Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 27



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


“Bil, Yan sebentar lagi acara dimulai, kalian mending sambut kepsek dan guru serta tamu undnagan yang berjalan menuju kemari” ucap Robi yang datang tiba-tiba


“Ok thanks” balas Adrian yang berlalu menyambut kepala sekolah bersama Bili


Adrian dan Bili sudah duduk di kursi depan bersama dengan kepala sekolah, guru-guru dan beberapa tamu undangan yang hadir serta jajaran osis yang menemaninya.


Acara pembukaan program ramadhan pun dimulai tepat pukul 09.30 wib. Rara membuka acara ditemani oleh Riko


“Assalamu’alaikum wr.wb” ucap Rara dan Riko kompak


“Wa’alaikumsalam wr.wb” jawab seluruh audiens


“Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji bagi Allah yang telah memberi beribu nikmat hingga kita bisa berkumpul ditempat ini dengan keadaan sehat wal ‘afiyat tanpa adanya kekurangan sedikitpun. Shalawat beriring salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muahmmad saw. Terimakasih kepada bapak kepala sekolah beserta staf guru dan tamu undangan yang menyempatkan hadir dalam acara hari ini. Kami disini sebagai pembawa acara akan membacakan susunan acara yang akan berlangsung pada hari ini.


Yang pertama pembukaan,


yang kedua Tilawatil Quran,


yang ke tiga sambutan-sambutan,


yang ke empat ceramah agama dan


yang terakhir penutup atau doa


Mari kita buka acara hari ini dengan melafadzkan Basmallah” ucap Rara bergantian dengan Riko


“Bismilahirahmannirrahim” sahut para audiens


“Acara selanjutnya yaitu pembacaan tilawatil Qur’an yang akan dilantunkan oleh Natasya Putri kepadanya disilahkan” ucap Rara


Natasya mulai naik ke atas panggung yang sudah mengganti pakaiannya. Natasya memakai gamis panjang berwarna pink dengan kerudung silver senada dengan warna renda bajunya dan kali ini Natasya sedikit memakai riasan wajah yang menambah keanggunannya.


Adrian yang melihat Natasya hanya terdiam dan tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya, begitupun dengan para siswa lain yang mengagumi Natasya.


Dengan segera Natasya memulai tilawahnya walaupun dalam hatinya merasa ragu karena malu


“Sya loe bisa, jangan pernah mengecewakan kepercayaan orang. Lakukan saja dan Bismillah” ucap Natasya dalam hatinya yang sudah duduk diatas panggung menghadap audiens.


Para audiens yang mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Natasya bedecak kagum


dan sangat menghayati setiap ayat yang terucap. Tak terkecuali dengan Adrian yang duduk dibarisan paling depan


“Benar kata Iqbal, suaranya sangat merdu. Sungguh sempurna” ucap Adrian dalam hatinya dengan mata yang berbinar kagum melihat Natasya yang berada dihadapannya


Setelah Natasya selesai membacakan tilawah qur’an acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan kepala sekolah, ketua osis dan ketupel acara ini.


.......


Pukul 10.45 wib acara inti sudah berakhir tinggal lah penutupan dan Akhirnya acara hari ini berjalan dengan lancar. Para siswa juga sangat antusias mendengarkan tambahan materi tentang keegamaan yang disampaikan oleh ustad Hanan tanpa sedikitpun bosan tergambar diraut wajah mereka.


“Adrian terimakasih sudah menyiapkan acara ini dengan megah dan sangat baik” ucap kepala sekolah yang berjalan keluar ruangan bersama Adrian dan Bili


“Sama-sama pak, ini berkat semua anggota osis dan pihak yang membantu” balas Adrian


“Kalau begitu bapak pamit duluan, terus semangat” pak kepala sekolah berlalu pergi diikuti para guru dan siswa yang mulai menuju parkiran.


Di ruangan osis


“Syaaaaaaaaaa... sumpah gue gak percaya suara loh bener-bener merdu” Rara berlari memeluk Natasya yang sedang duduk bersama Alika


“Aduh aduh aduh lepasin Ra....” ucap Natasya yang kesakitan karena pelukan Rara


“Hehe maaf... ternyata piagam juara Qori yang terpajang di kamar loh itu bener-bener punya


loe Sya” lanjut Rara mengingat piagam Natasya


“Hah kapan loe liat Ra?” tanya Alika


“Udah lama Al” jawab Rara yang duduk bersama mereka


“Kok gue gak liat ya” lanjut Alika


“Piagamnya sengaja tak di perlihatkan oleh Natasya Al, gue aja gak sengaja” ucap Alika


“Hehe maaf, bukan sengaja memang ia terhalangi” sahut Natasya


“Ia deh kita percaya” jawab Rara dan Alika berbarengan


“Eh kalain ngapain masih disini, cepet kita rapat di aula”  ucap Eka yang tiba-tiba dateng menghentikan percakapan mereka dan berlalu meninggalkan Natasya dan kedua sahabatnya


“Ia ka” jawab Rara yang kemudian berdiri diikuti Natasya dan Alika.