
Ditengah tawa ketiga gadis itu, Rara tiba-tiba melihat Adrian melewati UKS dan menyapanya
“Hai ka Adrian” ucap Rara yang masih duduk disamping Alika
“Udah selesai dramanya Ra” Ucap Natasya
“Hai ka” sambung Alika dengan melambaikan tangannya
Adrian pun masuk ke dalam UKS tanpa Natasya ketahui
“Dua kunyuk ini mau ngerjain gue lagi apa” batin Natasya kemudian ia berbalik badan dengan mengucapkan
“Hai ka Ad... rian”dengan mengangkat tangannya seraya akan melambai dan seketika itu juga Natasya terkejut ternyata benar-benar ada Adrian disana yang melangkah masuk mendekati mereka.
Natasya merasa sangat terkejut juga malu.
“Hai kalian, kenapa disini, bukannya masuk kelas ya? Atau kalian bolos dari pelajaran?” tanya Adrian
“Enggg...” jawaban Rara terhenti karena Natasya langsung bicara
“Enak aja bolos, gak lah ngapain bolos”
“Buktinya kalian disini dan tertawa gak jelas, gua laporin ahhh” balas Adrian kemudian pergi yang sudah memahami kenapa mereka disini dengan melihat posisi alika yang duduk diatas kasur UKS
“Ehhhh mau kemana loe burung hantu nyebeliinnn?” teriak Natasya yang tak ditanggapi Adrian.
Rara dan Alika tertawa melihat kelakuan Natasya yang seperti kucing bertemu tikus jika berhadapan dengan Adrian.
“Kenapa kalian tertawa?” tanya Natasya yang melihat kedua sahabatnya itu puas mentertawakannya
“Sya.... hati-hati nanti loe suka sama ka Adrian” balas Rara. Natasya hanya diam tak membalas.
Kemudian mereka masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran, walaupun masih setengah jam lagi untuk pulang. Mereka berjalan bertiga menuju kelas, Natasya yang melihat pak Eko dari luar kelas kemudian teringat sesuatu
“Alika, ini diminum ya gue tadi lupa” ucap Natasya
“Apa ini? Dari siapa?” Alika berbalik badan melihat Natasya dan menerima obat yang diberikannya
“dari paman loe” balas Natasya.
“hhhmmmm” Alika mengangguk mengerti, kemudian mereka masuk kedalam kelas mengikuti pelajaran sampai bel pulang berbunyi.
............
Di hari minggu yang sendu, langit tak secerah biasanya. Sinar mentari terhalang oleh awan yang menyelimuti seakan hujan ingin turun. Natasya berada di kamarnya melihat arah jendela menatap langit yang mendung. Saat itu juga terdengar suara riuh dari dapur, ia pun keluar dan melihatnya, disana sudah nampak bu Halimah dan tiga santri putri yang sedang masak.
“Mi... sedang buat apa?” tanya Natasya yang melihat mereka tengah sibuk di dapur
“Sini nak, bantu ibu masak” jawab bu Halimah
“Ada acara besarkah? Sampai ibu masak banyak, atau di asrama gak ada yang masak?” Natasya bertanya kembali sambil menghampiri ibunya dan mulai memotong sayuran yang ada dihadapannya
“Bu Inah ada di asrama, kawan Abimu akan berkunjung bersama keluarganya” jawab bu Halimah yang masih melanjutkan adonan kue
“Emang banyak ya Mi yang dateng?” tanya Natasya kembali
“Tiga sampai lima orang mungkin” jawab bu Halimah
Natasya memandang ibunya dengan ekpresi tak percaya, seraya berkata “kenapa masaknya sebanyak ini, sampai buat kue juga?”
“Abimu itu sudah lama tak bertemu dengan kawannya mungkin ia ingin menyambutnya lebih” lanjut bu Halimah yang melihat ekpresi anaknya seperti itu. Natasya pun mengangguk mengerti dan melanjutkan membantu ibunya memasak.
“Assalamu’alaikum” ucap Azizah yang menuju dapur
“Wa’alaikumsalam” jawab mereka yang ada di dapur
“Ada apa Zah?” tanya bu Halimah
“Gak Mi, Azizah mau bertemu dengan mba Natasya” jawab Azizah dengan berjalan menyalami tangan bu Halimah
Natasya yang masih asik dengan sup ayamnya menoleh ke arah Azizah dan berkata “ketemu gue?”
“Ia mba, mba bisa gak ikut Azizah sebentar, penting nih mba hehe” jawab Azizah yang menghampiri Natasya
“Baiklah, Mi... Sya pergi dulu ya” jawab Natasya yang kemudian meminta izin dan berjalan keluar bersama Azizah. Bu Halimah hanya mengangguk dan mempersilahkan mereka pergi.
********
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊