Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 32



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Di rumah Natasya


“Dari mana nak?” tanya bu Halimah yang baru turun dari mobil


“Eh umi, dari pendopo menggantikan ustadzah Ria” jawab Azizah mencium tangan ibunya


Mereka berdua masuk dan melanjutkan menyiapkan untuk buka puasa, setelah berbuka seperti biasa dilanjutkan dengan sembahyang dan tadarus. Kali ini mereka hanya berdua karena pak Yusuf sedang menginap di rumah saudaranya.


Masuk waktu isya bu Halimah dan Natasya bergegas ke masjid untuk terawih dan setelah itu mengaji kitab bersama para santri lain.


........


Jalan pulang menuju rumah


“Assalamu’alaikum” ucap seorang pria yang menghadang jalan Natasya


“Wa’alaikum salam, iya ustad ada apa?” tanya Natasya pada ustad Mahmud


“Boleh saya berbicara dengan Natasya sebentar?” ucap ustad Mahmud


“Tentang apa ya ustad?” tanya Natasya


“Bukan apa-apa hanya ingin menyampaikan isi hati saja” jawab ustad Mahmud yang sedikit gugup


“Maaf ustad, saya ada kerjaan yang harus segera diselesaikan” Natasya mencoba menghindari perbincangan yang mengarah pada perasaan karena ia pun tau bahwa ustad Mahmud menyukainya lewat pesan-pesan dan beberapa hadiah yang ustad Mahmud berikan.


“Kalau begitu nanti saja saya bicaranya” balas ustad Mahmud


“Baik ustad, saya permisi Assalamu’alaikum” ucap Natasya berlalu


 “Wa’alaikumsalam” jawab ustad Mahmud yang masih berdiri ditempatnya


Natasya melanjutkan langkahnya menuju rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Setelah meletakkan buku dan melepas hijabnya ia membantingan tubuhnya di atas kasur, ia raih ponsel yang berada disampingnya dan membuka Watshaap mengecek pesan beberapa hari kemarin yang tidak ia baca dan respon.


Tring... (bunyi pesan masuk)


Natasya masih mengabaikan pesan yang baru saja masuk itu, ia masih asik membaca pesan yang kemarin dari sahabat dan grup kelasnya


Tring... (Bunyi pesan masuk)


Untuk kedua kalinya pesan itu masuk, masih Natasya abaikan


Tring


Tring


Tring


Natasya mulai terganggu ia scrool up untuk melihat pesan itu didapatinya nomor tanpa nama, ketika ia hendak membuka pesan itu, tiba-tiba nomor itu memanggil


“Aisssh siapa sih, awas aja kalau dua kunyuk itu ngerjain” gumam Natasya yang mengira kedua sahabatnya sedang mengerjai dia


Natasya menggeser tombol terima dari ponselnya


“Jangan lupa obatnya di minum dan salepnya juga di oleskan!” suara dari seberang telephon dengan nada memerintah


Natasya yang mendengar itu sadar bahwa yang menelephonnya si burung hantu Adrian. Ia pun langsung mematikan panggilan telepon itu.


Beberapa detik kemudian Adrian memanggilnya kembali


“Ada apa lagi?” jawab Natasya dari ujung telepon


“Kenapa loe gak jawab perkataan gue tadi?” tanya Adrian


“Apa yang harus gue jawab? loe hanya memerintah bukan bertanya!” balas Natasya dengan ketus


“Hahaha, laksanakan kalau gitu. Gue mau nanya” ucap Adrian


“Apa?” jawab Natasya singkat


“Loe udah makan?” ucap Adrian


“Apa urusan loe nanyain gue makan? udah kalau gak ada yang penting gue tutup. Gue mau tidur” Natasya membalas dengan nada ketus


“Eh tunggu dulu” Adrian menahan Natasya mematikan telephonnya


“Apa lagi?” tanya Natasya


“Selamat istirahat” ucap Adrian


“Ishhh jibang (Jijik Bnaget) gua” balas Natasya yang kemudian langsung mematikan telephonnya


Adrian senyum-senyum kecil dikamarnya setelah menggoda Natasya lewat telephon


“Ka Adrian kenapa?” tanya Ibal yang melihatnya aneh


“Gak” jawab Adrian yang masih dengan senyumnya


“Oalah pasti ngegodain mba ya? Hehe” Iqbal melihat bekas panggilan keluar di ponsel Adrian yang tergeletak disampingnya


“Sutttt diem loe” balas Adrian


“Haha aman ka, mau tau gak tentang mba?” Iqbal menawarkan menceritakan tentang Natasya


Adrian hanya duduk terdiam dihadapan Iqbal kemudian iqbal duduk disamping Adrian dan menceritaka tentang Natasya padanya tentang banyak yang menyukainya dan sampai beberapa keahlian yang kakaknya itu miliki


“Ka Adrian gak percaya?” tanya Ibal yang melihat ekpresi Adrian


“kalau gak percaya besok sore ikut Iqbal ke gedung tekwondo, jangan tertipu sama wajahnya yang cantik karena dia sedikit preman haha” lanjut Iqbal


“Kita liat besok” jawab Adrian