Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 30



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Beberapa menit kemudian Natasya dan dokter Hana berjalan menuju meja kerja dokter Hana


Sreeekkkkk (bunyi tirai yang disingkap)


Natasya berjalan bersama dokter Hana menuju meja kerjanya


“Jahitannya masih belum kering, nanti minggu depan balik lagi ya. Dan ingat jangan sampai terbentur apapun. Dokter lihat ada memar disamping jahitan pasti kena benturan kan?” ucap dokter Hana yang berlalu duduk


“Ia dok, semalam tak sengaja kejedut lemari” balas Natasya


“Lebih hati-hati lagi kedepannya, gak mau kan nambah jahitan” dokter Hana tersenyum sembari menulis resep obat


“Biarin aja dok, sekalian oprasi platik dia” sahut Adrian yang duduk disamping Natasya


Natasya melirik Adrian dengan sinis


“Udah nih, jangan sering-sering berantem nanti suka loh” dokter Hana memberikan resep obat pada Adrian


“Nah denger tuh, atau jangan-jangan loe beneran suka ya sama gue?” ucap Adrian pada Natasya


“Ishhh amit-amit, saya permisi dok terimakasih” balas Natasya yang beranjak pergi dari ruangan dokter Hana


Adrain pun mengekor dibelakang Natasya sambil senyum-senyum menertawakan tingkah Natasya.


Ketika sampai di parkiran, Natasya berbalik badan dan tidak mendapati sosok Adrian yang tadi mengikutinya.


“Bukankah tadi si burung hantu berada dibelakang? Sekarang kemana dia?” gumam Natasya sambil berjalan mencari keberadaan Adrian.


“Kemana sih burung hantu itu, gue bisa telat ini” Natasya duduk di lobi dan melihat jam di dinding rumah sakit yang menunjukkan pukul 15.00 wib


Natasya masih duduk di lobi rumah sakit sambil menghentak hentakkan kakinya menunggu Adrian, tak lama kemudian Adrian datang dari arah apotek, Natasya yang melihat Adrian langsung berdiri dan menghampirinya


“Loe dari mana aja sih?” tanya Natasya yang berada di depan Adrian


“Kenapa? Baru di tinggal sebentar aja loe udah kangen sama gue” balas Adrian


“Ihhh gak sudi gue kangen sama loe!” ucap Natasya ketus


“Terus?” Adrian mencoba menggoda Natasya


“Gue mau pulang, ada yang harus gue kerjain” jawab Natasya masih dengan nada ketusnya


“Dasar burung hantu” gumam Natasya yang berjalan dibelakang Adrian


Adrian tersenyum kecil mendengar Natasya yang kesal.


........


Di dalam mobil


Natasya masih terus bergumam dalam hatinya yang kesal dengan Adrian, ia terus memandang luar jendela dengan segala makian yang ia tujukan pada Adrian.


Adrian hanya melirik Natasya yang berada disampingnya, tanpa mengganggu atau menegurnya. Ia terus melajukan mobilnya sampai ke pesantren.


“Loe gak mau turun? Apa loe berharap gue bukakan pintu buat loe?” ucap Adrian memecahkan lamunan Natasya


“GAK PERLU. Gue bisa sendiri” ucap Natasya ketus yang menyadari ia telah sampai di depan rumahnya


Cek Cek Cek


Natasya mencoba membuka pintu mobil Adrian namun tidak bisa


“Kenapa?” tanya Adrian


Natasya tidak menanggapinya ia terus berusaha membuka pintu mobil yang sengaja Adrian kunci


“Katanya bisa, udah gak usah pura-pura, bilang aja kalau loe mau berlama-lama sama gue” lanjut Adrian yang menggoda Natasya


Natasya menghentikan kegiatannya dan menoleh ke Adrian dengan tatapan marah


“BUKA” ucap Natasya


Adrian yang meilhat Natasya kesal kemudian langsung mendekatkan tubuhnya pada Natasya, sehingga mata mereka saling bertemu


“Loe mau ngapain? minggir” ucap Natasya gugup dan khawatir


Cklekkk (suara pintu mobil terbuka)


“Bukain loe pintu” jawab Adrian dengan senyumnya yang sulit diartikan


Natasya hanya terdiam dan langsung keluar dari mobil Adrian menuju rumahnya. Adrian tertawa kecil didalam mobilnya mengingat ekspresi Natasya yang ketakutan.


Adrian segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju masjid karena sudah masuk waktu ashar. Selesai sholat ia ke asrama untuk istirahat sejenak.


“Assalamu’alaikum” ucap Adrian memasuki kamarnya


“Wa’alaikum salam, Ka Adrian baru sampe ka?” jawab Iqbal yang sedang membaca Al-qur’an


“Emmm” Adrian membantingkan dirinya ke atas kasur tak lama kemudian ia terlelap