
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Disini?" tanah Hyun yang telah mematikan mesin mobilnya.
Dia mendongak melihat sebuah warung makan lesehan lalapan yang direkomendasikan oleh Alesha. Hyun tadi pagi sudah berjanji akan mengajak Alesha makan malam. Dan Alesha menyetujuinya dengan syarat dia yang harus menentukan lokasinya. Akhirnya Hyun pun sepakat dengan permintaan dari Alesha tersebut. Tetapi dia tidak menyangka jika Alesha akan mengajaknya ke warung makan lesehan begini.
"Disini makanannya enak bang. Dan juga tempatnya cukup bersih kok. Ayo turun," ajak Alesha dan tentu saja Hyun tidak bisa menolak ajakan gadis manis berhijab tersebut.
Hyun dan Alesha turun kemudian mencari tempat duduk yang mereka rasa nyaman. Keduanya kemudian didatangi oleh pramusaji dan memberikan menu makanan yang tersedia di sana. Setelah memesan ikan bakar dan minumannya. Keduanya asyik melihat pemandangan yang ada di warung lesehan tersebut. Terutama Alesha, dia begitu suka dengan kolam ikan yang ada di samping tempat duduknya. Ikan-ikan di sana berenang dan suara air yang mengalir membuat suasana di warung itu semakin menyenangkan.
Sedangkan Hyun juga asyik menatap pemandangan. Tetapi bukan ikan yang menjadi objeknya. Melainkan Alesha yang sedang tersenyum manis itulah yang menjadi sasarannya. Hyun tak pernah bosan melihat wajah ayu dari Alesha. Semakin mantap sajalah hati Hyuk mempersunting Alesha. Meskipun gadis berhijab itu masih memintanya waktu untuk memantapkan hatinya.
"Bukankah di rumah juga ada kolam ikan ya?" tanya Hyun memecahkan keasyikan Alesha dengan ikan-ikan yang dia lihat. Alesha menoleh dan tersenyum.
"Iya, kalau duduk santai Deket kolam ikan begini dengan suasana yang tenang itu bikin adem pikiran. Jadinya segala penat itu akan segera lenyap," ujar Alesha dengan mata berbinar bahagia.
Sungguh sederhananya gadis dihadapannya ini. Dengan melihat kolam ikan saja sudah membuatnya bahagia.
"Nanti aku akan buat kolam ikan spesial di rumah kita," ujar Hyun membuat Alesha terkejut mendengarnya.
"Ya, rumah kita, rumah kita berdua setelah berumah tangga. Rumah dimana ada kita dan anak-anak kita nantinya," ucapan Hyun seketika membuat Alesha merona dibuatnya.
Gadis itu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersentuh dengan ucapan lelaki bermata sipit seperti oppa-oppa Korea ini.
"Abang bisa aja deh, ah," sahut Alesha yang tampak sedikit salting dibuatnya.
"Kenapa? Memangnya nggak boleh. Ucapan adalah doa. Aamiinkan saja ya," ujar Hyun sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Alesha semakin tergelak dibuatnya.
"Sejak kapan Abang menjadi genit begini ih," tanya Alesha geli sendiri dengan tingkah Hyun barusan kepadanya.
"Sejak aku dekat denganmu. Aku jadi pengen godain kamu terus," kata Hyun lagi-lagi dengan jurus gombalannya yang receh tersebut.
"Aku nggak mau digodain aja, aku tuh maunya abang...."
"Abang pasti halalin kamu kok. Kalau perlu malam ini juga nggak apa-apa. Nanti Abang akan telepon ayah Arsyad kalau anak gadisnya sudah siap menikah sama Abang."
PLAK
"Iihhh... Abang ya, belum juga aku selesai bicara sudah main serobot saja deh," ucap Alesha yang reflek memukul Hyun karena lelaki itu sudah menyerobot ucapannya sebelum selesai.
Hyun sendiri hanya tertawa mendengar Omelan dari Alesha. Tentu nantinya saat Hyun balik ke Kalimantan Timur dia akan merasakan rindu dengan gadisnya tersebut.
Sabar menunggu ya sayang, Abang nggak akan lama perginya. Abang pasti akan merindukan saat-saat bersamamu ini. Tunggu Abang kembali ya dek....
...----------------...
Bersambung πΌ