
LANJUT YUK KA
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG DENGAN LIKE, KOMEN DAN JADIKAN FAVORIT YA KA
TERIMAKASIH 😊
SELAMAT MEMBACA
*****
Bu Halimah yang mendengar suara ribut didepan pintu rumahnya pun keluar
“Natasya, Adrian baru pulang?” tanya bu Halimah
“Umi... ia mi” jawab Adrian yang mencium tangan bu Halimah dan di ikuti Natasya
“Jangan berani-berani loe bilang sama umi kalau gue terluka” ucap Natasya disamping Adrian dengan berbisik
“Kalau gue mau bilang gimana?” jawab Adrian dengan nada berbisik juga
Natasya membelalakkan matanya menatap Adrian dan menginjak kaki kanan Adrian
“Auhhh” ucap Adrian
“Kenapa nak?” tanya bu Halimah
“Gak apa mi, dia emang aneh suka teriak gak jelas, ayo mi masuk” sahut Natasya yang menjawabi pertanyaan ibunya untuk Adrian dan mengajak Bu Halimah segera masuk
“Bener gak apa-apa nak Adrian?” bu Halimah memastikan
“Ia mi” jawab Adrian
“Udah sana pulang loe” usir Natasya
“Sya... kenapa ngusir gitu, gak baik nak” ucap bu Halimah
Natasya terdiam mendengar perkataan ibunya
“Terimakasih ya nak, dan maaf Natasya selalu merepotkan” ucap bu Halimaha
“Tidak apa umi, kalau gitu Adrian permisi. Assalamu’alaikum” Adrian berlalu pergi
“Wa’alaikum salam” jawab bu Halimah dan Natasya berbarengan
Natasya masuk ke kamarnya dan membersihkan diri kemudian tidur.
.......
Tok tok tok
“Natasya.... nak sahur yuk” ucap bu Halimah dari balik pintu
“Apa Natasya belum bangun??? Tumben sekali dia seperti ini” gumam bu Halimah dan kembali mengetuk pintu Natasya
Tok tok tok
“Sya... nak bangun sahur yuk, udah mau imsak” ucap bu Halimah dari balik pintu
Perlahan Natasya membuka matanya dan menghampiri pintu dengan muka yang masih mengantuk dan menahan nyeri di sekujur tubuhnya
Tek tek tek kreeeekkk (pintu Natasya terbuka dari kuncinya)
“ASTAGFIRULLAH, apa yang terjadi denganmu Natasya?” bu Halimah terkejut melihat lebam yang masih menyelimuti muka Natasya
Natasya yang kaget dengan suara ibunya membuka mata lebar-lebar
“Hah apa yang terjadi?” Natasya balik bertanya pada Ibunya
Bu Halimah menarik tangan Natasya kedepan cermin
“Lihat lah apa ini ini ini” bu Halimah menunjuk beberapa luka dan lebam di wajah Natasya
“Eeeeeemmmm” Natasya terkejut dan bingung mau bilang apa
“Duh kenapa gue hapus makeup semalam kan jadi ketahuan, tapi kalau gak dihapus nanti gue jerawatan lagi” gumamnya dalam hati
“Kenapa malah diam? Jelaskan ini kenapa?” tanya bu Halimah dengan nada tinggi
“Gak apa-apa Umi, Natasya hanya bermain dengan tikus kecil” balas Natasya sambil tersenyum
“Apa maksudmu? Kamu berkelahi? Kamu mau pamer keahlian tekwondo mu itu?” tanya bu Halimah dengan amarahnya
“Tidak umi, Sya hanya mencoba membela diri” jawab Natasya
“Membela diri?” tanya bu Halimah tak mengerti
Natasya pun menceritakan kejadian yang di alaminya semalam dengan Sandra pada bu Halimah lengkap dengan Adrian yang menolongnya.
“Alhamdulillah ada Adrian yang membantu kalian dan menghentikannya, dia juga repot-repot mengobatimu” ucap bu Halimah
“Lalu bagimana keadaan Rara dan Alika?” tanya bu Halimah
“Sya belum tau keadaan mereka sekarang, semoga mereka tidak apa-apa” balas Natasya
“Hemmm ya udah, ayo makan dulu” bu Halimah menarik tangan Natasya menuju meja makan
Natasya mengekor dibelakang bu Halimah, kemudian duduk bersama untuk menyantap hidangan sahur yang telah tersedia. Tidak ada perbincangan serius disana, hanya ada suara garpu dan sendok yang saling bersentuhan.
Sesekali bu Halimah melirik anak gadisnya itu yang penuh lebam, setelah selesai bu Halimah langsung membuatkan tumbukan kencur dan beras kemudian memberikannya pada Natasya.
Natasya menerima pemberian ibunya dan menuruti perkataannya untuk mengolesi pada lebam yang menyelimuti tangan dan wajahnya agar rasa sakitnya sedikit berkurang.