
LANJUT YUK KA
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊
SELAMAT MEMBACA
*****
Di jalan Natasya bergumam dalam hatinya menanyakan dan memikirkan Adrian yang tak ada kabar selama kepergiannya, yang biasanya Adrian selalu mengganggu Natasya lewat pesan singkatnya kini hilang bersama kepergiannya.
.......
Seminggu berlalu setelah hari raya... Natasya mulai masuk sekolah kembali karena masa liburan sudah berakhir.
Pesantrennya pun mulai ramai kembali, Iqbal yang selama hari raya tinggal di rumah kini kembali ke asrama lagi.
Hari pertama sekolah tidak ada kegiatan belajar hanya halal bihalal antar guru dan siswa sehingga Natasya pulang lebih awal.
“Ra jadikan?” Tanya Alika yang berada di parkiran
“Jadi” jawab Rara
“Mau kemana kalian?” tanya Natasya yang penasaran
“Main ke rumah loe” jawab Alika
“Ko gak bilang?” tanya Natasya
“Ini bilang Natasya Putri hahaha” jawab Rara dan Alika berbarengan
Natasya, Rara dan Alika pergi meninggalkan sekolah menuju rumah Natasya.
Sesampainya di rumah Natasya sudah terparkir mobil Adrian, namun ketika masuk Natasya tidak mendapati sosok Adrian itu.
Terlihat bu Halimah, pak Yusuf dan kedua orang tua Adrian sedang berbincang di ruang tamu dengan gelak tawa menyertai mereka.
Natasya, Rara dan Alika langsung masuk dan mencium tangan para orang tua yang sedang asik berbincang itu kemudian melanjutkan langkahnya menuju pendopo danau tempat mereka bermain. Tak lupa Natasya pun membawa beberapa toples kue cemilan dan minuman.
Seperti biasa para gadis cantik itu menghabiskan waktu di pendopo dengan canda tawanya.
Alika dan Rara yang menyadari mobil Adrian pun bertanya pada Natasya tentang kedua orang tua yang sedang bersama bu Halimah dan pak Yusuf, Natasya memberitahu Rara dan Alika bahwa mereka orang tuanya Adrian.
“Sya kalau mereka orang tuanya ka Adrian pasti mereka kesini sama ka Adrian dong” ucap Alika
“Loe itu nanya atau mencoba memastikan? Jelas-jelas mobil ka Adrian terparkir di luar” sahut Rara yang asik menikmati cemilannya
“Hehe abisnya tadi gue gak liat ka Adrian disana, kemana ya dia? Atau hanya mobilnya saja yang dibawa orang tuanya. Loe tau gak Sya?” balas Alika
“Hah, Mana gue tau” jawab Natasya tak perduli dan asik mengunyah makanan di mulutnya
.......
“Gue disini” ucap seorang pria dari depan pendopo
Ketiga gadis itu terkejut melihat Adrian dan kedua temannya berjalan memasuki pendopo
“Heeee” jawab Alika dengan nyengir kaya kuda
“Kita bolehkan ikut gabung disini?” tanya Bili yang mulai duduk bersama ketiga gadis yang berada di pendopo
Natasya dan Rara menggeser posisi duduknya untuk mempersilahkan ketiga cowok itu duduk
“Minal aidzin ya bebeb Natasya, Rara dan Alika” ucap Robi
“Minal aidzin juga ka” jawab Natasya berbarengan dengan kedua sahabatnya
“Oh ya ko bisa bareng sama ka Adrian?” tanya Rara pada Robi dan Bili
“Tadi kita mau jalan, taunya si Adrian lagi disini ya udah sekalian kesini aja silaturahmi, tadi juga di sekolah gak sempet kan” jawab Bili
Natasya, Rara dan Alika mengangguk paham
“Kalian berdua gak pada mau minta maaf?” tanya Bili yang melihat Adrian dan Natasya
“Ngapain ka minta maaf sama dia” jawab Natasya ketus
“Loe kenapa marah sama gue? Loe marah karena gue tinggal ke Amrik?” tanya Adrian
“Ngapain gue marah soal itu” jawab Natasya memalingkan wajahnya
“Sudah sudah kalian selesaikan urusan rumah tangga kalian nanti saja, mending sekarang kita makan ice cream ini keburu meleleh” ucap Bili yang melerai Adrian dan Natasya sambil menunjukkan Ice cream yang ia bawa
“Rumah tangga???” sahut Adrian dan Natasya kompak
“Hahaha, gue aamiinkan Bil perkataan loe kali ini” ucap Robi yang tertawa di ikuti Bili
Rara dan Alika membelalakkan matanya mendengar ucapan Adrian dan Natasya yang berbarengan kemudian saling pandang setelah mendengar ucapan Robi
“Loe gak tersakiti Rob?” tanya Bili
“Tenang kan ada my kitty Alika, ya gak?” Robi menyenggol tangan Alika
“Ishhh jijik gue. Loe bukan tipe gue ka” balas Alika menghindar
“Hahaha gue aamiinkan juga yang ini ka” ucap Rara yang kemudian menenggak botol minuman didepannya
“Kalau loe sama gue, di aamiinkan juga gak?” tanya Bili yang menatap Rara
Rara tersedak mendengar ucapan Bili, ia hanya membelalakkan matanya melihat Bili, kemudian Alika, Natasya, Adrian dan Robi berkata dengan serentak
“Aamiin”
mereka pun tertawa bersama. Dari sanalah mereka mulai dekat dan akrab bahkan sering jalan bareng, kumpul dan mengerjakan tugas bersama untuk mempersiapkan ujian semester dan kelulusan.
Tak ayal banyak yang semakin cemburu dengan kedekatan mereka berenam, bagaimana tidak, ketiga gadis itu adalah gadis idaman di sekolah mereka dan ketiga cowok cool itu adalah incaran para gadis-gadis. Namun ada juga yang mendukung kedekatan mereka bahkan sampai mendoakan mereka agar menjadi sepasang kekasih dunia akhirat.
(hiya lebay tapi aamiinkan aja lah ya 😁)
Sandra dan Eka pun dibuat semakin benci terhadap Natasya dan kedua sahabatnya. Sering mereka melakukan hal-hal buruk untuk mengerjai Natasya namun selalu gagal karena Adrian Bili dan Robi selalu melindungi mereka.