
LANJUT YUK KA
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH đ
SELAMAT MEMBACA
*****
âBil, Yan sebentar lagi acara dimulai, kalian mending sambut kepsek dan guru serta tamu undnagan yang berjalan menuju kemariâ ucap Robi yang datang tiba-tiba
âOk thanksâ balas Adrian yang berlalu menyambut kepala sekolah bersama Bili
Adrian dan Bili sudah duduk di kursi depan bersama dengan kepala sekolah, guru-guru dan beberapa tamu undangan yang hadir serta jajaran osis yang menemaninya.
Acara pembukaan program ramadhan pun dimulai tepat pukul 09.30 wib. Rara membuka acara ditemani oleh Riko
âAssalamuâalaikum wr.wbâ ucap Rara dan Riko kompak
âWaâalaikumsalam wr.wbâ jawab seluruh audiens
âAlhamdulillahirabbilâalamin segala puji bagi Allah yang telah memberi beribu nikmat hingga kita bisa berkumpul ditempat ini dengan keadaan sehat wal âafiyat tanpa adanya kekurangan sedikitpun. Shalawat beriring salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muahmmad saw. Terimakasih kepada bapak kepala sekolah beserta staf guru dan tamu undangan yang menyempatkan hadir dalam acara hari ini. Kami disini sebagai pembawa acara akan membacakan susunan acara yang akan berlangsung pada hari ini.
Yang pertama pembukaan,
yang kedua Tilawatil Quran,
yang ke tiga sambutan-sambutan,
yang ke empat ceramah agama dan
yang terakhir penutup atau doa
Mari kita buka acara hari ini dengan melafadzkan Basmallahâ ucap Rara bergantian dengan Riko
âBismilahirahmannirrahimâ sahut para audiens
âAcara selanjutnya yaitu pembacaan tilawatil Qurâan yang akan dilantunkan oleh Natasya Putri kepadanya disilahkanâ ucap Rara
Natasya mulai naik ke atas panggung yang sudah mengganti pakaiannya. Natasya memakai gamis panjang berwarna pink dengan kerudung silver senada dengan warna renda bajunya dan kali ini Natasya sedikit memakai riasan wajah yang menambah keanggunannya.
Adrian yang melihat Natasya hanya terdiam dan tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya, begitupun dengan para siswa lain yang mengagumi Natasya.
Dengan segera Natasya memulai tilawahnya walaupun dalam hatinya merasa ragu karena malu
âSya loe bisa, jangan pernah mengecewakan kepercayaan orang. Lakukan saja dan Bismillahâ ucap Natasya dalam hatinya yang sudah duduk diatas panggung menghadap audiens.
Para audiens yang mendengar lantunan ayat suci Al-Qurâan yang dibacakan Natasya bedecak kagum
dan sangat menghayati setiap ayat yang terucap. Tak terkecuali dengan Adrian yang duduk dibarisan paling depan
âBenar kata Iqbal, suaranya sangat merdu. Sungguh sempurnaâ ucap Adrian dalam hatinya dengan mata yang berbinar kagum melihat Natasya yang berada dihadapannya
Setelah Natasya selesai membacakan tilawah qurâan acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan kepala sekolah, ketua osis dan ketupel acara ini.
.......
Pukul 10.45 wib acara inti sudah berakhir tinggal lah penutupan dan Akhirnya acara hari ini berjalan dengan lancar. Para siswa juga sangat antusias mendengarkan tambahan materi tentang keegamaan yang disampaikan oleh ustad Hanan tanpa sedikitpun bosan tergambar diraut wajah mereka.
âAdrian terimakasih sudah menyiapkan acara ini dengan megah dan sangat baikâ ucap kepala sekolah yang berjalan keluar ruangan bersama Adrian dan Bili
âSama-sama pak, ini berkat semua anggota osis dan pihak yang membantuâ balas Adrian
âKalau begitu bapak pamit duluan, terus semangatâ pak kepala sekolah berlalu pergi diikuti para guru dan siswa yang mulai menuju parkiran.
Di ruangan osis
âSyaaaaaaaaaa... sumpah gue gak percaya suara loh bener-bener merduâ Rara berlari memeluk Natasya yang sedang duduk bersama Alika
âAduh aduh aduh lepasin Ra....â ucap Natasya yang kesakitan karena pelukan Rara
âHehe maaf... ternyata piagam juara Qori yang terpajang di kamar loh itu bener-bener punya
loe Syaâ lanjut Rara mengingat piagam Natasya
âHah kapan loe liat Ra?â tanya Alika
âUdah lama Alâ jawab Rara yang duduk bersama mereka
âKok gue gak liat yaâ lanjut Alika
âPiagamnya sengaja tak di perlihatkan oleh Natasya Al, gue aja gak sengajaâ ucap Alika
âHehe maaf, bukan sengaja memang ia terhalangiâ sahut Natasya
âIa deh kita percayaâ jawab Rara dan Alika berbarengan
âEh kalain ngapain masih disini, cepet kita rapat di aulaâ ucap Eka yang tiba-tiba dateng menghentikan percakapan mereka dan berlalu meninggalkan Natasya dan kedua sahabatnya
âIa kaâ jawab Rara yang kemudian berdiri diikuti Natasya dan Alika.