Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 35



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Setelah selesai mereka bertiga pergi menuju sekolah lagi tak lupa berpamitan dengan bu Halimah yang sedang menyiapkan menu berbuka di meja makan


“Mi... Sya, Rara dan Alika pamit mau ke sekolaah lagi ada acara buka bersama” ucap Natasya menyodorkan tangannya untuk bersalaman


“Loh umi kira kalian bakal buka disini, ya udah hati-hati” balas bu Halimah


“Siap Umi, aman terkendali” Alika meletakkan tanganya di kening seraya hormat


“Assalamu’alaikum umi” ucap Rara Natasya dan Alika kompak


“Wa’alaikum salam” balas bu Halimah tersenyum melihat para gadis itu yang berlalu pergi


Sampai di sekolah...


Terlihat Adrian, Bili dan Riko sedang menyambut alumni yang mulai berdatangan serta para guru. Robi dan kedua anggota osis lainnya menyiapkan tempat duduk dan mengecek sound system.


“Gila rame cuyyy” ucap Alika dari kursi belakang


“Sya bukankah itu ustad Mahmud?” lanjut Alika yang melihat ustad Mahmud derada di parkiran


“Ia sepertinya” balas Natasya


“Ohh dia alumni sini juga hmmmm” Alika mengangguk-anggukan kepalanya


Mobil Rara terparkir sempurna, mereka keluar dan menuju ruang osis serta langsung membantu pekerjaan yang belum selesai.


........


Tiba saatnya berbuka, semua berbuka bersama dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan acara formal yaitu ceramah agama dan terawih.


Pukul 21.00 para guru dan jajaran sekolah pulang, acara dilanjut dengan reuni akbar bersama alumni.


Para alumni dan siswa lain bergantian menyumbangkan lagu dan pertunjukkan lainnya. Tak lupa kembang api pun ikut memeriahkan acara malam itu.


Brughhhhh


“Maaf ka gue gak liat tadi terpana dengan kembang api” ucap Sandra yang menyenggol ustad Mahmud


“Oh ia tidak apa, apa kamu baik-baik saja?” balas ustad Mahmud


“Ia ka, tidak apa-apa. Nama kakak siapa? Saya Sandra” Sandra menjulurkan tangannya


“Mahmud” balas ustad mahmud dengan menggabungkan kedua telapak tanganya seraya meminta maaf dengan maksud tidak menyentuh tangan Sandra


Sandra langsung menarik tanganya dengan rasa malu. Kemudian ia melihat ustad Mahmud seperti mencari seseorang


“Ia, saya permisi dulu” balas ustad Mahmud berlalu dengan senyumnya


“Hahhh gila jantung gue” gumam Sandra yang masih memperhatikan ustad Mahmud


“San itu tadi siapa? Gila kalem banget gak kalah sama ka Adrian” ucap Ririn


“Hahahaha Mahmud namanya, sepertinya dia alumni” balas Sandra


“O ya dimana ketiga gadis ganjen itu?” lanjut Sandra


“Amann tenang aja” balas Pipit


Di sisi lain Adrian celingukan mencari keberadaan Natasya dan kawan-kawannya


“Kemana si banteng? Gak keliatan dari tadi” dalam hati Adrian


“Loe nyari apa Yan?” tanya Bili yang melihat Adrian celingukan


Adrian tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya


Tak jauh dari posisi Adrian berdiri terlihat ustad Mahmud yang mencari seseorang


“Adrian” sapa ustad Mahmud


“Apa kamu melihat Natasya?” tanya ustad Mahmud


“Gak” jawab Adrian singkat


“Kemana dia? Dari tadi saya mencarinya tapi tak terlihat” ucap ustad Mahmud


“Ada apa kakak mencarinya?” tanya Bili


“Hanya ingin mengajaknya pulang bareng” jawab Ustad Mahmud masih dengan celingukannya


“Oh sepertinya Natasya masih lama pulang, karena osis akan kumpul” balas Bili


“Hemmm baiklah saya akan menunggu” balas ustad Mahmud


“Mungkin bakal lama” sahut Bili


“Tak apa saya juga masih mau berbincang dengan kawan-kawan saya disana,” balas ustad Mahmud sambil menunjuk kumpulan pria yang seumurannya duduk dan bercanda disalah satu meja.


Bili dan Adrian menoleh ke arah yang ustad Mahmud maksud dan hanya mengangguk anggukan kepalanya.


“Saya permisi dulu” ucap ustad Mahmud berlalu pergi meninggalkan Adrian dan Bili.


“Yuk Bil langsung aja ke ruang osis” ajak Adrian


Bili berjalan mengekor dibelkaang Adrian menuju ruang osis, disana baru ada beberapa anggota osis, Bili pun menyuruh salah satu untuk memanggil yang lain.


Adrian menyampikan arahan untuk besok ke panti asuhan, setelah selesai sebagian memilih pulang dan yang lain memilih untuk tinggal sambil berbincang mengawasi para petugas catering membereskan tempat pesta buka bersama bareng alumni itu.