
Semua berawal ketika pagi itu...
Pagi dimana semua siswa telah berbaris rapih di lapangan untuk mengikuti upacara bendera dihari senin.
“Hiyaaaakkk sial gue telat lagi” gumam seorang gadis yang memarkirkan motornya dan sedikit berlari menuju lapangan
“Hahaha, kebiasaan loe belum bisa diubah ya Sya, masih aja telat” sindir Rara yang berada disampingnya, yang ternyata Dia juga telat dan mereka berbaris dibarisan lain bersama siswa yang telat.
“Hahaha loe juga kunyuk” balas Natasya sambil tertawa mengejek
“Eh si Alika kemana?” lanjutnya bertanya pada Rara
Rara hanya menjawab “hmmmm” sambil memutar kepalanya seakan mencari keberadaan Alika. Tiba-tiba....
Bruggggghhh
(suara tas terjatuh)
“Sory-sory gue gak sengaja”
Eitsss sebelum lanjut, mari sedikit mengenal dengan pemeran dalam cerita
ini ya, cekit out
Natasya putri. Seorang gadis yang sedikit cuek, dan gaul. Dia putri dari pemilik yayasan pesantren modern yang cukup terkenal di daerahnya, sikapnya sedikit berbeda dari latar belakang keluarganya namun ia tetaplah seorang gadis yang patuh dan sopan, apalagi ketika sudah berhadapan dengan Ayahnya.
Natasya memiliki beberapa bakat terpendam yang jarang diketahui orang banyak. Ia juga memiliki saudara laki-laki yang bernama M. Iqbal Saputra, usianya terpaut 2 tahun darinya. Natasya tidak banyak dikenal orang, berbeda dengan adiknya yang sangat dikagumi para santriawati yang ada di pesantrennya, karena memang adiknya tinggal di asrama pesantren. Tidak dengan Natasya yang tinggal di rumahnya yang jarang terlihat santri lain.
Natasya sekarang duduk dikelas sebelas SMA, ia bersekolah diluar karena di pesantrennya hanya sampai jenjang SMP saja. Di sekolah Natasya cukup populer karena kecantikannya dan dia cukup cerdas. Banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya namun tak pernah ia tanggapi, begitupun teman wanitanya banyak juga yang iri dan benci dengan Natasya, lagi-lagi Natasya tidak akan meladeninya karena sikap ia yang memang cuek. Sya adalah panggilan yang sering digunakan kedua sahabatnya, walaupun ketika kumpul banyak panggilan-panggilan
diantara mereka yang begitu aneh. Kedua sahabat Natasya bernama Indira Aprilia yang dipanggil Rara dan Alika.
.......
Brugggg
(Suara tas terjatuh)
“Sory-sory, gue gak sengaja” maaf Alika kepada siswa lain yang ia tabrak
“Ini dia kupret satu telat juga” kata Rara sambil menoleh ke belakang melihat Alika yang menabrak siswa tadi. Alika pun langsung berbaris di belakang Natasya meneruskan barisan siswa yang telat.
“Hahaha kalian telat juga” balas Alika sambil menertawakan Natasya dan Rara
“Sutttt diem loe, gara-gara loe nih semalam” balas Natasya seraya menghentikan tawa Alika karena upacara sudah dimulai.
Semalaman Natasya, Rara dan Alika bergadang dengan sama-sama vcall untuk pembahasan unfaedah yaitu ngomongin kakak tingkat yang baru pindah ke sekolah mereka dan akan mulai masuk hari ini yang konon katanya cool dan ganteng parah, dia pindahan dari Amerika dan merupakan putra dari pemelik sekolah.
Setelah upacara selesai, para siswa masih berbaris rapih dan kesiswaan seperti biasa akan menindak para siswa yang telat serta memberi pengumuman. Namun Kali ini yang memberi pengumuman adalah kepala sekolah.
“perhatian siswa-siswa sekalian, disini Bapak akan mengenalkan siswa baru yang sempat kalian perbincangkan akhir-akhir ini. Ia adalah Adrian Syaputra” sambil menunjuk seorang cowok yang berbaris paling depan dibarisan kelas dua belas. Sontak membuat para cewek-cewek penasaran untuk melihatnya
“Adrian adalah putra dari pak Herlambang pemilik sekolah kita dan Adrian baru pindah dari Amerika, mungkin akan banyak penyesuaian dengannya, ia akan berada di kelas dua belas IPS 1, semoga kalian bisa berteman dengan baik dengan Adrian. Mungkin itu saja pengumuman dari bapak, silahkan pak dilanjutkan” Lanjut pak Budi sambil menuruni panggung upacara dan mempersilahkan kesiswaan melanjutkan tugasnya.
*****
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊