
LANJUT YUK KA
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH đ
SELAMAT MEMBACA
*****
Natasya yang tersadar melihat Adrian menatapnya tajam bergumam dalam hati
âMatiiii gue, si burung hantu matanya mau copot, apa dia benar-benar ke rumah tadi pagi?â Natasya bertanya dalam hatinya
âRa, Al. Balik ke kantin lagi yuk, gue lupa beli sesuatu tadiâ ucap Natasya mencoba menghindari Adrian
âLoe mau beli apa?â tanya Rara
âLolipopâ jawab Natasya sekenanya
âNah ia gue lupa, gue juga mau beli ituâ sahut Alika
âAyo Alâ Natasya menggandeng tangan Alika dan berbalik ke kantin lagi
Rara yang melihat kedua sahabatnya itu berbalik arah mengekor dibelakangnya
.......
âMau kemana lagi si banteng itu? mencoba menghindar dari gue?â batin Adrian yang melihat Natasya berbalik arah
âYan loe gak dengerin kita dari tadi?â tanya Bili
Adrian melihat kedua temannya itu dengan mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum kikuk tanpa dosa
âAhhh loe ini, tenang aja Natasya gak bakal kemana-mana dia milik loeâ ucap Robi yang sadar melihat Adrian memperhatikan Natasya dan kedua temannya
Adrian tidak menanggapi perkataan Robi, ia malah membuka ponsel dan mengirim pesan di grup osis untuk segera kumpul di ruangan.
Robi yang memegang ponselnya refleks langsung membuka chat grup osis dan mendapati pesan yang dikirim Adrian
âHahaha loe ini masih aja gak paham sikap dan sifatnya Adrian, yuk lahâ balas Bili yang beranjak dari duduknya
Adrian masih tak menanggapi kedua sahabatnya ia hanya memasang muka datang dan tak peduli
kemudian Adrian, Bili dan Robi berjalan menuju ruang osis. Setelah menunggu beberapa menit semua anggota osis berkumpul dan rapat pun dimulai.
......
Sampai rapat usai, Adrian masih saja menatap Natasya dengan tajam entah memang karena ia kesal atau hanya menggoda Natasya saja. Namun tatapannya membuat Natasya tidak nyaman.
Kemudian Sandra menghampiri Adrian dan menghalangi pendangan Adrian yang melihat Natasya. Sandra mencoba mendekati Adrian entah drama apa yang sedang ia mainkan untuk meluluhkan hati Adrian. Namun tak lama Eka pun datang dan berdebat dengan Sandra dihadapan Adrian, namun dengan santainya Adrian hanya diam dan duduk mendengarkan kedua gadis itu dengan kaki kanan yang ditumpangkan ke kaki kiri lengkap dengan kedua tangan yang menyilang didadanya
Natasya yang melihat itu hanya senyum-senyum sambil bergumam
âYa Rabb terimakasihâ gumam Natasya yang didengar Rara
âLoe kenapa?â tanya Rara
âGue sedang menyaksikan drama antara ular berbisa dan ulat bulu mereputkan burung hantuâ balas Natasya
âMaksud loe ituâ Rara melirik Adrian yang sedang berhadapan dengan Sandra dan Eka
âEmmmm, Ra sini duduk ayo nontonâ jawab Natasya dengan senyumnya sambil menarik tangan Rara untuk duduk disampingnya
Rara pun yang ditarik tangannya terduduk disamping Natasya menghadap drama layar lebar yang tak berbatas itu
Kemudian Natasya mencoba mengarang cerita dengan menyesuaikan gerakan dari Sandra dan Eka yang berhadapan dengan Adrian.
Rara yang mendengar Natasya mengarang cerita tertawa terpingkal pingkal
âSya stop perut gue sakitâ ucap Rara yang memegang perutnya kesakitan karena tertawa
âKalian tertawa kenapa?â tanya Alika yang baru datang dari toilet melihat Rara dan Natasay puas tertawa
âHahaha gak ada, loe udah? ayo jalanâ jawab Natasya
Alika yang masih heran hanya diam dan mengikuti Natasya menuju parkiran, Rara pun berusaha menghentikan tawanya dan ikut berjalan bersama Natasya dan Alika.