
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
.....................
"Apaaaaaa????"
Ssssstttttt
"Kamu bisa pelanin suaramu nggak sih, Mil. Ini ada di kantor tau nggak? Bukan di hutan," cerocos Alesha karena teriakan dari Mila setelah mendengar cerita dari Alesha.
"Terus, terus...."
"Terus nabrak!"
Plak
"Aduh!" cetus Alesha karena lengannya ditepuk keras oleh Mila.
"Jangan sembarangan kalau bicara. Aku nanya serius ini," ujar Mila dengan raut muka kesal. Sepupunya dari tadi ditanyain nggak jelas Mulu jawabannya.
"Ya nggak terus-terusan mil, kita cuma berkenalan saja. Nggak lebih, udah gitu doang. Puassss," ujar Alesha kemudian kembali menghadap laptopnya.
"Lah ini malah mau kerja lagi. Aku masih nanya ini, Al!" ujar Mila yang masih penasaran dengan kisah sang sepupu.
"Kamu ngerasa nggak sih Al, kayaknya cowok itu jodoh kamu deh," ujar Mila menopang dagunya menatap Alesha.
"Kok bisa begitu? Alasanmu apa?" tanya Alesha kembali melihat ke arah Mila.
"Kamu dulu ngotot banget mempertahankan Brian dan menolak dikenalkan dengan dia. Sekarang kamu kembali menerima kan dipertemukan dengan dia. Berarti kalian jodoh tuh. Meskipun kami awalnya menolak sekalipun. Kalaupun memang kalian itu berjodoh, pastinya dirimu akan kembali ke tuh cowok juga akhirnya," jelas Mila membuat Alesha hanya bisa menghela napas.
"Entahlah mil, aku nggak memikirkan sampai di sana. Aku hanya ingin berteman saja dulu. Lagian aku belum tahu seperti apa dia sebenernya. Aku masih pengen tahu dirinya lebih dalam. Aku nggak mau gegabah ambil keputusan," perkataan Alesha membuat Mila mengerti.
Trauma yang pernah Alesha alami tentu membuatnya menjadi belajar untuk lebih berhati-hati. Apalagi pernikahan itu sesuatu yang sakral. Tidak untuk dibuat sebuah permainan. Maka Alesha ingin benar-benar menikah sekali seumur hidup. Seperti kedua orang tuanya yang selalu harmonis berdua selama ini.
"Ya kamu benar, tapi kalau melihat secara fisik sepertinya dia itu cowok idaman kamu bukan sih. Tinggi, putih, mata sipit, kek oppa-oppa gitu penampilannya. Yang begituan kan idaman kamu banget," sindir Mila sambil menaik-turunkan alisnya menggoda sepupunya.
"Hmmm . . . iya juga sih, cuma tetaplah musti cari tahu lebih dalam tentang dia. Agar nggak ada penyesalan nantinya," ujar Alesha.
"Eh, aku lupa, dari tadi nyerocos kemana-mana malah jadi lupa tujuan aku dari awal menemuimu," ujar Mila menepuk keningnya.
"Kenapa memang?" tanya balik Alesha.
"Kamu sudah denger gak kalau si gatel itu bakalan jadi model di perusahaan ini," ucap Mila memberitahukan kabar terbaru itu kepada Alesha.
"Jangan bilang dia yang kamu maksud adalah....," Alesha sengaja menjeda ucapannya.
"Iya, dia adalah cewek gatel itu. Monica," ujar Mila.
...----------------...
Bersambung πΌ