Wa'Alaikum Salam Mei

Wa'Alaikum Salam Mei
Episode 21



LANJUT YUK KA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA


TERIMAKASIH 😊


SELAMAT MEMBACA


*****


Di kamar Natasya


“Nak istirahatlah Umi ke asrama dulu” ucap bu Halimah yang meletakkan tas dan buket bunga di meja rias Natasya


“Ia mi, Natasya nanti kesana bolehkan mi?” tanya Natasya


“Untuk apa? Kamu istirahat aja dulu” jawab bu Halimah


“Sya mau ngasih tau jadwal mengaji dan kegiatan lainnya Mi” ucap Natasya


“Ya baiklah, kalau begitu Umi pergi dulu. Assalamu’alaikum” bu Halimah keluar kamar Natasya


“Wa’alaikum salam” jawab Natasya.


Setelah ibunya pergi, Natasya membereskan tas pakaian yang dibawa ibunya tadi kemudian ia berganti baju dan jilbab, ketika ia bercermin Natasya melihat buket yang dibawa Adrian sudah mulai layu dan kemudian mengeluarkan bunga-bunga itu dari kertas buket yang menghiasinya


“Ternyata airnya sudah mulai habis” ucap Natasya yang melihat air diujung tangkai bunga tinggal sedikit. Natasya pun keluar kamarnya dan mencari vas bunga serta mengisinya dengan air


“Selesai, kamu harus bertahan hidup ya. Kamu itu cantik jadi kamu jangan layu-layu lagi” Natasya berbicara pada bunga-bunga yang ia letakkan dekat jendelanya. Kemudian Natasya keluar menuju asrama putri


.......


“Assalamu’alaikum” ucap Natasya ketika sampai di asrama


“Wa’alaikum salam” jawab para santri putri kompak dan mereka sedang sibuk bersih-bersih


“Mba Natasya sudah pulang? Bagaimana keadaan mba?” tanya seorang santri yang menghampiri Natasya


“Alhamdulillah sudah semakin membaik” jawab Natasya


“Mba saya tinggal dulu, mba Natasya duduk saja di sini” ucap santri itu yang mempersihkan Natasya duduk


“Ok. Oh ia nanti setelah selesai kita kumpul disini ya mba mau ngaasih jadwal mengaji di ramadhan” Natasya masih berdiri di tengah asrama


“Baik mba, saya permisi Assalamu’alaikum” jawab santri itu


“Wa’alaikumsalam” Natasya berjalan mengelilingi setiap pintu asrama dan membantu mereka membersihkan kamar, para santri banyak melarang Natasya karena ia baru saja pulang dari rumah sakit tapi Natasya tidak memperdulikannya ia tetap membantu mereka.


Selesai bersih-bersih mereka berkumpul dan mendengarkan arahan dari Natasya, bu Halimah dan para ustadzah lain pun hadir duduk bersama Natasya.


Langsung saja Natasya membacakan jadwaal mengaji dan mnyerahkan selembar kertas kepada perwakilan santri, isi dari kertas itu tak lain adalah jadwal mengaji yang akan diperbanyak supaya para santri tidak lupa.


“Mi, Ustadzah Natasya pamit pulang duluan Assalamu’alaikum” ucap Natasya yang duduk bersama ibu dan para ustadzah setelah selesai memberi arahan kepada santri tak lupa Natasya pun mencium tangan untuk berpamitan


“Wa’alaikumsalam” jawab bu halimah kompak dengan tiga ustadzah yang disampingnya


......


Ditengah perjalanan


“Assalamu’alaikum  mba” ucap Iqbal


“Wa’alaikumsalam, astagfirullah” Natasya terkejut dengan kedatangan Iqbal yang tiba-tiba datang menghadang jalannya


“Hahaha terkejut melihat orang tampan ya mba?” tanya Iqbal


“Ishhhh PD banget loe, ngapin disini hayooo?” sahut Natasya dengan nada menggoda


“HAHH anak nakal, pulang-pulang” Natasya membulatkan matanya dan menjewer telinga Iqbal


“Auuu sakit mba, gini nih kalau punya mba yang kelamaan ngejomblo, iri aja sama adiknya” teriak Iqbal sambil memegang telinganya dan mengejek Natasya


“Apa loe bilang? Sini loe, pulang gak? PULANG” ucap Natasya dengan nada kesalnya


“Ampun mba..... amupunnnn.....” Iqbal berlari menghindari Natasya yang terus mengejarnya


Dan Brugggh


Natasya terjatuh menabrak seseorang


“Loe gak papa?” tanya Adrian yang melihat Natasya jatuh dihadapannya


“Ka tolong gue” Iqbal bersembunyi di belakang Adrian


“Aishhh minggir, sini loe Iqbal” ucap Natasya yang berusaha menangkap Iqbal yang bersembunyi dibelakang Adrian, Iqbal pun masih berteriak ampun dan menghindar dari Natasya


“Husss banteng kecil diem” Adrian memegang kepala Natasya. Ia pun menghentikan meraih Iqbal yang berada di belakang Adrian


“Lepasin tangan loe dari kepala gue, mentang-mentang loe lebih tinggi seenaknya aja manggil” ucap Natasya yang kesal


“Itukan kenyataanya Banteng kecil” ucap Adrian kembali


“Hahahaha banteng kecil” ledek Iqbal yang keluar dari persembunyiannya dipunggung Adrian


“DIAM loe Iqbal. Ngapian juga loe disini?” tanya Natasya pada Adrian


“Ya suka-suka gue lah” jawab Adrian


 “Oh ia gue lupa......, hati-hati aja disini banyak hantu. Udah nih kasih tau santri putra ya” Natasya memberikan selembar kertas pada Iqbal dan berlalu pergi


“Mba ini apa?” tanya Iqbal yang melihat kakaknya berlalu pergi tanpa menjelaskan


“Baca aja, kalau loe gak bisa baca kasih sama burung hantu yang disamping loe itu Bal” teriak Natasya yang terus berlalu dengan tawanya.


“Assalamu’alaikum” ucap ustad Mahmud dari belakang Natasya


“Astagfirullah, wa’alaikumsalam. eh ustad” jawab Natasya terkejut dan membalikkan badannya


“Udah sehat Sya?” tanya ustad Mahmud


“Alhamdulillah ustad, saya permisi dulu ***....”ucap Natasya terhenti karena ustad Mahmud memanggilnya lagi


“Tunggu Sya, ini” ucap ustad Mahmud memberikan bingkisan ke Natasya


“Apa ini ustad?” tanya Natasya


“Sesuatu yang bisa dipakai, Saya akan senang bila Natasya berkenan mengenakannya” balas ustad Mahmud


“Terimakasih ustad, saya permisi Assalamu’alaikum” ucap Natasya berlalu pergi


“Wa’alaikum salam” jawab ustad Mahmud


Tak jauh dari Natasya dan ustad Mahmud berada Adrian masih memperhatikan mereka yang sedang berbicara dan memberi Natasya sesuatu


“Bal, itu siapa?” tanya Adrian pada Iqbal


“Oh itu ustad Mahmud yang mengajar disini, kenapa ka?” Iqbal balik bertanya


“Hemmm gak gue pengen tau aja” jawab Adrian


“Ya udah, yuk ka ke asrama” ajak Iqbal pada Adrian dan pergi menuju asrama


Sesampainya Natasya di rumah ia langsung mandi dan meletakkan bingkisan dari ustad mahmud di rak hias yang berisi sovenir dan beberapa hadiah dari para pengagumnya tapi tidak ada yan ia buka hanya diletakkan saja disana.