Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 37



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Adrian yang melihat Natasya meringis kesakitan karena luka ditangannya menepis tangan ustad Mahmud


“Maaf ustad Natasya biar saya yang antar” ucap Adrian kemudian berlalu meninggalkan ustad Mahmud dengan merangkul pundak Natasya.


Disusul Bili dan Robi yang berjalan membawa Alika dan Rara menuju parkiran.


Natasya hanya menurut dengan Adrian tanpa melakukan pelawanan dan penolakan seperti yang biasa ia lakukan.


Ketiga mobil yang di kendarai Adrian, Bili dan Robi kini melaju keluar meninggalkan sekolah.


.......


Dalam perjalanan Natasya masih terdiam dengan berusaha menghentikan darah yang mengalir di bibirnya


“Kenapa berhenti?” tanya Natasya terkejut dengan Adrian yang menghentikan mobilnya di pinggir jalan


Adrian tidak menjawab, ia malah membuka pintu mobil dan keluar menuju apotek


“Apa dia membeli obat?” gumam Natasya dalam mobil yang melihat Adrian keluar apotek membawa plastik di tangannya


“Sini tangan loe” ucap Adrian yang sudah berada dalam mobil dan membuka obat merah


“Gua bisa sendiri” sahut Natasya meraih obat merah ditangan Adrian


Adrian pun hanya diam dan membiarkan Natasya mengobati luka ditangan dan bibirnya sendiri


“Auuhhhhh sssssttttt” ucap Natasya menahan rasa perih


“Biar gue bantu” Adrian langsung mengambil obat merah dan mengoleskannya secara perlahan sembari meniupi luka Natasya


“Kenapa si burung hantu ini peduli sekali?” gumam Natasya dalam hatinya


“Eh mau ngapain loe?” Natasya menghentikan tangan Adrian yang hendak menyentuh kening dan menyodorkan mukanya


“Gue mau ganti perban di kening loe itu, diam lah” ucap Adrian dengan tegas yang melihat perban Natasya terlepas


“Bisa-bisa pulang loe di marahin umi habis-habisan kalau tau luka di kening loe ini berdarah ditambah muka loe yang lebam” ucap Adrian yang terus mengobati luka Natasya dan mengganti perbannya


Dengan lembut Adrian membersihkan luka yang berada di wajah Natasya, Adrian pun mengobati luka yang di ujung bibir Natasya juga, saat itu tak sengaja mata mereka saling bertatap


Jantung Natasya dibuat maraton malam-malam sampai ia menahan nafasnya


“Gue udah selesai, bernafaslah jangan nambah nyusahin gue” ucap Adrian menarik tubuhnya di posisi pengemudi dengan sedikit senyum yang tak bisa diartikan


“Hemmmmm” Natasya menghembuskan nafasnya


“Kenapa? Loe kagum melihat ketampanan gue dari dekat? Ia gue akui gue emang tampan dari lahir” lanjut Adrian songgong yang menggoda Natasya


“Ih PD banget loe, cepat nyalakan mobilnya” sahut Natasya yang memerintah Adrian


 “Udah akui aja kalau gue ganteng” balas Adrian yang menyalakan mobilnya


“Ishhhh” Natasya menanggapi perkataan Adrian dengan memasang wajah jijik


“Hahaha udah nih tutupi lebam loe itu” Adrian memberikan poundation dan bedak pada Natasya


Natasya menerima pemberian Adrian dan terkejut setelah melihat apa yang Adrian berikan


“Loe pake ginian? gak nyangka gue” tanya Natasya terkejut sambil menggelengkan kepalanya


“Gak usah loe mikir aneh-aneh, ini baru gue beli tadi. Gue cowok tulen, dan kegantengan gue natural” jawab Adrian yang fokus menyetir


“Hahaha ya siapa tau kan loe emang pake, biar nambah mulus itu muka” ucap Natasya


“Apa? Hahaha tuh kan gue udah tau kalau loe emang sering memperhatikan gue. Udah gak usah muna lagi akui aja kalau emang gue ganteng” balas Adrian


“Cihh” Natasya mulai menutupi lebamnya


Adrian tersenyum tipis melihat ekpresi Natasya


 Sampai di rumah Natasya


“Loe mau kemana?” tanya Natasya yang melihat Adrian mengekor di belakangnya


“Ya masuk lah” jawab Adrian


“Mau ngapain loe, sana ke asrama” usir Natasya