Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 7



...........


Fals of lanjut yuk


“Nah jadi gitu ceritanya, gue sebel banget sama itu orang, gak pernah jawab hanya melirik kaya burung hantu” Akhir kata dari cerita Natasya yang bertemu Adrian.


“Ealah Sya parah luh sampe nyeruduk gitu, pantesan aja loe dipanggil Banteng” ucap Rara


“Sya Sya loh beruntung deh udah megang tangan ka Adrian bahkan loe merasakan dada bidangnya ka Adrian uhhhhh” lanjut Alika dengan ekspresinya yang membayangkan sesuatu.


Cetaakkkk


“Gak usah mikir aneh-aneh Alika, itu kecelakaan murni” balas Natasya sambil menjitak jidat Alika yang sedikit gemas dengan perkataannya.


Rara pun tertawa melihat Alika yang dijitak Natasya.


Sore kian menjemput mereka bertiga masih asik di pendopo sambil tertawa menikmati hembusan angin yang menenangkan, membuat mereka merasa tenang dengan segala aktivitas dihari ini. Keempat orang pria yang berada di pendopo ujung pun sudah tidak terlihat keberadaanya.


Lantunan tilawah nan merdu mulai terdengar, menandakan hari kian sore dan maghrib pun segera menjemput, Rara dan Alika menyadari itu dan bergegas pulang, tak lupa mereka berpamitan dengan ibu dan Ayahnya Natasya.


Natasya pun masuk ke rumah dan bersiap-siap untuk membersihkan dirinya dan beraktivitas seperti biasa untuk mengerjakan tadarus rutin dan belajar agama bersama Ayahnya.


Natasya belajar bersama Ayahnya mulai dari ba’da magrib sampai pukul 20.00 wib karena ia harus membagi waktunya untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya.


Ia jarang terlihat oleh santri putra karena memang ia tidak pernah melewati asrama putra dan jarang sekali keluar jika tidak mendesak. Tempat yang sering ia kunjungi adalah pendopo yang berada disamping rumahnya. Dari sanalah beberapa santri putra tau Natasya bahkan tak sedikit juga yang menyukai Natasya.


di pesantren Ayahnya memang untuk jenjang pendidikan baru sampai SMP tapi untuk yang melanjutkan pesantren usia mereka ada yang diatas Natasya dan itu lumayan banyak.


......


Pagi hari....


Natasya sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, tak lupa sebelum berangkat ia berpamitan dengan kedua orang tuanya, sesampainya di ruang tamu ia  melihat Ustad Mahmud sedang menunggu ayahnya, Natasya pun menunduk permisi untuk keluar


“Udah mau pergi nak?” tanya Ayah Natasya yang datang ke ruang tamu


“Sebentar, tolong ambilkan minum dulu,  untuk ustad Mahmud” pinta pak Yusuf yang hendak duduk


“Ia Bi” jawab Natasnya singkat dan kembali menuju dapur, tak lama ia menyuguhkan minuman didepan ustad Mahmud


“Silahkan diminum ustad, Bi Sya pergi sekolah dulu. Assalamu’alaikum” ucap Natasnya yang berlalu pergi


“Wa’alaikumsalam warahmatullah” balas pak Yusuf


“SubhanAllah bidadari ada didepan mataku, sungguh indah ciptaan-Mu ya Rabb” dalam hati ustad Mahmud, dan ia masih terus memandangi Natasnya Kemudian pak Yusuf menyadari bahwa ustad Mahmud dari tadi bengong


“Ustad... jadi bagaimana?” tanya pak Yusuf memecahkan lamunan ustad Mahmud


“Astagfirullah. ia pak Kiayi” ucap ustad Mahmud. Pak Yusuf hanya tersenyum tipis melihat kelakuan ustad Mahmud itu, kemudian mereka melanjutkan perbincangannya.


Disekolah...


Natasya yang sedang memarkirkan motornya melihat Adrian yang baru datang mengendarai mobil sportnya.


Tanpa ba bi bu be bo Natasya langusung melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan parkiran.


“Semoga si burung hantu itu gak liat gue” ucap Natasya yang menutupi mukanya dengan tas dan berjalan meninggalkan parkiran


“Dasar banteng, mau loe tutupin juga gue tau itu loe” dalam hati Adrian yang melihat Natasya berlalu mencoba menghindarinya, kemudian ia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju kelas.


Seperti biasa para siswi selalu mencari perhatiannya bahkan sampai banyak yang memberi hadiah, tetap saja Adrian tak meresponnya.


*******


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊