Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 24



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Ditengah perjalanan mereka menuju pendopo, Alika yang masih penasaran dengan ponselnya Natasya masih menanyakannya


“Sya, bukannya adek loe ada Hp kenapa minjem punya loe?”


“Hp dia eror tercebur di kolam” balas Natasya


“Nanti loe dapet info masuk dari mana? Untung hari ini kita kesini” lanjut Alika


“Walaupun loe gak kesini gue masih dapet info kali, orang ketupel acara ramadhan sekolah ada disini tuh” jawab Natasya menunjuk Adrian yang berjalan-jalan ditepi danau bersama Iqbal


“HAH, bukankah itu ka Adrian?” tanya Rara


“Hemmm” Natasya duduk ditepi pendopo yang menghadap danau


“Ra serius Ra itu ka Adrian” Alika mulai heboh


“Ngapain ka Adrian disini Sya?” tanya Rara lagi


“Ya nyantri disini lah” jawab Natasya


“Seriously??? Kenapa loe gak bilang Sya, kala tau gue juga ikut nyantri disini” balas Alika


“Ehhh kupret, dia disini cuma satu bulan” Natasya beralih dari duduknya menuju tangga pendopo


“Berarti selama ramadhan ini dia disini Sya?” tanya Alika yang ngekor di belakang Natasya


“Hemmm” jawab Natasya


“Ka Adrian sendiri atau bersama kedua temannya itu Sya?” tanya Rara yang duduk disebelah Natasya


“Dia sendiri, itu pun kurasa di suruh orang tuanya” jawab Natasya


“Bearti loe udah ketemu sama kedua orang tua ka Adrian?” tanya Alika


“Hemmm, bahkan mereka menjenguk di rumah sakit waktu itu” jelas Natasya


“Berarti bunga yang waktu itu dari orang tuanya ka Adrian? Atau dari ka Adrian sendiri?” tanya Alika yang mengingat buket bunga dirumah sakit


“Dari..... dari..... dari tukang bunga hahaha” Natasya tertawa melihat ekpresi Alika yang serius mendengarkannya


“Gue udah serius dengerin loe malah becanda. serius dari siapa?” tanya Alika kembali yang masih penasaran


“dari ka Adrian” jawab Natasya


“HAH serius?” ucap Rara dan Alika terkejut. Natasya hanya mengangguk


“O ia loe pada tumben kesini ada apa dan dari mana?” tanya Natasya


“Kita tadinya mau ke sekolah menyiapkan untuk besok tapi malas akhirnya mampir aja kesini, sekalian ngasih tau loe bahwa loe besok kena tugas tilawah diacara pembukaan” jawab Rara


“What? Kenapa gue, gak lah gue malu” Natasya terkejut


“Gak gak gak gue gak mau, cowok aja” ucap Natasya yang enggan menerima karena ia tidak mau banyak orang tau tentang bakatnya dalam mengaji


“Siapa?” tanya Rara


“Ka Bili ke, Ka Riko atau siapa lah” jawab Natasya


“Kan loe tau anggota osis yang cowok cuma ada 10 ekor” balas Rara


“Gue malu, kalau gak suruh geng bala-bala aja” Natasya masih tidak mau menerima tugasnya


“Yang ada seluruh anggota osis malu oleh mereka Sya” jawab Rara


“Mau ya Sya.... nanti ka Adrian marah gue takut” sahut Alika dengan muka takutnya


“Nanti gue pikirin” jawab Natasya


“Gak ada waktu Sya besok itu acaranya, mau cari pengganti siapa? Udah terima aja gue juga jadi pembawa acara”ucap Rara menjelaskan tugasnya


“Hmmmm... kalian mau buka disini atau gimana?” tanya Natasya dengan menghembuskan nafas beratnya


“Gak usah Sya kita pulang aja” jawab Rara


“Ia Sya... gue juga lupa ada bukber diluar sama sepupu gue hehe, yuk Ra pulang” timpal Alika sambil melihat jam di ponselnya.


“Serius nih? Padahal ada ka Adrian loh hari ini buka di rumah” tanya Natasya dan menggoda kedua sahabatnya


“Seriuus, lain kali aja Sya” jawab Rara dan Alika


Mereka pulang dan berpamitan dengan bu Halimah di dapur, Natasya melanjutkan membantu ibunya menyiapkan takjil.


Magrib pun tiba, Natasya dan kedua orang tua serta Iqbal dan Adrian sudah berada di meja makan untuk segera berbuka membatalkan puasanya. Setelah selesai mereka melanjutkan dengan sholat berjamaah di ruang sholat yang berada di dalam rumah.


“Nak bagaimana betah disini? Apa Iqbal selalu membantumu?” ucap pah Yusuf pada Adrian


“Alhamdulillah betah dan Iqbal juga selalu membantu” sahut Adrian yang berjalan beriringan dengan pak Yusuf menuju ruang tamu


“Kamu gimana Bal, sudah selesai dengan ujianmu itu?” tanya pak Yusuf sembari mempersilahkan Iqbal dan Adrian duduk


“Belum Bi, masih ada 3 tahap lagi dari 7 tahap yang tersedia” jawab Iqbal yang duduk disamping ayahnya


“Minta bantu mbamu kalau susah” ucap pak Yusuf


“Iya Bi” jawab Iqbal


.....


“Mi... apa para boboyboy itu masih berbincang dengan Abi?” tanya Natasya yang duduk di kursi meja makan


"Boboyboy siapa maksudmu Saya? tanya Bu Halimah


"Itu mi yang bersama Abi" Natasya menunjuk ke arah Adrian dan Iqbal yang asik berbincang dengan pak Yusuf


“ohhh.. sepertinya ia, kenapa?” jawab bu Halimah yang masih membereskan meja makan dan melihat ke ruang tamu


“Gak Mi... Sya hanya tanya” ucap Natasya yang mengambil semangkuk kolak dan menyantapnya


“Ya udah Umi tinggal bentar mengantar ini pada mereka” bu Halimah membawa nampan berisi minuman dan beberapa kue untuk ketiga pria yang sedang asik berbincang di ruang tamu.


“Ya Mi” Natasya masik asik menyantap kolak didepannya.