Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 50



SELAMAT MEMBACA


“Adriaaaan dengarkan nenek baik-baik” ucap bu Mala yang berhadapan dengan Adrian sambil memegang tangan Adrian


“Apa nek? Nenek mau menjodohkan Adrian lagi?, sudah cukup nek” balas Adrian dengan kesal yang sudah paham dengan neneknya


“Yan, kamu itu pewaris tunggal keluarga ini, jadi tolong menurut saja. Semua ini untuk kebaikanmu” sahut pak Herlambang dengan tegas


“Yah, Adrian sudah capek di jodoh-jodohkan, Adrian hanya akan menikah dengan pilihan Adrian” balas Adrian tak kalah tegas dengan pak Herlambang


“Dasar anak keras kepala. Kita disini menjodohkan kamu agar kehidupanmu kedepannya lebih baik, bukan hanya hura-hura seperti di amrik dulu. Belajarlah untuk bersikap dewasa” ucap pak Herlambang semakin manikkan nadanya


“Sudah Her, biar mamah yang bicara padanya” timpal bu Mala yang mencoba menghentikan perdebatan anak dan bapak yang sama-sama keras kepala itu.


“Adriaaaannn memangnya gadis seperti apa yang kamu sukai?” tanya bu Mala


Adrian terdiam menatap bu Mala seakan sedang berbicara menggambarkan tipe gadis yang ia sukai dalam hatinya. Kemudian Adrian menjawab pertanyaan neneknya


“Nek, apakah jika Adrian menyebutkannya nenek akan berhenti menjodohkan Adrian dengan gadis-gadis pilihan nenek itu?” Adrian balik bertanya


Bu Mala menganggukkan kepalanya


Adrian pun kemudian mendeskripsikan kriteria gadis yang ia sukai dihadapan bu Mala dan kedua orang tuanya.


Terlihat bu Lina pak Herlambang dan Bu Mala serius mendengarkan Adrian yang sedang bertutur tentang gadis yang ia sukai.


Setelah Adrian selesai mendeskripsikan, bu Mala mengambil satu foto yang berada di atas meja dan memberikannya pada Adrian dengan posisi foto yang masih terbalik.


“Nenek hanya ingin kamu melihat satu foto ini sebelum kamu bisa membawa gadis impianmu itu” ucap bu Mala


“Apa lagi ini nek? Bukankah tadi nenek setuju tidak akan menjodohkan Adrian lagi?” balas Adrian yang memegang foto pemberian bu Mala


“Lihat lah dulu nak, kali ini pilihan nenek gak salah” ucap bu Lia


“Bundaaaaa....?” Adrian menatap ibunya


“Lihat lah dulu” ucap bu Mala yang menyentuh tangan Adrian


Adrian dengan perlahan membalikkan foto yang neneknya berikan itu dan nampak wajah bingung dan penuh tanya menyelimuti hatinya.


.......


Di rumah Natasya


Pagi itu nampak Iqbal sudah duduk dimeja makan bersama dengan bu Halimah dan pak Yusuf. Natasya yang baru saja keluar kamarnya berjalan menuju meja makan dan duduk di depan Iqbal.


“Tumben loe sarapan di rumah?” tanya Natasya pada Iqbal yang mulai duduk dikursinya


“Iqbal mau ngasih kabar bahagia. Ujian Iqbal lolos dan dua minggu lagi berangkat kesana” balas Iqbal dengan sumringah


“MasyaAllah.... barakallah nak” ucap pak Yusuf


“Wihhh keren juga loe bisa lolos, auto teraktir gue nih” sahut Natasya


“Emangnya gue anak bayi di kasih balon” ucap Natasya


“Udah sarapan dulu” ucap bu Halimah


Natasya, Iqbal dan kedua orang tuanya menikmati makanan yang telah tersedia didepannya dengan hikmat


Setelah selesai sarapan pak Yusuf melihat Natasya dan berkata


“Nak, Abi mau menyampaikan sesuatu”


Natasya yang masih mengunyah makanan terakhir dimulutnya melihat ke arah ayahnya


“Kemarin ada amanat dari orang tua yang mengharapkan kita menjadi keluarga” ucap pak Yusuf


“Maksudnya apa Bi?” tanya Natasya belaga tak paham


“Ada satu lamaran yang datang, bermaksud untuk meminangmu, bagaimana tanggapanmu nak?” jawab pak Yusuf


Natasya tersedak air yang sedang ia minum, Iqbal pun yang ada dihadapannya ikut membelalakkan mata karena terkejut


“uhuk uhuk uhuk”


Bu Halimah yang duduk disamping Natasya refleks langsung menepuk punggung Natasya


“Lamaran??? Bi Natasya kan masih kelas 11 belum lulus, Natasya gak mau menerima lamaran dulu, Natasya masih mau melanjutkan sekolah Natasya” jawab Natasya


“Hemmm” balas pak Yusuf


“Sya jika pria itu mau menunggu sampai kamu lulus bagaimana?” tanya bu Halimah


Natasya diam menatap ibunya dan bergumam mencoba menebak pria yang melamarnya itu, dalam otaknya ia memastikan lamaran itu datangnya dari ustad Mahmud.


“Bagaimana?” bu Halimah menggoyangkan lengan Natasya dan menyadarkan dari lamunannya


“Natasya gak tau” jawab Natasya


“Jangan beri jawaban seperti itu, yang menggantungkan keputusan. Beri kejelasan biar Abi bisa menjelaskannya” sahut pak Yusuf


“Sya bener-bener gak tau Bi...’ jawab Natasya


“Ambil keputusan dan perjelas” ucap pak Yusuf dengan tegas yang masih menatap Natasya, namun kali ini tatapannya lebih serius


Natasya dibuatnya semakin bingung, karena saat ini tidak pernah terlintas sedikitpun di otaknya untuk segera menikah.


*****


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA


JANHAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


😊☺️