaman kolonial. Sekarang yang ada adalah Siti Alesha Zahra bukan lagi Siti Nurbaya.
"Ayah, aku nggak mau dijodohin. Pasangan itu milih sendiri bukan dipilihin, ayah!"
Itulah kalimat yang aku lontarkan saat ayah mengatakan ingin mengenalkanku dengan Hyun. Akan tetapi waktu itu aku sedang dekat dengan lelaki yang kukira selama ini telah baik kepadaku. Dia adalah Brian Hanggoro.
Setelah kegagalan yang aku alami. Aku menjadi sinis dengan seorang pria. Apalagi ketika diriku didekati oleh seorang duda. Dan ternyata dia adalah duda pemain yang sudah ahli memainkan perasaan seorang wanita. Beruntung radarku cepat menangkap sesuatu yang tidak beres dengan pria tersebut. Sehingga ketika dia memberikan jurus-jurus perhatiannya yang menjerat perhatian seorang wanita. Aku bisa sukses menangkis segala pesona fatamorgana yang diberikan olehnya. Semuanya hanya semua yang dia berikan. Karena dibalik semuanya itu. Banyak korban yang sudah terkena rayuan mautnya. Dan berujung dengan tangisan dan kekecewaan.
Aku menjadi sosok yang dingin dengan cowok sejak saat itu. Sampai ayah mengatakan kembali bahwa akan mempertemukan aku. Lebih tepatnya mengenalkan aku dengan putra teman baiknya kembali. Aku sudah malas menolaknya. Dan membiarkan niat ayah dan om Harun.
Malam itu tanpa sepengetahuanku. Bertemu dan berkenalanlah aku dengan Abang Hyun. Cowok yang berusia lima tahun lebih tua dariku. Sikap dan perilakunya untuk kesan pertama baik. Tetapi aku mencoba untuk tetap memproteksi diri. Agar tidak lagi terjebak seperti saat bersama dengan Brian.
Aku mencari tahu apa saja terkait dengannya. Aku intip semua media sosial yang dia miliki. Aku cek semuanya tentang apa saja yang dia posting dan siapa saja wanita yang pernah bersama dirinya. Namun, aku tidak menemukan jejak wanita yang pernah dekat dengannya. Apa dia tidak pernah pacaran dengan siapapun? Itu tidak mungkin bukan? Tentunya dia lelaki normal. Pastinya pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita.
Aku begitu penasaran akan sosoknya. Dan seperti apa dia sehingga ayah dan ibu begitu suka dengan sosok Ahmad Hyun Raffasya. Aku sebenarnya juga mulai tersentuh akan perhatian dan kesabarannya saat menjaga ku dikala aku sakit. Aku begitu terharu melihat dia dengan telaten menjaga dan merawatku dikala titik terendahku. Kupikir dia akan jijik merawatku akan tetapi dia justru dengan telaten selama ini menemaniku.
Haruskah aku mengatakan kepada semuanya. Kalau aku merasakan debaran yang berbeda kepadanya. Aku sungguh merasakannya. Debaran rasa yang tak bisa aku gambarkan. Namun aku bisa pastikan bahwa itu sesuatu yang membahagiakan. Ya Allah, apakah ini cara Engkau membolak-balikkan hati hambaMu ini. Aku rasa aku mulai ada perasaan sayang kepada lelaki ini. Jika memang dia adalah jodohku, maka dekatkanlah kami. Tetapi bila memang dia bukan jodohku. Segera jauhkanlah kami.
Aamiin
...----------------...
Bersambung πΌ