Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 17



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Pagi di sekolah....


Rara dan Alika sudah berada di kelasnya namun Natasya belum kunjung datang sampai bel sekolah berbunyi. Mereka masih mengira mungkin Natasya telat lagi, sampai pak Eko masuk Natasya tak kunjung terlihat, seharusnya walaupun ia telat sudah ada di dalam kelas karena pak Eko masuk kelas pagi ini sedikit telat.


Pak Eko mengabsen siswanya


“Siapa yang tidak hadir? Jika tidak ada keterangan tidak hadir bapak Alpakan”


“Dimana Natasya?” tanya Rara pada Alika yang berada di belakangnya.


Alika menganggkat bahu dan menggelengkan kepalanya seraya mengatakan tidak tau sambil memasang wajah yang khawatir.


“Ma maaf pak... Natasya belum hadir, kami tidak tau dia dimana, bolehkah saya izin menghubunginya?” Rara dengan sedikit gugup memberanikan diri menganggat tangannya


“Oh Natasya.... Dia tadi pagi kecelakaan sekarang dirawat di rumah sakit sejahtera baru saja bapak menerima kabar dari kesiswaan” jawab pak Eko


“APA???” Rara dan Alika terkejut mendengar berita Natasya kecelakaan


“Gimana sih katanya sahabat, tapi salah satu mau ****** gak ada yang tau hahaha” ucap Sandra yang tertawa di ujung mejanya


“Sudah hentikan, sebaiknya kita mendoakan agar Natasya segera pulih karena dia mengalami koma” tegur pak Eko.


Kedua sahabat Natasya pun tak bisa konsentrasi dalam belajar, memikirkan Natasya yang kecelakaan. Mereka terus menghubungi nomor Natasya dan Ayahnya namun tidak ada yang mengangkat.


Rara dan Alika pun berniat melihat keadaan Natasya selesai sekolah, namun karena Ramadhan menghitung hari jadi mereka sering kumpul osis untuk mempersiapkan program yang akan dijalankan ditambah mereka juga menggalang dana dan sumbangan untuk di salurkan ke panti asuhan nantinya.


Setiap hari dari para guru dan siswa memberikan sumbangan untuk panti asuhan bahkan tak sedikit masyarakat sekitar juga ikut berpartisipasi, membuat para anak osis sibuk setelah selesai sekolah.


.......


Tiga hari berlalu tanpa Natasya. Rara dan Alika merasa sangat kesepian, ditambah geng bala-bala terus saja mengganggu mereka. Siang ini Rara berencana akan ke rumah sakit menjenguk Natasya ia pun tak lupa mengajak Alika


“Al.... pulang ini gue mau langsung ke rumah sakit jenguk Natasya, dia sudah tiga hari ini belum sadar dari komanya, loe mau ikut gak?”


“Serius loh Ra... loe dapat info dari mana?” Alika terkejut mendengar berita Natasya


“Semalam gue dapat balasan pesan dari abi Yusuf tentang kondisi Natasya” Rara menjelaskan


“Ya ampun gue lupa.... ah masa bodo, gue pokoknya mau izin sama ka Adrian selaku ketua pelaksana” Rara kekeh ingin melihat sahabatnya yang tak kunjung sadar itu


“Gue ikut kalau gitu” balas Alika.


Bel istirahat telah berakhir, Rara, Alika dan siswa yang lain masuk ke kelas dan mengikuti pelajran sampai selesai.


Dan bel pulangpun berbunyi, seluruh siswa keluar menuju parkiran, anak-anak osis satu persatu berjalan menuju ruang osis. Rara dan Alika pun menuju ruang osis untuk meminta izin pada Adrian


Ditengah perjalanan mereka melihat Adrian dan kedua temannya yang tak lain Bili dan Robi berjalan menuju


ruang osis juga, langsung saja mereka menghampiri Adrian


“Ka Adrian..... ka Adriaaaannnnnn” Panggil Alika dengan lantang


Adrian pun berbalik dan menghentikan langkahnya serta menunggu kedua gadis itu menghampirinya


“Ada apa?” tanya Adrian ketika Rara dan Alika sudah sampai didepannya


“Alika Rara mana my bebeb Natasya?” tanya Robi yang melihat mereka hanya berdua saja


“Ah ka Robi nanti dulu pertanyaanmu tidak sepenting izin kami” jawab Alika dengan nafasnya yang terengah engah


“Nafas dulu kalian” ucap Bili


“Ayo Ra cepet bilang” Alika menyenggol tangan Rara. Rara mengangguk mengiakan Alika


“Ka Adrian, hari ini kami izin tidak bisa membantu di ruang osis, karena mau jenguk Natasya” ucap Rara yang mencoba mengatur nafasnya


“My bebeb Natasya sakit? Dia sakit apa?” tanya Robi


“Ia ka.... tiga hari yang lalu Natasya mengalami kecelakaan saat hendak ke sekolah dan sampai sekarang belum sadar dari komanya, dan kami sekarang ingin melihat keadaan Natasya karena beberapa hari kemarin juga kami selalu di sibukkan dengan agenda osis” jelas Rara


“Baiklah, gue izinkan” ucap Adrian


“Gue ikut mereka ya Yan?” tanya Robi


“Loe disini aja bantu gue sama Adrian” Bili menarik kerah belakang baju Robi yang berjalan mendekati Rara dan Alika


“Kalau gitu kita duluan ka” pamit Rara dan Alika


“Pantas aja gue gak liat Natasya akhir-akhir ini, loe kecelakaan apa bisa koma sampai tiga hari?” batin Adrian bertanya


Adrian, Bili dan Robi melanjutkan langkahnya menuju ruang osis dan mereka membantu mengepak semua donasi yang terkumpul


Pukul 17.45 wib Adrian baru keluar dari sekolahnya bersama Bili dan Robi serta tiga anak osis laki-laki.