Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 36



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Terlihat dikursi taman ustad Mahmud masih asik berbincang dengan ketiga temannya.


Adrian yang melihat itu hanya bergumam dalam hatinya


“Benar-benar bertahan menunggu Natasya” sambil geleng-geleng kepala dengan menyunggingkan senyum sinisnya


“Tapi dimana si Banteng dan kawan-kawannya dari tadi gak keliatan, kumpul osis juga gak ada, itu para bocah pada kemana?” Adrian bertanya dalam hatinya


.....


“Adrian, boleh gue duduk disamping loe?” tanya Eka yang datang menghampiri Adrian


Adrian hanya diam tidak menanggapapinya


“Gue mau nanya serius sama loe, apa benar loe pacarnya Natasya?” ucap Eka yang duduk di samping Adrian


“Eemmm” jawab Adrian yang merasa sangat malas meladeni Eka


“Loe mau pacaran sama gadis ganjen itu yang songong, gak tau sopan santun, dan sering meladeni cowok? dia gak pantes sama loe Adrian” ucap Eka menjelek-jelekkan Natasya


“Kalau loe cuma mau menjelekannya didepan gue, mending loe pergi dan urus tugas loe dengan para catering itu” Adrian menajamkan matanya menatap Eka


“Kenapa masih diem, SANA” ucap Adrian dengan nada membentak


Eka yang melihat Adrian marah pergi dengan kecewa sambil menyeka air mata yang hendak terjatuh


“Kenapa si Eka?” tanya Bili yang datang menghampiri Adrian


Adrian hanya menganggkat bahunya tanpa membalas pertanyaan Bili


Tiba-tiba Robi datang dengan tergesa-gesa


“Brother brother brother....” Robi berlari menghampiri Adrian dan Bili


“Kenapa?” tanya Bili


“Gue tadi denger dari siswi lain bahwa si Sandra lagi membuat perhitungan dengan Natasya dan kawan-kawannya” ucap Robi


“Dimana mereka?” tanya Bili kembali


“Ruang ganti basket” balas Robi


Adrian yang mendengar itu langsung pergi menuju tempat yang Robi maksud


“Yan tunggu” panggil Bili


Adrian tidak memperdulikan dan terus mempercepat langkahnya


“Habis lah mereka Adrian sudah benar-benar marah” ucap Bili yang memahami temannya itu ketika sudah marah


“Ayo Bil” ajak Robi yang menusul Adrian


Di ruang ganti basket


“Hahaha balas sini kalau loe berani” ucap Sandra yang berjongkok didepan Natasya


Natasya merasa semakin marah dan terus berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya


Plak plak (suara tamparan)


 “Itu untuk loe anak mami yang sering ngadu, gak terima?” balas Sandra melihat Alika membuka matanya sangat lebar


“Mmmmmm mmmmm mmmmm” Natasya dan kedua sahabatnya terus meminta tolong dan berusaha melepaskan ikatannya


Dengan usaha mereka akhirnya ikatan itu lepas dan langsung saja Natasya bangkit dan membalikkan tubuh sandra yang membelakanginya kemudian tanpa ragu ia melayangkan tangannya


PLAKKKK


“Berani loe? Rin, Pit cepat ikat mereka lagi” perintah Sandra


Sebelum Ririn dan Pipit melakukannya tangan mereka sudah diplintir oleh Natasya. hingga terjadilah aksi tampar, pukul dan ribut antar ke enam gadis itu.


“Sya cukup...” ucap Rara yang melihat Natasya sudah hilang kendali


Alika dan Rara memegangi Natasya yang sangat marah, Sandra yang melihat itu langsung mengambil kesempatan untuk membalasnya


Sandra berdiri dari posisinya yang terjatuh dan hendak melayangkan tamparan kepada Natasya, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang dari belakangnya


“HENTIKAN” ucap Adrian dengan membanting tangan Sandra


Adrian menatap mata sandra dengan penuh amarah


“Pergi kalian dari sini” ucap Adrian dengan tegas mengusir Sandra dan kedua temannya


Bili dan Robi melihat heran Sandra Ririn dan Pipit yang keluar dengan muka babak belur serta pakaian dan jilbab yang berantakan


“Bil jangan-jangan Adrian menampar mereka sampai bibir mereka berdarah” ucap Robi


“Gak mungkin, gue tau Adrian gak bakal melukai seorang gadis. Ayo kita masuk” balas Bili


“Kalian gak apa-apa?” tanya Adrian yang melihat Natasya dan kedua sahabatnya sama-sama babak belur dengan darah menghiasi muka mereka


Natasya mencoba membersihkan darah yang mengalir di ujung bibir dengan bajunya


“Kami gak apa ka” jawab Rara


Bili dan Robi langsung berlari setelah melihat ketiga gadis yang masih berada di dalam ruangan ganti bersama Adrian


“Ya ampun” ucap Bili yang terkejut melihat Natasya dan kedua sahabatnya babak belur lebih parah dari Sandra


“Kalian bawa mobil sendiri?” lanjut Bili


“Aku yang bawa ka” ucap Rara


“Kalian berdua antarkan Rara dan Alika, biar Natasya bareng gue” ucap Adrian kepada Bili dan Robi


“Rob loe antar Alika bawa mobil gue” Bili memberikan kunci pada Robi


Robi meraih kunci mobil itu dan mereka berlalu keluar, tiba-tiba datang ustad Mahmud


“Natasya kamu gak apa? Kenapa bisa begini?” tanya ustad Mahmud khawatir melihat Natasya


“Gak apa ustad” balas Natasya


“Ayo pulang” ajak ustad Mahmud meraih tangan Natasya