Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 19



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Flash back....


Siang itu di depan ruang UKS yang berjarak empat ruangan dari ruang osis


“Sandra loe apain si Natasya sampe sekarang belum siuman?” Ririn menarik tangan Sandra yang berjalan didepannya


“Gue gak ngapa ngapain si gadis ganjen itu” jawab Sandra


“Jujur San, bukannya loe bilang loe yang nabrak Natasya?” tanya Ririn lagi


“Suuttt jangan keras-keras. Gue gak nabrak dia” Sandra dengan rasa tidak bersalah sama sekali


“Sandra dia gak sadar udah tiga hari” tekan Ririn yang khawatir


“Loe ini sahabat gue atau sahabatnya si ganjen itu? Peduli amat sama dia” ucap Sandra


“Sandra justru gue khawatir sama loe, kalau sampai si Natasya meninggal terus ada yang tau dan liat loe pelakunya loe bakal dipenjara” balas Ririn


“Udah makanya loe diem, yang tau ini cuma loe, gue dan Tuhan kalau loe buka mulut gue bakal keluarin loe dari sekolah ini juga untuk menemani gue di penjara” Sandra mengancam Ririn


Ririn terdiam mendengar ucapan Sandra yang mengancamnya


“Ya ampun gue nyari kalian dari tadi ternyata disini ayo keruang osis sebelum ka Adrian datang” ucap Pipit yang datang dari arah ruangan osis menghampiri Ririn dan Sandra.


Percakapan Ririn dan Sandra terdengar oleh Adrian yang kebetulan lewat hendak mengambil obat merah di UKS karena tangannya terluka. Adrian yang mendengar percakapan mereka bersembunyi dibalik tembok ruang UKS.


flas of


 .......


Percakapan Sandra dan Ririn terekam jelas dalam memori Adrian, hingga ia masih tidak mengerti dengan alasan dibalik Sandra yang menabrak Natasya, Adrian bertanya tanya dalam hatinya


“Apa karena tempo hari yang tangannya hendak dipatahkan Natasya? atau karena iri dengan Natasya? atau karena gue?” segala pertanyaan dan kemungkinan terus berkeliaran di otak Adrian hingga ia masuk ke rumah dengan wajah yang kesal dan penuh pertanyaan.


“Adrian sudah pulang nak, malam sekali?” sapa bu Lina yang duduk di kursi tamu menunggu pak Herlambang


“Apa yang kamu pikirkan Adrian sampai berjalan sambil melamun gitu?” tanya bu Lina kemudian memukulkan tangannya ke sofa seraya menyuruh Adrian duduk


“Gak ada bun” jawab Adrian yang duduk di sebelah Ibunya


Pak Herlambang turun dari kamarnya dan melihat Adrian sudah di rumah


“Akhirnya pulang juga kamu, cepat ganti baju” ucap pak Herlambang


“Emang mau kemana yah?” tanya Adrian


“Tadinya ayah ingin mengajakmu bertamu ke rumah Yusuf tapi setelah di telophone ternyata mereka berada di rumah sakit, Natasya katanya kecelakaan tiga hari lalu. Bukankah kalian satu sekolah kenapa dirimu tak memberitahu ayah?” balas pak Herlambang


“Ia nak, cepat ganti bajumu dan ikut ke rumah sakit menjenguk Natasya” timpal bu Lina


“Adrian pun baru tahu tadi pagi yah kalau Natasya kecelakaan” ucap Adrian yang kemudian naik menuju kamarnya untuk mengganti baju.


Tak lama Adrian turun dan telah mengganti bajunya. Mereka pergi mengendarai mobil pribadi Adrian.


Karena supir pribadi ayahnya sedang cuti dan ia tidak membiarkan ayahnya membawa mobil sendiri.


Sesampai di rumah sakit


“Bun Yah masuk saja dulu, Adrian ada urusan bentar” ucap Adrian menurunkan kaca mobilnya


“Baiklah” balas bu Lina yang berlalu masuk bersama pak Herlambang menemui Natasya


Adrian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan terparkir disuatu toko.


Pak Herlambang dan bu Lina telah sampai di kamar Natasya, mereka masuk dan terkejut melihat Natasya sudah duduk di ranjang, sebelumnya mereka mendapat berita bahwa Natasya masih koma. Akhirnya pak Yusuf menceritakan kejadian tadi siang saat Natasya tersadar.


“Bal tolong jaga mba mu sebentar ya, Abi dan Pak Herlambang mau keluar” ucap Pak Yusuf pada Iqbal yang sedang duduk di depan Natasya


“Ini tolong lanjutkan ya nak, Umi juga akan keluar bersama” bu Halimah memberikan mangkuk buah kepada Iqbal


“Cepat sembuh sayang, tante keluar bentar ya, nanti Adrian ke sini” bu Lina memeluk Natasya dengan hangatnya sebelum keluar ruangan


“Ada nak Adrian bu Lina?” tanya bu Halimah


“Ia tadi dia izin bentar katanya ada urusan, nanti kesini” balas bu Lina


“Oh baiklah mari bu Lina, nak... Umi pergi dulu ya. Assalamu’alaikum” bu Halimah berjalan keluar bersama suami dan kedua orang tua Adrian.