Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 18



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Di rumah sakit


Setelah dua puluh menit berkendara Rara dan Alika mampir ke masjid dipinggir jalan untuk melaksanakan sholat dzuhur, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit, tak lama mereka sampai di rumah sakit dimana Natasya dirawat, mereka langsung masuk sesuai arahan dari pak Yusuf.


Tok tok tok


Krekkkk


“Assalamu’alaikum” ucap Rara dan Alika berbarengan


“Wa’alaikum salam, Rara Alika sini nak masuk” jawab bu Halimah yang mempersilahkan mereka masuk. Saat itu mereka hanya tinggal berdua karena pak Yusuf sedang pulang ke pesantren untuk menjemput Iqbal.


“Umi... bagaimana keadaan Natasya?” tanya Rara yang melihat Natasya terbaring dengan perban dikepalanya serta beberapa luka di tangan, lengan dan kaki Natasya


“Seperti yang kalian lihat, ia masih tidak membuka mata, benturan di kepalanya cukup keras tapi alhamdulillah sejak kemarin ia mulai merespon jika ada yang mengajakanya bicara” ucap bu Halimah


“Sya... bagaimana keadaanmu?” tanya Alika yang duduk disamping Natasya


“Nak, Umi tinggal sebentar ya mengambil hasil pemeriksaan Natasya hari ini” ucap bu Halimah


“Ia Mi...” jawab Rara dan Alika berbarengan.


Mereka terus mengajak Natasya berbicara, menceritakan kebiasaan mereka sampai kejadian tiga hari lalu di sekolah. Natasya masih tidak membuka matanya namun Rara dan Alika tidak menyadari bahwa jemari Natasya bergerak walaupun hanya sedikit. Sampai pada titik dimana mereka mulai putus asa dan merasa sedih melihat Natasya yang hanya terbaring.


“Sya loe bener-bener gak mau bangun? Ok gue marah sama loe” lanjut Alika yang sudah merasa kasihan dan putus asa melihat Natasya yang hanya terpejam


“Assalamu’alaikum” ucap bu Halimah masuk kedalam ruangan


“Wa’a.. la...i...kum salam” dengan nada terbata-bata


Alika dan Rara terkejut mendengar jawaban salam itu yang tidak lain adalah Natasya yang menjawabi ibunya. Mereka pun langsung melihat ke arah Natasya dan memeluknya


“Natasyaaaaaa loe bangun juga” Alika terharu melihat  Natasya membuka mata hingga tak sadar air matanya menetes


“Syaa... Alhamdulillah hik hik hik” Rara memeluk Natasya dengan tangisnya


Bu halimah yang melihat Natasya sudah sadarkan diri langsung berlari kearahnya dan memeluk putri sulungnya. Tangis haru memenuhi ruangan itu kemudian bu Halimah menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan putrinya.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa Natasya dan mengatakan bahwa keadaan Natasya sudah mulai membaik dan memberi selamat telah keluar dari masa koma.


Mereka sangat bahagia mendengarnya, bu Halimah langsung menghubungi suaminya dan menyampaikan kabar bahagia ini.


“Tadi gue denger ada yang marah sama gue?” tanya Natasya


“Hehe ia kalau loe gak bangun bangun juga gue beneran marah” jawab Alika


“Sekarang gue udah bangun, masih mau marah dan ngambek?” tanya Natasya kembali pada Alika


“Mana bisa gue marah sama loe, gue sayang loe Sya” Alika memeluk Natasya lagi. Natasya yang masih terbaring pun menyambut pelukan Alika


Sore telah tiba Rara dan Alika kini harus segera pulang sebelum terkena macet di jalan, mereka lega setelah melihat Natasya hari ini ditambah ia sudah sadar dari komanya, setelah berpamitan dengan Natasya, bu Halimah dan pak Yusuf juga Iqbal yang kebetulan baru datang mereka keluar rumah sakit dan pulang menaiki sepeda motornya masing-masing.


.......


Pukul 18.30 Adrian sampai di rumah mewahnya, setelah memarkirkan mobil sportnya ia masuk ke dalam dengan muka kesal dan bertanya-tanya tentang percakapan Sandra dan kedua temannya yang membahas kecelakaan Natasya.