Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 14



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Keesokan pagi seperti biasa Natasya pergi ke sekolah dan sepertinya dia tidak pernah absen dari hukuman kesiswaan di hari senin begitupun dengan kedua sahabatnya yang sama-sama telat. Entah apa yang menyebabkan kedua sahabatnya itu telat juga, kalau Natasya jelas-jelas ia kelelahan karena acara penyambutan tamu kemarin di rumahnya.


Setelah menyelesaikan hukumannya mereka bertiga mengikuti pelajaran dengan seksama sampai bel istirahat berbunyi. Seperti biasa para siswa berhamburan keluar menuju kantin dan kali ini Natasaya beserta kedua sahabatnya memilih untuk tinggal dikelas namun mereka telah memesan makanan dikantin untuk diantarkan ke kelasnya.


“Girls nanti pulang sekolah kita liat pertandingan futsal yuk hari ini terakhir pertandingan, katanya ka Adrian hari ini ikut main juga” ucap Sandra


“San, skalian loe juga bawain minum dan handuk buat ka Adrian, biar sosweet” sahut Ririn


“Pasti... biar yang lain gak pada godain ka Adrian yang jelas-jelas punya gue. Apa lagi tiga cewek ganjen itu biar sadar diri” ucap Sandra yang sengaja menyindir Natasya dan sahabatnya dan berlalu pergi keluar bersama gengnya.


“Yehhhh si bala-bala sedang mendesripsikan dirinya sendiri, sosweet dari mana kaya gitu yang ada loe tuh kaya pesuruhnya ka Adrian ish ish ish jijik gue” Alika menimpali perkataan Sandra.


Rara dan Natasya yang mendengar Alika berbicara seperti itu tertawa


“Kenapa kalian tertawa?” tanya Alika


“Loe lucu dengan muka kesel loe itu, hahaha” balas Natasya


“Ia gue setuju dengan Natasya, muka loe lucu abis hahaha” sahut Rara yang masih mentertawakan Alika. Alika menatap kedua sahabatnya itu dengan mulut yang dimonyongkan dan duduk membelakangi mereka


“Duh my baby unyu Alika ngambik nih, Ra siap” Natasya memberi aba-aba kepada Rara untuk menggelitiki Alika


“Hahaha hentikan gue geli, plissss ampunnn hahaha” ucap Alika yang berteriak kegelian karena ulah kedua sahabatnya yang terus menggelitiki pinggangnya.


“Eh stop stop, ko pesanan kita gak nyampe-nyampe ya?” Alika yang sudah merasa lapar menanyakan pesanan mereka yang sejak lama dipesannya tak kunjung datang


“Ia juga, kemana si kutu buku ya, ini hampir masuk” Rara menjawab perkataan Alika kemudian mereka menghentikan proses menggelitiki Alika dan duduk di kursinya kembali.


Rara yang melihat jam di ponselnya tiba-tiba mendapati notif grup WA osis yang memberitahu bahwa setelah jam pulang kumpul untuk membahas program ramadhan.


“Sya, Al coba lihat grup osis” lanjut Rara meminta sahabatnya mengecek grup


“Oh dateng aja yuk” jawab Alika


“Yehhh loe mulai telmi ya Ra, jelas gue mau dateng karna pasti disana ada ka Adrian” Alika menjawab pertanyaan Rara


“Bukannya ada pertandingan Futsal?” tanya Natasya


“Kampret satu ini gak baca grup, pertandingan diadakan setelah istirahat ini, because para guru akan rapat” jelas Alika


Cetakkkk


“Berani banget loe manggil gue kampret, gue becanda sayang hehe” Natasya menjitak kening Alika kemudian tertawa karena melihat Alika manyun lagi. Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama lagi didalam kelas.


“Sya maaf ini pesanannya” ucap seseorang yang mereka suruh membeli makanan di kantin tadi


“Lama banget gue udah kelaparan nih” ucap Alika


“Di kantin rame banget karena ada ka Adrian dan gengnya bertengkar dengan anak 12 IPA” jelasnya


“HAH??? Ko bisa?” tanya Natasya


“Gue gak tahu permasalahnya Sya, gue pergi dulu” balasnya yang kemudian pergi


“Terimakasih” teriak Alika yang melihat si kutu buku pergi meninggalkan kelasnya.


Natasya masih penasaran dengan alasan pertengkaran Adrian dan anak 12 IPA


“Kenapa si Burung hantu itu bertengkar? Apakah karena pertandingan futsal yang akan berlangsung? Atauuu karena perebutan seorang gadis? Ahhhhh loe kenapa Sya mikirin si Burung hantu itu? Sudah sudah sudah mending loe makan” ujar Natasya dalam hatinya.


Natasya kemudian menyantap makanan yang ia pesan, ketika suapan pertama bel masuk berbunyi, beberapa teman kelasnya masuk dan mengambil tas kemudian keluar menuju lapangan futsal sambil membahas kejadian di kantin tadi.


“Pasti itu ulah si Sandra dan temannya yang sengaja menumpahkan minuman dibaju ka Riko dan mencari perhatian ka Adrian”


“Gue juga ngiranya gitu secara mereka itukan.... stttt” ucapan dua cewek yang hendak keluar dari kelas terhenti ketika melihat geng Sandra memasuki kelas mereka.


Natasya, Rara dan Alika tidak terlalu menanggapi ucapan kedua teman kelasnya itu Natasya cs masih asik menyantap makanan dihadapannya walaupun sebenarnya mereka mendengar dengan jelas perbincangan tadi.


“Oh my baby, honey bunny swety gila gila gila gue gak percaya ka Adrian belain gue di depan ka Riko dan semua orang Oh my Gotttttt” ucap Sasa yang berjalan masuk ke kelas bersama Ririn dan Pipit


“Eh gadis-gadis ganjen ada disini, sayang banget ya loe pada gak ngeliat gimana tadi ka Adrian belain gue dan itu artinya ka Adrian suka sama gue. Kalian pada gak usah lagi deketin ka Adrian” Sandra menghampiri meja Natasya dan sahabatnya sambil mengangkat jari telunjuknya ke arah Natasya, Rara dan Alika.


“Bukankah loe sengaja membuat skenario seperti itu untuk menarik perhatian ka Adrian?” tanya Natasya yang masih duduk menikmati makanannya.