
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Kamu menolaknya!" pekik Mila yang terkejut setelah mendengar cerita dari sang sepupu.
Plak!!!
Sebuah pukulan langsung mendarat dengan sempurna ke lengan Mila. Membuat gadis itu langsung mengaduh kesakitan.
"Aduh! kamu ya Siti! Suka bener KDRT sama sepupu lu sendiri!" sungut Mila tak terima dengan perlakuan Alesha kepadanya.
Sehingga panggilan Siti keluar sudah. Memang itulah cara Mila agar membuat Alesha menjadi kesal kepadanya.
"Habisnya belum juga aku selesai bicara. Dirimu sudah ambil kesimpulan saja. Aku bukan menolaknya. Bukan......!!! Catet itu."
Alesha memberikan jeda ucapannya.
"Terus apa namanya kalau bukan menolaknya?" sahut Mila masih saja dengan nada nyolotnya.
"Aku cuma ingin kita berdua sama-sama saling mendekatkan diri kepada Allah. Jujur Mila, aku sudah tidak mau pacaran terlalu lama dan berujung sakit seperti kisahku dengan Brian waktu itu. Aku ingin kali ini jika memang bang Hyun adalah jodohku. Maka tentunya Allah akan semakin mendekatkan kita. Maka karena itulah aku ingin kita berdua sama-sama meminta kepada Allah. Saling berdoa disepertiga malam kita," ujar Alesha dan ucapannya sukses membuat Mila menjadi terdiam.
"Hmmm... aku setuju dengan pendapatmu," ucap Mila singkat.
Mila bangkit dari duduk dan menghampiri saudara sepupunya itu. Mila memeluk Alesha sekilas dan memberikan ketenangan kepada sang saudara. Dia tahu bagaimana dulu Alesha menjalin hubungan dengan Brian. Sampai sepupunya itu berani menentang keluarganya. Akan tetapi, perjuangan cinta yang dilakukan oleh Alesha justru dibayar lunas oleh Brian dengan pengkhianatan. Brian berselingkuh dengan Monica. Cewek yang sudah dianggap seorang sahabat oleh Alesha. Jadi pantas saja jika Alesha masih mengalami trauma akan kejadian itu. Dan begitu sulit untuk membuka hati kepada cowok lain. Meskipun kita tidak boleh menyama ratakan semua orang. Tetapi Alesha butuh waktu untuk sembuh dari semua kejadian buruk yang menimpanya.
"Aku yakin bang Hyun adalah orang yang bisa mengerti kamu. Aku melihat ketulusan cinta dimatanya untukmu, sha," ujar Mila memberikan semangat kepada Alesha.
"Semoga saja. Aku tidak mau lagi berjuang seorang diri. Aku memang merasa nyaman dekat dengan dia. Tetapi aku juga perlu meyakinkan diriku sendiri. Kalau memang dialah orangnya. Aku ingin pernikahan ini sekali selamanya," ujar Alesha.
"Aamiin ya rabbal alamin, aku selalu berdoa yang terbaik buat kamu, sha," kata Mila dengan tulus.
"Lalu sekarang apa yang kalian lakukan? Maksudku hubungan kalian kedepannya?" tanya Mila.
"Bang Hyun masih akan disini sampai Minggu depan. Kemudian dia akan mengurusi urusan di Kalimantan timur. Katanya ada yang bermasalah di sana. Dan ayah tidak bisa menghandle masalah itu kecuali bang Hyun. Ya kalau memang jodoh, sejauh apapun itu, pasti akan bersatu juga," ujar Alesha dengan senyuman manisnya.
"Pasti. Aku juga percaya Allah tidak pernah salah dalam memilihkan pasangan hidup kita. Bahwa segala apa yang telah tertakat tidak mungkin akan pernah tertukar," sahut Mila dengan senyum pasta giginya.
"Wow.... bijaksana sekali ini calon ibu pimpinan," ledek Alesha yang mendengar ucapan Mila begitu bijak. Tumben saja saudara bisa berbicara sebijak itu.
"Kesambet apa Bu? bisa sebijak ini sekarang ngomongnya?" tanya Alesha dengan tertawa kecil.
"Gegara kesambet duda tuh," balas Mila tak kalah menohok. Membuat Alesha diam seketika.
"Heh! Masih jalan sama tuh duda labil?????" tanya Alesha dengan mata melotot tajam menatap Mila.
"Hahahaha.... gitu aja langsung sensi sha. Heran deh aku sama kamu. Kenapa kamu bisa sensitif gitu bahas itu bapak duda. Memang pernah ada masalah apa kamu sama dia?" tanya Mila penasaran.
"Neh ya, aku ceritain masalahnya. Biar kamu bisa mikir dan mundur tuh buat jalan-jalan bareng dengan si duda labil. Dia dulu pernah ngatain suka sama aku setelah aku putus dengan Brian?" terang Alesha.
"Hah? Yang bener sha? kapan? kok aku nggak tau?" tanya Mila penasaran.
"Terus...terus.."
"Ya aku nggak terimalah, aku bilang aku masih ingin sendiri. Dia ngeyel banget tuh. Bahkan kekeh bener ngejar akunya sampai suatu hari aku mergokin dia jalan bareng salah satu karyawan magang di bagian marketing. Aku lihat keduanya barengan terus ya. Dan aku pernah mergokin mereka ke hotel berdua," perkataan Alesha membuat Mila syok.
WHaaaaatttt!
"Terus aku pas ke toilet cewek mendengar sendiri cerita cewek itu. Kalau si duda labil itu kelakuannya emang begitu. Dia selain nembak aku, dia juga nembak cewek itu. Dia itu suka tebar jaring nah tinggal siapa aja yang masuk ke perangkapnya," ujar Alesha membuat Mila tidak bisa berkata-kata.
"Udahlah, mil. Jangan berdekatan dengan duda labil itu lagi. Daripada ntar dirimu sakit hati. Dia emang manis. Kata-katanya manis. Rayuannya manis. Perhatiannya dahsyat. Tetapi jangan lupa. Dia juga adalah pemain yang sebenarnya. Dia udah suhunya memainkan hati seorang wanita. Ntar kalau bosen pasti dibuangnya itu wanita. Bahkan dari info yang aku dengar. Perceraian dia dengan mantan istrinya juga karena pihak ketiga. Bukan dari mantan istrinya. Tetapi karena tuh cowok yang selingkuh dengan rekan kerjanya di tempat kerjanya yang dulu. Sebelum kerja disini," terang Alesha.
Mila manggut-manggut mendengarkannya.
Ternyata pemain juga ....
...----------------...
Bersambung πΌ