
......
Di kelas 12 IPS
“Yan do you want to canteen?” tawaran dari Robi kepada Adrian
“Gak usah ke ingris-ingrisan Rob, gue bisa bahasa Indonesia juga” balas Adrian yang kemudian berdiri dari tempat duduknya sambil berlalu meninggalkan Robi
“Hahaha Robi-Robi, Jom lah” lanjut Bili yang berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju kantin bersama Adrian dan diikuti Robi
Ketika mereka melewati tiap koridor kelas, para siswi berteriak memanggil Adrian dan ingin berkenalan dengannya, tapi Adrian hanya berlalu sambil terus berjalan menuju kantin. Ketika sampai di depan kelas 11 IPS 2 yang bersebelahan dengan 11 IPS 1 ia dihampiri oleh tiga orang gadis.
“Hallo ka Adrian, kenalin gue Sandra” sambil menjulurkan tangannya, namun tak dibalas oleh Adrian, kemudian Adrian berkata
“Udah taukan nama gue, gak perlukan kenalan lagi”. Balas Adrian yang berlalu dengan sikap dinginnya itu. Kemudian tangan Sandra dijabat oleh Robi “Biar loe gak merasa terabaikan” lanjut Robi seraya mengejek
“Ihhhhhhhh” Sandra langsung menggosok-gosok tangannya untuk membersihkan dari jabat tangan dengan Robi
......
“Hahaha si bala-bala diacuhkan sama ka Adrian hahahaha” tawa Alika yang sedari tadi menatap kearah ketiga cowo cool disekolahnya.
Disisi lain teriakan para siswi masih mengiringi langkah ketiga cowok itu. Natasya yang sedang menikmati makanannya kini merasa terganggu dengan suara jeritan para siswi itu sehingga dia memasang muka kesal.
“Loe kanapa Sya?” tanya Rara yang melihat Natasya sepertinya tak nyaman. Seketika Alika pun melihat Natasya dan mengatakan “Sya loe gak liat itu muka si bala-bala ancur banget hahaha”
Natasya masih tak menjawab perkataan kedua sahabatnya ia masih terus berusaha menghabiskan makanan yang berada didepannya.
“Sutttt diem Alika. Loe kenapa Sya? tiba-tiba badmood” Rara yang berusaha menghentikan tawa Alika dan kembali bertanya pada Natasya
Hemmmmm Natasya menghembuskan napasnya yang berat dan berkata “Seganteng apa sih yang namanya Adrian itu sampai semua cewek dari ujung sampai ujung histeris gitu, ganggu gue makan” Natasya melanjutkan makannya walaupun dengan badmood.
Sebelum kedatangan Adrian ke sekolah, Robi dan Bili memang cowok yang cukup terkenal, karena tampang mereka yang lumayan dan gaya mereka yang cool begitu juga karena tingkah mereka yang sedikit
barbar dan palyboy. Bahkan kepopuleran mereka mengalahkan anak-anak IPA. Begitupun dengan Natasya cs yang banyak dikagumi kaum adam.
Tanpa Natasya sadari ketiga cowok tampan itu menghampiri mereka.
Tiga cowok itu terus berjalan menuju taman yang disana terdapat Natasya, Alika dan Rara
“Sya... Sya... Sya” panggil Alika yang menggoyangkan tangan Natasya
“Apa lagi Al?” Natasnya menjawab dengan pertanyaan
“Sya ada pangeran datang” lanjut Alika yang masih tak berkedip melihat Adrian
“Hah makin ngaur anak ini, udah lanjut makan, Cepat” balas Natasya yang masih sibuk dengan makan siangnya
“Sya ini serius sang pangeran tak berkuda sudah datang” sambung Rara yang sama melihat ketiga cowok itu menghampiri mereka
“Yehhh kunyuk sama kupret ini mulai gila, weyy mata kalian mau copot tuh” ucap Natasya yang melihat kedua sahabatnya menatap tak berkedip
“Bolehkan kami gabung disini” ucap seorang cowok dari arah belakang Natasya. Yang tak lain adalah Adrian. Sontak Natasya terkejut dan menghentikan makannya, matanya terbelalak mendengar suara yang menurutnya sangat lembut tanpa menoleh kebelakang. Dan ketiga cowok itu langsung duduk.
“Haiii Rara, Alika” sapa Bili sambil melambai tangan pada mereka yang masih terdiam melihat Adrian yang begitu ganteng kebangetan.
“ka Robi, kagak liat gue makan apa?” jawab Natasya yang menunjukkan piring makannya dan enggan meladeni Robi ia masih cukup terganggu karena teriakan para siswi yang memanggil Adrian, tapi Natasya masih tidak melihat ke sebelah kanannya dimana ada Adrian dan Bili
“Jangan marah-marah dong beb, kamu lagi pms ya atau kepanasan? Sini bebeb Robi kipasin huff hufff hufff” Robi memonyongkan mulutnya seraya meniup-niup disamping Natasya
“ka... gue bukan anak kecil, mending kakak tiupin bakso pesanan kakak yang sudah dateng tuh” jawab Natasya sambil menunjuk pesanan ketiga cowok itu yang sudah berada dimejanya.
“kenalin ka aku Indira Aprilia di panggil Rara” sambil menjulurkan tangannya ke Adrian,
“Adrian Syaputra” yang membalas uluran tangan Rara
“Aku Alika” lanjut Alika yang menjabat tangan Adrian ditambah dengan senyum manisnya.
Sebelum Adrian menjawab....
Plakkk plakkk
suara pukulan tangan dari Natasya kepada kedua sahabtanya
“Bukan Muhrim, jangan lama-lama”
“Auuuuu, iya iya gue lupa Sya” balas Alika
“Hahaha galak amat Sya” ucap Bili yang tertawa melihat kelakuan Natasya
“Hehehe” Natasya hanya tertawa sambil menoleh kearah Bili, seketika ia sadar seseorang yang berada disamping Bili
“Elooo!!!!!” Teriak Natasya terkejut sambil berdiri setelah melihat Adrian
Adrian pun menoleh kearah Natasya dan ia juga terkejut kemudian berdiri
“Loh ko bisa eluh”
Mereka yang menyaksikan adegang Elo dan Elu diantara Natasya dan Adrian merasa aneh dan bertanya-tanya.
“Udah-udah duduk dulu, kenapa ela elo ela elo sih. Emang kalian udah saling kenal?” Tanya Bili yang menghentikan ketegangan mereka
“Enggak” Adrian dan Natasya menjawab dengan kompak
Rara, Alika, Robi dan Bili yang menyaksikan itu hanya tertawa melihat tingkah kedua orang yang belum kenal tapi sudah seperti kucing bertemu tikus.
“Kenapa kalian tertawa? Ayo pergi, jangan sampe mood gue nambah hancur gara-gara burung hantu ini” ucap Natasya melirik Adrian kemudian menarik kedua tangan sahabatnya itu untuk pergi dari taman
“Dasar banteng” balas Adrian yang tak dibalas oleh Natasya, ia terus berjalan meninggalkan mereka yang masih ada di taman, dan Natasya berjalan menuju kantin untuk membayar makanan yang dipesannya tadi.
“Ini benar-benar gila, ternyata gadis cantik yang gue perhatikan dari pagi itu si Banteng yang di Bandara, kenapa gue bisa lupa muka dia” dalam hati Adrian
*****
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊