Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 13



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


******


Di rumah Natasya


Didalam rumah Natasya, bu Halimah dan bu Lina sedang tertawa bersama karena lawakan Natasya. Kemudian bu Halimah melihat ketiga orang pria yang tadi berpamitan ke masjid sudah datang.


“Sutttt Sya jaga suaramu, para laki-laki itu sudah datang” ucap bu Halimah dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya


Natasya menghentikan tawanya dan terkejut melihat Adrian masuk bersama kedua laki-laki paruh baya itu. Natasya tak bersuara melihat Adrian ia hanya bergumam dalam hatinya


“Ngapain si Burung hantu ini disini, atau jangan-jagan bu Lina adalah ibunya dan yang disamping Abi adalah pak Herlambang??? hadehhhh hadehhh hadehhhh” sambil geleng-geleng kepala.


“Langsung makan aja bi” ucap bu Halimah menawarkan makan kepada semuanya


“Ide bagus tuh, gerimis ini membuat lapar” jawab Pak Yusuf


“Bener Suf” timpal pak Herlambang. Kemudian mereka semua berjalan menuju meja makan yang telah tersedia berbagai masakan


“Ternyata benar itu si Banteng hahaha, tapi kenapa dia malam ini cantik banget ya, ahhh sudah Yan sepertinya matamu rabun karena gerimis tadi” gumam Adrian dalam hatinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mereka semua duduk dan makan bersama di meja makan, Adrian dan Natasya masih sama-sama diam walaupun didalam hati mereka saling mengejek.


Selesai makan pak Yusuf, pak Herlambang, Adrian, dan Natasya masih duduk di meja makan kemudian pak Yusuf berbicara


“Natasya kenapa diam saja nak, tidakkah lebih baik memperkenalkan diri dulu kepada pak Herlambang?” tanya pak yusuf pada Natasya


“Salam om saya Natasya Putri, maaf jika saya kurang sopan” ucap Natasya memperkenalkan diri dihadapan pak Herlambang


“Ia nak tidak apa, Namamu cantik seperti orangnya” jawab pak Herlambang


“Loh mau kemana? Tidak mau kenalan dengan pria tampan yang ada di hadapanmu itu” ucap pak Yusuf menggoda, melihat Natasya berdiri dari kursinya hendak pergi membantu ibu membereskan bekas makan


“Tidak usah Bi, ngapain kenalan sama Burung hantu” balas Natasya tanpa ia sadari memanggil Adrian dengan sebutan Burung hantu, karena sedari tadi ia kesal dengan Adrian. Kemudian Natasya berlalu pergi dari meja makan


“Dasar Banteng” sahut Adrian yang refleks memanggil Natasya Banteng karena kesal mendengar Natasya memanggilnya burung hantu.


Kedua orang tua mereka menatap heran dengan kelakuan putra dan putrinya itu


“Mungkin mereka sudah saling kenal Bi, kan Natasya sekolah di SMA pak Herlambang” ucap bu Halimah memecahkan keheranan mereka sambil mengangkat piring kotor dari meja makan


“Ia benar juga” sahut pak Yusuf kemudian tertawa yang diikuti pak Herlambang dan bu Lina


“Pantas saja kamu selalu pulang sore dari sekolah Yan, ternyata disana ada gadis secantik ini” goda pak Herlambang pada anaknya dengan menyikutkan siku ke Adrian.


Adrian tak menjawabi ayahnya itu begitupun Natasya tak bersuara lagi setelah kejadian tadi, ia terus mencuci dan membereskan piring-piring yang kotor.


Para laki-laki itu kini telah pindah posisi di ruang tamu dan melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda tadi, tapi bu Lina masih di dapur membantu membereskan meja makan dan mengobrol bersama ibunya Natasya.


“Sya bu Lina mau pamit nih” ucap bu Halimah pada Natasya yang masih mengelap piring basah


“Ia bentar Mi” Natasya mengelap tangannya yang basah kemudian menghampiri bu Lina dan ibunya, mereka bertiga berjalan menuju ruang tamu


“Yuk Bun, sudah malam besok Adrian harus sekolah juga, kami pamit ya Suf, dan terimakasih sambutanmu membuat diri ini betah berlama-lama” ucap pak Herlambang


“Ini tidak seberapa Her, sering-sering mampir, Semoga betah ya nak nanti” balas pak Yusuf kemudian menepuk pundak Adrian


“Dia pasti betah Suf, apalagi ada yang bening-bening haha” pak Herlambang masih menggoda anaknya itu


Para orang tua itupun tertawa namun tidak dengan Natasya dan Adrian, kemudian Adrian mencium kedua tangan pak Yusuf dan bu Halimah untuk berpamitan, disusul dengan Natasya yang mencium tangan kedua orang tua Adrian


“Kalau begitu kami pamit, Assalamu’alaikum” lanjut pak Herlambang masuk ke mobil dan pergi meninggalkan kediaman pak Yusuf.


Setelah kepulangan pak Herlambang Natasya yang penasaran dengan ucapan ayahnya tadi menanyakannya pada ibunya, bu Halimah pun menjelaskan bahwa selama Ramadhan nanti Adrian akan tinggal di pesantren dan ikut program ramadhan di pesantren ini,


Natasya yang mendengar itu terkejut, seakan tak percaya. Ia terus bergumam dalam hatinya tentang perkataan ibunya tadi, Natasya bergumam tak lain sambil mengejek Adrian dan meremehkannya, sampai ia tertidur bersama dengan gumamannya itu.