
..............
Prakkkk
Suara beberapa makanan dan hadiah yang Adrian jatuhkan di meja depan Bili
“Loe mau jualan jajanan di kelas Yan?” tanya Bili dengan tawanya yang mengejek
“Wahhh ada makanan tuh bagi dong” Robi datang dan langsung mengambil satu cokelat yang ada diatas meja Bili dan Adrian
“Bawa semua kalau loe mau” Ucap Adrian kemudian duduk di kursinya
“Pasti dari fans cewek-cewek itukan?” lanjut Bili dan ikut mengambil satu makanan
Adrian hanya menjawab “hmmmm” lengkap dengan sikap dinginnya
“Bakal banyak makan gratis nih, besok loe harus bawa kantong pelasrik besar Yan” Kata Robi yang masih duduk diatas meja Adrian dan Bili
“Yan gue kasih untuk my lov lov Eka ya” lanjut Robi yang membawa beberapa cokelat dan hendak keluar menghampiri Eka yang lewat didepan kelasnya
Adrian masih dengan muka datarnya melihat Robi yang begitu saja berlalu membawa cokelat dan memberikannya pada cewek yang ia goda
sedangkan Bili geleng-geleng kepala dan berkata “Dasar buaya gak modal” perkataan itu ia tunjukkan untuk Robi yang senang mendekati cewek-cewek cantik. Kemudian Adrian dan Bili mengobrol membahas pelajaran.
“Hai may lov lov Eka, kamu mau cokelat?” ucap Robi menyodorkan cokelat yang ia bawa pada Eka.
Seketika Eka menghentikan langkahnya dan melihat Robi sekilas, lalu mencoba melihat kedalam kelas Robi dan didapatkanlah apa yang ia cari
“Minggir loe” balas Eka yang menyingkirkan Robi dan masuk kedalam kelasnya untuk menemui Adrian
“Loe yang namanya Adrian?, Gue Eka kelas 12 IPA 1, gue sekretaris osis” Eka menunjuk Adrian dan berusaha mengenalkan dirinya
Adrian yang sedang mengobrol dengan Bili kemudian melihat seorang cewek menghampiri dan memperkenalkan diri dihadapnnya, seperti biasa Adrian hanya melihatnya dengan muka datar tanpa ekspresi
“Kenapa loe Cuma diem aja” lanjut Eka yang melihat Adrian tidak membalas perkataannya
“Setidaknya loe perkenalkan nama” jawab Eka yang masih berdiri di depan meja Adrian dan Bili
“Loe pikun atau udah gak punya otak, barusan loe bilang nama gue kan. Jadi gak perlu gue repot-repot memperkenalkan diri” balas Adrian dengan sikap dinginnya
Eka yang mendengar itu langsung pergi keluar karena memang bel masuk sudah berbunyi
“Sialan, seorang Eka diabaikan oleh cowok??? Sangat mustahil, Adrian tunggu saja loe pasti akan ngejar-ngejar gue” dalam hati eka yang terus berjalan menuju kelasnya.
Bili dan Robi hanya diam melihat kelakuan Eka dan merasa kasihan karena diabaikan Adrian,
"satu lagi cewek terabaikan dipagi ini oleh Adrian" gumam Bili
“Dia itu sekretaris osis loh Yan” ucap Bili yang mulai duduk kembali
“Terus gue harus muja-muja dia karena pangkatnya itu?” tanya Adrian yang duduk disamping Bili
“Bukannya loe mau masuk osis, bisa gawat kalau dia gak lolosin loe” lanjut Bili
“Hemmm bener Yan, loe harusnya baik-baikin dia dulu” sahut Robi dari belakang meja mereka
“Emang setiap keputusan itu ada dalam diri cewek itu? jika seperti itu gue pastikan ia mundur dari jabatannya” balas Adrian dengan serius
Bili dan Robi terdiam mendengar perkataan Adrian yang benar-benar serius, mereka pun mulai memahami sikap Adrian yang memang sangat dingin terhadap wanita terutama dengan wanita yang selalu menggoda.
Tak lama pak Eko masuk kedalam kelas 12 IPS 1 dan memulai pelajaran.
*******
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊