Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 5



Dirumah Natasya....


“Assalamu’alaikum” ucap Natasya sebelum masuk ke rumahnya


“Wa’alaikum salam” jawab seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah pak Yusuf Ayahnya Natasya.


Natasya pun mencium tangan ayahnya yang sedang duduk dikursi tamu ditemani segelas kopi dan Kitab yang sedang ia baca


“Bi, umi kemana? O ia Natasya ajak Rara dan Alika, kita mau mengerjakan tugas sekolah” Natasya meminta izin kepada Ayahnya


“Oh ia masuk-masuk nak, Umi mu sedang di asrama putri” balas Pak Yusuf yang mempersilahkan masuk kepada kedua sahabat Natasya. Alika dan Rara pun masuk dan mencium tangan pak Yusuf.


“Permisi Abi..” ucap mereka berbarengan, yang kemudian berlalu masuk menuju kamar Natasya.


“Kita mau ngerjain disini atau di pendopo samping?” tanya Natasya pada kedua sahabatnya itu setelah manaruh tas dan berganti pakaian serta jilbabnya


“Di pendopo aja Sya, biar bisa liat yang soleh-soleh lewat, siapa tau ada yang kecantolkan” Alika menjawab pertanyaan Natasya dengan sigap dan semangat


“Hahaha udah kaya jemuran aja dicantol, lagian loe mau sama anak bawang Alika?” tanya Natasya yang masih membereskan jilbab dan beberapa buku yang akan ia bawa


“Ya kalau anak bawangnya soleh and ganteng sih gua no problem, apalagi kalau dapet ustad yang muda huuhhhhhhh gemes” sahut Alika yang masih rebahan dikasur Natasya bersama Rara


Celetakkkk


Jitakan Rara mendarat tepat di jidat Alika “Banguuun woyyy mimpi terussss” lanjut Rara yang bangun dari rebahannya dan menjitak Alika


“Auuuuu, kebiasaan ya loe Ra sakit tau” balas Alika yang sambil manyun


“ulu ulu ulu cayang Alika ngambek” ucap Natasya dan Rara sambil mencubit gemas pipi Alika


“Apaan sih kalian, gua jijik liat loe pada kaya gitu” balas Alika


“Hahaha ya udah yuk ke pendopo” ajak Natasya pada mereka berdua


Mereka bertiga berjalan keluar rumah menuju pendopo samping, disana suasananya tenang dan sejuk karena dibawah pendopo terdapat danau. Disini terdapat tiga pendopo yang berukurang sedang, tempat ini biasanya digunakan para santri untuk menghafal bahkan tak jarang para ustad menggunakannya untuk mengajar mengaji. Begitupun dengan Natasya yang selalu menggunakannya untuk mengerjakan tugas atau ketika ia ingin menenangkan pikirannya.


Sesampainya mereka di salah satu pendopo, mereka langsung mengerjakan tugas sekolah, wajah mereka nampak serius mengerjakannya. Ditengah keseriusan mereka datanglah seseorang menghampiri mereka


“Assalamu’alaikum” ucapan salam dari seorang wanita yang menghampiri mereka, Ia adalah Bu Halimah


“Wa’alaikum salam” jawab Natasya, Rara dan Alika serentak dan menoleh kesumber suara


“Ehhh Umi, bawa apa mi?” tanya Natasya yang menghampiri Ibunya kemudian mencium tangannya diikuti dengan Rara dan Alika


“Ini minuman dan cemilan, kamu ini Sya bukannya diambilkan minum dulu ada teman juga” balas bu Halimah sembari meletakkan nampan yang ia bawa


“Iya semuanya anak umi” kata bu Halimah sambil menepuk pelan pipi mereka semua


“Sya gak mau Mi punya adek kaya dia” timpal Natasya yang bercanda dengan dua sahabatnya


“Hehe kalian ini, ya udah Umi pergi dulu ya jangan lupa dimakan. Umi lanjut ke asrama” pamit bu Halimah yang berjalan menuju asrama putra.


Setelah Ibunya Natasya hilang dari pandangan mereka, Natasya Rara dan Alika melanjutkan kembali tugasnya sambil memakan makanan yang dibawa bu Halimah tadi.


............


“Ahhhhh selesai juga” Alika menghela napas panjang


“Alhamdulillah Alika.....” ucap Rara sambil merapikan tugasnya


“Hehe tumben kunyuk ini, insaf loe” balas Alika yang juga membereskan bukunya


“Sya loe tau gak cowok yang di ujung pendopo sana?” tanya Alika yang melihat cowok yang sedari tadi berada di pendopo ujung


“Iya Sya, kayanya dari tadi liatin kita deh tuh orang” tambah Rara yang memang sedari tadi ia sadar kalau ada yang memperhatikan mereka dari pendopo yang paling ujung itu.


“Hah?.... ooo itu, dia Ustad Mahmud dan muridnya” Natasnya bangun dari duduknya dan melihat apa yang dimaksud kedua sahabatnya itu.


“Ustad muda baru yang waktu itu loe ceritakan?” tanya Rara


“Emmm” Natasya membenarkan perkataan Rara dan ia kembali membereskan buku-bukunya.


“Sya ngapain mereka disana memata-matai kita?” tanya Alika


“Palingan mereka sedang setor hafalan dengan ustad Mahmud, udah gak usah perdulikan. Sini duduk abisin makanan ini” jawab Natasya dengan mengajak kedua sahabatnya itu duduk kembali


“Siapa tau dia sedang curi-curi pandang dengan loe Sya” ucap Alika


“Hmmm sepertinya dia sedang mencuri pandangan dirimu Alika” goda Natasya pada Alika. Langsung saja Alika percaya dan bertingkah heboh


“Ahhh seriuosly??? OMG, OMG, OMG  Sya kerudung gue berantakan gak?” Alika yang heboh bertanya dan memastikan penampilannya sempurna


“Udah cantik beybeh, sini cepat” balas Natasya yang terus menggoda Alika dan kembali mengajaknya duduk untuk menghabiskan makanan yang dibawa Ibunya tadi. Alika pun duduk dan ikut makan dengan mereka


********


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊