Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 20



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Di lobi mereka melihat Adrian baru saja memasuki rumah sakit dengan membawa buket bunga yang indah ditangannya


“Adrian..... Kamar Natasya di lantai empat nomor 321” panggil bu Lina dan menghampiri Adrian yang sedang bertanya di resepsionis


“Bunda... pak Yusuf bu Halimah. Assalamu’alaikum” Adrian menoleh kesumber suara dan bersalaman dengan kedua orang tua Natasya


“Oh baik bun, Adrian kesana, tapi kalian mau kemana?” lanjut Adrian yang penasaran kenapa mereka keluar semua


“Kami mau keluar sebentar untuk makan Yan. O ia pinjam mobil sebentar” jawab pak Herlambang dan meminta kunci mobil ke Adrian


“Ini Yah” Adrian memberikan kunci mobilnya.


“Ohhh jadi untuk ini... karangan bunganya cantik, untuk Natasya kan nak? Ekhem ekhem” ucap bu Lina yang menekan kalimat terakhirnya seakan menggoda Adrian


“Kenapa bun?” tanya pak Herlambang yang mendengar istrinya berdehem


“Gak apa Yah... yuk berangkat. Bunda doakan semoga berhasil nak” bu Lina menepuk lengan Adrian dua kali dan berlalu pergi bersama yang lainnya.


“Nak Adrian titip Natasya ya” pinta bu Halimah


Para orang tua itu berlalu pergi meninggalkan Adrian di lobi rumah sakit. Pak Herlambang sebenarnya masih penasaran dengan kelakuan istrinya yang menggoda putra semata wayangnya itu. Tapi rasa penasarannya teralihkan oleh pembahasan yang lain bersama kedua orang tua Natasya.


Adrian kemudian berjalan menuju lift dan menekan angka 4, setelah lift terbuka ia langsung mencari kamar Natasya dan masih menggendong buket bunga yang indah ditangannya, ketika ia mencari kamar Natasya banyak mata memperhatikannya


“Ya ampun ganteng banget, sosweet sambil bawa bunga pasti untuk orang yang ia cintai” ucap seorang perawat yang berpapasan dengan Adrian kepada temannya


“Andai yang ditemuinya itu saya, bahagia sekali” sahut teman disebelahnya


Adrian terus berjalan melewati setiap kamar di lantai 4, kemudian dia melihat kamar Natasya dirawat. Adrian langsung masuk kedalam dan matanya membulat ketika melihat Natasya bersama seorang pria sedang tertawa riang dengan mangkuk buah ditangan sang pria.


“Apa itu pacarnya Natasya? ya pasti benar itu pacarnya, mereka bahkan asik tertawa, Ahhh sialan kenapa gue bawa bunga ini. Mending gua keluar aja” gumamnya dalam hati kemudian melihat buket bunga yang ia bawa dan hendak keluar


Krekkk


“Ka Adrian ya” panggil Iqbal yang melihat Adrian hendak keluar ruangannya


Adrian berbalik badan melihat sumber suara namun masih berdiri diambang pintu


“Masuk ka” ucap Iqbal kembali dan menghampiri Adrian yang masih berdiri diambang pintu


“Kenalkan ka saya Iqbal adiknya mba Natasya” Iqbal menjulurkan tangan kepada Adrian


“Adrian” balas Adrian yang menyambut tangan Iqbal


“Ayo ka masuk saja” Iqbal menarik tangan Adrian sampai menemui Natasya


Adrian dan Natasya hanya diam tak saling sapa. Setelah lebih dekat ia melangkah menuju Natasya akhirnya Adrian memberanikan diri untuk menyapa Natasya duluan


“Malam Natasya, ini bunga untukmu” Adrian memberika buket bunga yang ia bawa kepada Natasya


“Malam, terimakasih ka” jawab Natasya


“Bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Adrian yang duduk di kursi samping Natasya


“Alhamdulillah” jawab Natasya singkat


“Kenapa si Burung hantu ini tiba-tiba membawa bunga? Ahhh mungkin disuruh tante Lina” gumam Natasya dalam hatinya dan terus memakan buah yang disuapi adiknya


“Duh kenapa gue jadi nerfeus gini?” hati Adrian, ia masih betah memandang Natasya yang duduk di atas ranjang rumah sakit


“Mba, Iqbal permisi sebentar ya ada telfon” ucap Iqbal sambil menyodorkan mangkuk buah ke Natasya


“hemm” Natasya mengangguk


“Sini biar gue yang lajutin” Adrian langsung meminta mangkuk buah ditangan Iqbal.


Iqbal pun memberikan mangkuk buah itu kepada Adrian dan ia kemudian keluar untuk mengangkat telfon


“Gua suapin ya?” ucap Adrian yang berpindah duduk di atas ranjang Natasya


“Gue udah kenyang ka” jawab Natasya


“Yakin udah kenyang? Atau loe emang gak mau gue suapin?” tanya Adrian


“Gak ka, emang gue udah kenyang” balas Natasya


“Ok... Sya bukannya kepala loe diperban?” Adrian penasaran melihat Natasya mengenakan hijabnya tapi tidak terlihat bahwa kepalanya besar oleh perban


“Udah dilepas, kalau belum kepala gue kaya alien dong” Natasya memegang kepalanya


“Hahaha loe mending kaya alien dari pada Banteng yang senengnya nyeruduk orang” balas Adrian dengan tawanya


“Sialan loe ka, kalau bukan gara-gara koper loe itu gue juga gak bakal nyeruduk loe ka” Natasya meleparkan bantal ke Adrian


“Yehhh siapa coba yang main tarik-tarik tangan orang duluan” balas Adrian


“Sudahlah gak usah bahas kejadian itu” Natasnya merasa sangat malu


“Kenapa? Loe malu?” tanya Adrian


“Gue lebih malu ketika manggil loe tapi gak berenti-berenti” balas Natasya ketus


Iqbal pun masuk ke ruangan kembali setelah menerima telfon, tak lama di susul kedua orang tua Adrian dan Natasya mereka datang sekaligus berpamitan pulang


“Suf kita pamit dulu ya, nak Natasya cepat sembuh” ucap pak Herlambang


“Gue pamit ya Sya, cepat sembuh loe” ucap Adrian dengan senyum menawannya


“Tante pamit ya sayang, bu Halimah pak Yusuf mari Assalamu’alaikum” bu Lina keluar bersama suami dan putranya setelah Natasya mencium tangan kedua orang tua Adrian


“Wa'alaikumsalam” jawab mereka yang berada didalam ruangan dengan serentak


“Itu tadi beneran si Burung hantu alias cowok jutek? Kenapa berbeda banget? dia asik dan ahhhh senyumnya itu sangat memabukkan, benar kata Alika gantengnya kebangetan” batin Natasya


“Istirahatlah nak, Abi tinggal ya harus melihat pesantren bersama Iqbal” pamit pak Yusuf pada putri sulungnya


“Ia Bi...” Natasya mencium tangan Ayahnya


“Loe jangan tebar pesona di asrama” lanjut Natasya pada Adiknya


“Sutttt” Iqbal meletakkan jari telunjuk dimulutnya


“Ok aman, udah pergi sana” balas Natasya


Natasya hanya ditemani bu Halimah di rumah sakit. Sudah lima hari ia di rumah sakit, setiap pulang sekolah Rara dan Alika selalu mampir menjenguk sahabatnya itu, Adrian juga terkadaang mampir disuruh Ibunya memberikan sesuatu untuk Natasya.


Hari ini Natasya akan keluar dan pulang karena kondisi yang sudah membaik namun tetap harus hati-hati karena jahitan dikeningnya.